Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

IBU (Teater Koma) -- Sebuah Ulasan

Sebenarnya ini bukan resume yang terbaik. Selain sudah pernah terhapus karena sebuah kesalahan bodoh, masih banyak para blogger penikmat seni yang telah mengulas lebih komprehensif. Bahkan, karena keterbatasan gadget, saya hanya bisa mengambil foto-foto dari google saja.. hehe.

***

Well... ini mungkin memang bukan pertunjukan teater pertama yang saya hadiri. Hmm.. tapi bisa dibilang ini adalah pertunjukkan teater berkelas pertama bagi saya. Teater Koma sendiri merupakan salah satu teater ternama yang sudah menggarap beberapa karya para dramawan dunia antara lain William Shakespeare, Georg Buchner, Moliere, Aristophanes, Arthur Miller, George Orwel, Alfred Jarre, Friedrich Durrenmatt, Evald  Flisar, dan Bertolt Brech. Siapa mereka? Silahkan googling ya. Di antara semua karya yang dipentaskan Teater Koma tersebut saya hanya tahu Romeo Yuliet dari William Shakespeare. Haha.

Pementasan yang saya dan keempat teman AADT hadiri 14 November lalu itu berjudul IBU, disadur dari naskah BERTOLT BRECHT, seorang dramawan sekaligus penyair legendaris asal Jerman dengan judul asli Mutter Courage und Ihre Kinder (Mother Courage and Her Children). Disutradarai oleh N. RIANTIARNO, produksi ke 131 Teater Koma ini digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

Sosok IBU dan keretanya yang menggantung langsung menyambut kami di pintu masuk. Beberapa menit keterlambatan tidak mengurangi ke "excited"an saya akan pertunjukan ini. Meski harus mengeluarkan uang yang lumayan (setara dengan dua tiket XXI), tapi tidak mengapa. Bagi saya... pertunjukan teater selalu keren dan menarik. 

 
 photo by me

Saya langsung dibuat kagum oleh sosok Ibu Brani yang diperankan oleh Sari Madjid. Permainan karakter yang benar-benar hebat. Begitu kuat dan stabil. Seakan terperangkap pada alur cerita bersama sosok Ibu Brani yang tegas, penuh keberanian, dan gigih. Ibu Brani beserta ketiga anaknya- si sulung Elip, Fejos si Keju Swiss, dan si bungsu bisu Katrin- hidup di tengah peperangan antara dua resimen yang memperebutkan kekuasaan, yaitu Matahari Hitam dan Matahari Putih. Prinsip Ibu Brani, dia tidak mau terlibat tapi harus memperoleh keuntungan dari peperangan. Sedikitnya jumlah pedagang kelontong menyebabkan Ibu dan ketiga anaknya bisa leluasa berjualan dengan kereta warungnya.

 Ibu Brani dan ketiga anaknya (source: foto.ureport.news.viva.co.id)

 Ibu Brani (source yudasmoro.net)


Sayang, malang tak dapat ditolak. Meski sudah dilarang keras, secara berturut turut, Elip dan Fejos pun masuk menjadi tentara Matahari Hitam. Elip masuk terlebih dahulu sebagai prajurit, sementara Fejos masuk setelahnya sebagai Juru Bayar. Tinggallah Katrin si bisu yang menemani Ibu Brani berjualan. Ibu selalu berjanji kepada Katrin untuk mencarikan suami saat perang telah berakhir. Dia tak mau nasib putrinya sama seperti Ipit Poter (di naskah asli bernama Yvette Pottier), wanita jalang langganan warung Ibu Brani. Lalu, dua pria masuk ke dalam kehidupan ibu Brani. Kaplan, pendeta Matahari Hitam yang menyamar serta Domba si Koki (atau Piter si Pipa).

 Ipit Poter (source : nimadesriandani.wordpress.com)
 
 Ibu (tengah) di antara dua pria, Piter si Pipa (kiri) dan Kaplan si pendeta (kanan) (sumber : www.adjisubela.com)


Elip si sulung menikmati masa masanya menjadi prajurit. Kecerdasan yang selalu dibanggakan oleh Ibu Brani itu menjadikannya orang yang dipercaya oleh para jenderal. Tapi bukan peperanganlah namanya, jika seorang prajurit jauh dari bedil yang menembak. Sementara Fejos, meski kurang cerdas, tetapi kejujuran yang selalu dibanggakan Ibu juga membawanya menjadi orang kepercayaan.

 Elip (kanan), Jenderal (tengah), pendeta (kiri)  (sumber : nimadesriandani.wordpress.com)

Katrin Hupla namanya. Ia bisu. Tapi, di antara semua peran, dia adalah favorit saya. Padahal saat di awal, saya berpikir... "ih...garing amat dapat peran jadi orang bisu. Gak ada dialog yang harus dihapal". Coba bandingkan saja dengan sosok Ibu yang harus menghapalkan berbaris baris bahkan berlembar lembar dialog panjang. Tapi.... bisa jadi justru peran inilah salah satu yang tersulit. Diperankan oleh Ina Kaka, sosok Katrin adalah yang paling menarik perhatian, dan sekaligus paling banyak mengundang tawa. Keluguan, kepolosan, dan spontanitas tanpa katanya sukses mencuri hati penonton. Salah satu adegan yang paling saya ingat adalah saat Katrin begitu stress karena Fejos tak juga mengerti apa yang ia coba jelaskan. Seluruh anggota tubuh yang bergerak menggantikan bahasa kata yang tidak dimilikinya. Kalimat Fejos "hanya Ibu yang mengerti kamu" dan ekspresi stress Katrin langsung mengundang tawa kami.

 Katrin (kiri) dan Fejos (kanan) saat Katrin sedang berusaha menjelaskan keadaan bahaya pada Fejos. (sumber : nimadesriandani.wordpress.com)

Banyak adegan yang mengundang tawa bukan berarti ini adalah kisah komedi. Setelah Katrin gagal menjelaskan kepada Fejos tentang kedatangan prajurit musuh ke tempat mereka saat dia pergi, Fejos tetap meneruskan rencananya untuk membuang peti uang ke sungai. Dan tertangkaplah ia. Ibu Brani pun pada akhirnya melakukan tawar menawar untuk menebus anaknya melalui Ipit Poter. Tapi..waktu tawar menawar yang terlalu lama membuat semuanya terlambat. Fejos pun terbunuh dengan 11 tembakan di tubuhnya. Lebih menyedihkan lagi.... Ibu Brani terpaksa tidak mengakui jenazah anaknya saat prajurit itu datang membawa tubuh tergulai yang tidak bernyawa itu pada mereka. Adegan ini adalah adegan yang terbaik menurut saya. Kebisuan Ibu Brani, tangis tanpa kata dari Katrin... cukup menggambarkan suasana yang lebih dari sekedar kesedihan. Penyesalan, rasa kehilangan yang besar, ketidakberdayaan, terasa begitu nyata oleh akting yang minim kata saat itu. 

 Katrin dan Ibu Brani saat mendengar kematian Fejos. Oh maan.. saya paling suka adegan ini. (sumber : cabiklunik.blogspot.com)

Singkat cerita, perdamaian pun tiba. Perdamaian yang dinanti sejak lama. Saat di mana Katrin sudah dijanjikan Ibu untuk dicarikan seorang suami. Tapi ternyata perdamaian tak lagi indah. Katrin mendapatkan cacat di mukanya setelah sebelumnya diserang oleh prajurit saat perjalanan ke pasar. Ia tak lagi mau bertemu siapa pun. Selain itu, bagi Ibu Brani, perdamaian berarti kebangkrutan karena kereta warungnya tak lagi ramai. Saat semua orang berbahagia karena perang, Ibu dan Katrin justru tenggelam dalam kepasrahan nasib.

Elip yang ditunggu tunggu pun datang. Tapi saat itu, Ibu tengah ke pasar untuk menjual kembali barang dagangannya. Tapi Elip datang tidak sebagai pria bebas. Ia datang bersama dua polisi. Kebiasaannya membantai petani saat jaman perang dulu, membawanya ke dalam posisi sulit. Belum sempat bertemu ibunya, ia pun pergi bersama kedua polisi tersebut.......dan tidak pernah kembali.

Perdamaian setelahnya tinggallah nama. Perang berkecamuk lagi. Setelah ditinggalkan oleh Kaplan si pendeta, kini giliran Piter yang menemani Katrin dan Ibu. Kehidupan mereka semakin sulit. Rakyat semakin miskin dan tidak mampu membeli. Sampai suatu ketika, Piter mengajak Ibu untuk hidup bersamanya mengurus bisnis penginapan. Tapi sayang, pria itu tidak ingin Katrin yang bisu dan cacat turut serta. Dan karena itu, Ibu Brani meninggalkan Piter. Tinggallah mereka berdua saja yang menarik gerobak...

Kisah ini pun mencapai akhirnya. Saat Katrin yang lugu, polos, dan naif mengeluarkan keberaniannya membunyikan genderang untuk meminta bantuan. Upayanya menuai hasil... tapi sayang, itu adalah keberanian pertama dan terakhir yang dikeluarkannya. Katrin pun tertidur untuk selamanya akibat luka tembak dari prajurit Matahari Putih.

kematian Katrin (source : www.jakpost.travel)

Tidur,tidurlah anakku sayang
Tiada lagi yang perlu kau risaukan
Satu anakku mati di tanah seberang
Satu lagi entah di mana sekarang
-senandung sang Ibu sambil mengusap jenazah putrinya-

Ibu Brani pun tetap melangkah dalam perang yang masih berkecamuk, menarik keretanya, sebatang kara.....
 
-the end-

***

Ini bukan kisah tentang hubungan romantis antara anak dan orangtua. Tidak juga bercerita tentang kisah mengejar impian dan cita-cita. Bagi saya kisah ini seakan mengatakan bahwa bertahan hidup bukanlah perkara yang mudah. Kita akan selalu dihadapkan dalam pilihan. Seperti Ibu yang memilih kereta warung untuk berjualan demi mempertahankan hidup. Seluruh dunia boleh mengutuk peperangan. Tapi baginya, perang adalah ladang uang. Tapi.... peperangan tetaplah peperangan, tak pernah sedikitpun membawa kebaikan. Baik bagi pihak yang menang maupun bagi pihak yang kalah, peperangan tetap merupakan nestapa untuk rakyatnya. Bahkan bagi orang yang mengambil untung dari peperangan seperti Ibu Brani, tetap saja peperangan merenggut harta yang paling berharga, anak-anaknya.

Selebihnya ini adalah kisah tentang kondisi peperangan, kebusukan penguasa, korupsi, penyuapan, dan hal-hal sejenis bernama 'ketamakan' yang hidup bersama perang.

It was totally awesome...

Makasih buat Teguh, Nita, Offi, Lisdha, dan Arga (meski gak jadi nonton).
Resume yang "apalah ini" saya tulis secara khusus untuk AADT. :)

Seni menikmati seni




Ah... sudah berapa lama ya tidak menikmati panggung megah itu sebagai penonton. Terakhir kali saya menikmati pertunjukan teater adalah saat menyaksikan sebuah pementasan di GBK. Tapi saya kurang puas entah kenapa. Atau sebelumnya lagi.. saat sendiri bermain dalam pementasan "Lysistrata", saat event wisuda SMA dulu.
Fyi, tidak semua orang mengerti cara menikmati pertunjukan teater. Jelas.. jauh berbeda dengan menonton sinema layar lebar. Kita tidak akan menemukan layar yang membentang di sepanjang sisi ruangan, dengan ekspresi yang jelas dari masing-masing pemain. Kita juga tidak akan menemukan efek efek dahsyat yang akan membuat kita berdecak kagum, menutup mata karena kengerian,berteriak karena kaget, atau menahan nafas karena tegang.
Yang lebih terasa perbedaannya adalah saat seorang teman menolak ajakan nonton teater ternama yg akan saya kisahkan pertunjukannya ini dengan sebuah alasan realistis... "bayar tiket nonton itu sama aja beli dua tiket bioskop. Mending nonton bioskop aja dong"
Well..dude. Biarlah orang berkata apa. Sebuah seni itu sejatinya tidak dihargai dengan cara matematis.
Duduk di bangku VIP mungkin tidak akan membuat perbedaan jauh itu terlihat. Karena semua ekspresi, terbaca dengan jelas...
Tapi...cobalah rasakan saat berada pada bangku kelas reguler, di sanalah seni dalam menikmati pertunjukkan akan benar benar terasa.
Pertunjukan teater adalah seni peran tingkat tinggi. Tidak semua aktor ataupun aktris film bisa memainkannya. Mementaskan sebuah pertunjukkan berdurasi panjang di panggung megah, dengan vokal yang stabil dari awal sampai akhir jelas membutuhkan teknik tingkat tinggi. Belum lagi, untuk menyampaikan pesan pada penonton bangku belakang seperti kami... tidaklah cukup dengan suara ataupun mimik wajah. Jelas...kami tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas. Itulah mengapa... dalam seni peran ini, seluruh anggota tubuh adalah ekspresi, harus bergerak. Beda banget kan sama sinetron Indonesia yang cuma ngeshoot muka dengan make up menor.
Jangan terpaku pada jalan cerita. Kita tidak sedang menonton drama korea di layar kaca dengan para pria tampan dan wanita cantik. Banyak hal yang bisa kita nikmati dari pertunjukkan tersebut. Kesuksesan peran yang dimainkan, pesan yang ingin disampaikan, dekorasi panggung yang keren, musikal yang indah, penataan cahaya dan suara yang luar biasa, keteraturan blocking, ldan masih banyak lagi. Seakan akan melihat satu kesatuan seni yang indah. Sebuah keberaturan, kreativitas dan imajinasi yang berkolaborasi dalam panggung megah.
Rumus sederhananya adalah...
Setiap orang tidak bisa menikmati semua jenis seni.
Seperti saya yang begitu menyukai puisi, tapi tak pernah paham cara menikmati lukisan. Saya tidak pernah mengerti mengapa sebuah gambar pot bunga saja bisa bernilai hingga puluhan juta.
Jadi menikmati sebuah pertunjukan, harus diawali dengan ketertarikan dan bisa sedikit pengetahuan tentangnya. Asa beberapa pertunjukan yang bisa dinikmati oleh semua orang... tapi tidak sedikit pertunjukkan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mengerti cara menikmatinya.

Cantik

Aku suka sekali menjadi cantik. Menjadi seperti mereka yang berpose indah di layar kaca. Bukannya dunia memuji mereka? Dengan gaun indah bertabur emas, wajah mulus dengan pipi merona. Tidak ada orang yang tidak suka kecantikan. Banyak wanita yang rela melecetkan kaki, menambah beban muka dengan make up, berjam-jam di depan kaca, hanya demi ‘terlihat cantik’. Ya, banyak wanita, dan mungkin juga aku. Apalagi jika semua pengorbanan itu dibalas dengan pernyataan “wah..kamu cantik ya”. Percayalah, tidak ada wanita yang tidak suka dipuji kecantikannya. Termasuk aku, dan mungkin juga kamu. Kecantikan itu adalah sesuatu yang indah.

Tetapi, persepsi cantikku kini sudah bergeser. Setelah aku menyadari, bahwa saudar saudari ku yang cantik itu, justru mengurangi kecantikan mereka dengan ‘perlengkapan cantik’ mereka. Sungguh, lalu aku pun membandingkan diriku sendiri.

Ya, dear all girls in the world, ternyata bukan sepatu tinggi, baju modis, make up tebal, atau aksesoris mahal yang membuatmu cantik. Aku baru sadar, bahwa yang membuat wanita cantik itu adalah senyuman mereka. Senyum yang tulus, senyum yang apa adanya, dengan atau tanpa gincu. Yang membuatmu cantik adalah, wajah cerahmu yang memancarkan aura kebahagiaan, yang mungkin tidak akan terlihat karena dandanan yang tebal itu. Yang membuatmu cantik adalah, mata indahmu, yang memancarkan impian, ia terlihat begitu bersinar, bukan mata yang tertutupi soft lense, eyeshadow dan maskara.

Tahukah kamu? Cantik itu sangat sederhana. Bukan menjadi cantik yang membuatmu bahagia, tetapi kebahagiaan dan rasa syukurlah yang menjadikanmu cantik. Tidak masalah jika kamu tidak mengikuti trend dan mode, kamu akan tetap cantik dengan segala kesederhanaanmu.
Apalagi, jika kamu selalu memanjakan wajahmu dengan siraman air wudhu, dan doa. Kecantikanmu akan berlipat lipat……

Aku suka menjadi cantik. Tapi kini aku tidak pusing lagi dengan kecantikan, karena kesederhanaan, adalah kecantikan yang paling indah. :)

Tentang Lumba lumba

Tulisan ini ditulis setelah mendengar cerita temen gue tentang liburannya ke Killuan Dolphin Bay. Buat Sarah, kapan2 lo harus ke sana lagi ngajak gue ya!!!. hehe

Gue gak pernah habis pikir apa yang cewek2 suka dari boneka lumba-lumba. Emang sih, mukanya lucu. Tapi apakah mereka tahu? kalo aslinya lumba-lumba itu warnanya bukan biru apalagi pink. Tapi abu-abu. Gak ada lucu-lucunya. Gak bisa diajak maen, apalagi dipelihara. Kalo soal lucu, buat gue masih lebih lucuan kucing. Yes absolutely.. Kalo pun ada hewan lain yang lebih lucu dari kucing, mungkin Panda kali ya. Gendut gendut gimanaa gitu. Apalagi bayi panda, ngegemesin banget. Jauh lebih lucu ketemu hewan aslinya daripada sekedar boneka yang cuma bisa dijadiin pajangan.

Ya, yang tergila-gila pada boneka lumba-lumba berwarna biru salah dua di antaranya adalah adek gue, si sipa, sama sahabat gue, enung. Kalo kasih kado ke mereka gak susah. Cari aja boneka lumba lumba, nanti mereka juga bahagia. haha.

Itu adalah pemikiran gue dulu. Meski lumba-lumba sering dikisahkan sebagai ikan yang baik di berbagai film, buat gue biasa aja. Soal ikan, mungkin gue lebih suka ikan paus, karena lebih gede dan lebih keren. Apalagi ikan paus yang di film free willy itu. Keren abisss.

Tapi…… percaya atau nggak. Gue pada akhirnya pun jatuh cinta pada pada lumba-lumba. Bukan.. bukan karena melihat kecerdasan mereka saat main di gelanggang samudera. Bukan juga pas ngeliat mereka main di beberapa film kartun. Bukan juga karena lucunya boneka lumba-lumba yang dipasarkan di mana-mana (bagi gue itu lebih terlihat sebagai ulekan dikasih mata dan diwarnain).

Yup, gue bener-bener jatuh cinta ketika lihat sendiri sekawanan lumba-lumba muncul dari bawah permukaan laut lalu mengantar kepergian gue dan temen-temen ke perjalanan pulang menuju Jepara. Mereka melompat dengan sangat indahnya. It was totally Awesome!!!! Menurut gue itu super keren.

Jadi, pandangan gue terhadap lumba-lumba itu berubah. Meskipun gue tetep berpikir bahwa boneka lumba-lumba itu lebih mirip ulekan dikasih mata dan diwarnain, tetapi gue jadi suka. Setiap lihat boneka lumba-lumba, gue selalu inget sama lumba-lumba di laut lepas. Yup.. ternyata, jauh lebih bahagia melihat mereka berenang dan bermain bebas di lautan dibandingkan melihat mereka beratraksi di Gelanggang Samudera.

Semoga bisa lihat lagi….. :)

Tentang dakwah (sekilas....)

Tantangan terbesar dari dakwah fardhiyah ternyata bukan orang-orang yang kita kenal. Beberapa justru orang terdekat yang ada di sekitar kita baik raga maupun jiwanya, bisa jadi keluarga, bisa jadi sahabat terdekat. Kemampuan mereka mengenal kita terkadang malah menjadi bumerang tersendiri. Tapi dakwah mengenal “perjuangan tanpa henti” bukan?

Ia membutuhkan kaca untuk bercermin. Bahwa yang dibutuhkan orang-orang ternyata bukanlah retorika, melainkan aksi nyata. Mereka lebih banyak melihat dan menyaksikan dibandingkan mendengarkan. Kita tidak hidup di dunia tanpa kaca. Semua orang bercermin. Jika bukan pada kaca, mungkin pada pribadi yang ada di hadapan mereka.


Tentang teguran


Bahkan menegur pun kita memerlukan keahlian. Kenapa? Karena tidak semua orang memahami bahwa teguran adalah bagian dari kasih sayang sesama manusia.


Setiap dari kita pasti sepakat. Jika menilai kedekatan antara rekan kerja, teman, sahabat, keluarga, semakin besarnilai kedekatannya maka akan semakin tidak enak terasa tegurannya, entah semakin keras, atau semakin dalam. Itulah mengapa, kita akan lebih mudah ‘pundung’ atau ‘menggerutu’ ketika orangtua  kita atau sahabat menegur kebodohan yang kita lakukan. Kabar buruknya, terkadang hal itu membuat hubungan menjadi tegang. Kabar baiknya, selama teguran itu tidak dilakukan di depan umum alias hanya melibatkan kedua belah pihak saja, itu berarti teguran yang terjadi adalah implementasi daru kasih sayang atau kepedulian. Dengan kata lain, hubungan yang menegang pun sifatnya hanya sementara.

Akan tetapi, ternyata banyak sekali orang yang tidak memahami hakekat ini. Emosi yang tidak stabil, ego ke’aku’an yangbegitu  yangbegitu tinggi menjadikanteguran itu sebagai bom perusak hubungan yangamat dahsyatr. Sehingga tidak sedikityang menjadikan momen untuk memperbaiki diri itu sebagai saat-saat untuk meningikan ego ke’aku’annya. Haha. Saya bicara seperti itu karena saya pernah berada di posisi itu.

Saya sangat suka sekali, kepada mereka-mereka yang bisa menegur dengan bijaksana. Tanpa melibatkan emosi, menggunakan diksi yang sesuai, tahu apa tujuan dari teguran tersebut. Lalu, kembali tersenyum seakan kesalahan itu tidak pernah terjadi. Namun, saya lebih kagum kepada mereka yang tetap tersenyum, berterima kasih, bahkan mengakui kebenaran di balik teguran itu dengan hati lapang. Lalu, memutuskan untuk merubahnya meski pun perlahan.
^^
karena manusia adalah ladangnya dosa dan khilaf
mari saling mengingatkan dalam kebaikan. :D

The word of "Inspiring"


Sesuatu itu adalah sebuah “pemberian” kita untuk orang lain.
Ia tidak bisa dibeli dengan uang, lebih berharga dari gadget termahal sekali pun.
Untuk bisa memberikannya pada orang lain, dibutuhkan kesabaran, keuletan, dan kegigihan lebih dari apa pun. Hal berharga itulah yang ketika diwariskan, dia lebih kekal dibandingkan kekayaan. Sesuatu itu bernama INSPIRASI . Yang didapatkan dari cita-cita, impian, serta perjuangan dengan bumbu bernama keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan.



INSPIRASI. Ini adalah kesimpulan yang saya dapatkan ketika memikirkan hal bernama “Masa Depan”. Begitu banyak pilihan ternyata. Akan tetapi, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, setiap pilihan itu memiliki konsekuensinya tersendiri. Pilihan terbanyak yang muncul dari rekan sejawat adalah mengambil dunia profesional dengan gaji yang selayaknya. Buat siapa pun itu, pilihan itu memang pilihan terbaik. Bagi orang-orang yang memang berencana berkarir di dunia profesional. Untuk mengambil pilihan itu, maka hal utama yang harus dikorbankan adalah menunda keinginan untuk melanjutkan studi sebagaiman yang tertulis dalam kertas impian.

Kebalikannya, ada juga yang menunda hidupnya menjadi kaya demi impiannya untuk melanjutkan studi. Ya… jalan yang ini juga sama tak mudahnya. Berkutat dengan dunia akademisi, menunda mimpi untuk memiliki gadget gadget dengan harga setinggi langit.

Atau, ada yang tidak memilih keduanya. Meninggalkan dunia profesional dengan gaji setinggi langit, ataupun menunda keinginan melanjutkan studi. Dunia sosial menjadi pilihan yang teramat luar biasa. Mencari kebebasan hati dengan membantu orang banyak. Bukannya tanpa upah, tapi memang bukan upah ataupun prestise yang diincarnya.

Apapun pilihan itu…….. yang saya dapatkan dari orang-orang yang menginspirasi adalah, jalani semuanya dengan penuh kesungguhan. Saat ini, kita mungkin masih tertatih dalam perjuangan yang panjang. Tidak seperti orang-orang lain, yang sudah memiliki hal-hal yang tidak kita miliki. Tapi.. siapa tahu mereka juga berpikir hal yang sama. Betapa irinya mereka dengan banyaknya senyum yang kita ukir pada hari ini. Ya, kita menginspirasi mereka, sebagaimana mereka menginspirasi kita. Tidak ada yang perlu disesali, karena setiap pilihan memiliki konsekuensinya. Suatu saat, kita dan mereka akan berada di jalan yang sama. Dan sama-sama merasakan indahnya berbagi inspirasi dengan orang banyak.

Teruslah menginspirasi, dengan jalan yang kau pilih. Apa pun jalannya. Selama yang kita jalani dipenuhi kesungguhan, cita-cita, perjuangan, keikhlasan, pengorbanan. Maka suatu saat ada hasil yang akan tertuai… hasil yang jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan, ya… sebuah INSPIRASI.

Ditulis untuk orang-orang yang menginspirasi saya....... Terima kasih telah hadir dan memberi begitu banyak inspirasi. :)

Ketika Nasi menjadi Tabu

SELAMAT DATANG DI DESA KETAHANAN PANGAN, CIREUNDEU


Kira-kira begitulah yang tertera pada gardu tempat masuk ke RT 2 dan 3 desa Cireundeu. Bukan tanpa sebab gelar itu muncul di desa yang berada tepatnya di kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan. Sejumlah orang, lembaga, maupun organisasi pemerintahan telah sering berkunjung ke kampung adat itu hanya untuk membuktikan keunikan para pemakan nasi non beras tersebut. Jika kita mengenal ungkapan "Orang Indonesia, kalau belum makan nasi, belum makan namanya", dengan asumsi yang dimaksud dengan nasi di sini adalah beras padi yang ditanak hingga menghasilkan nasi dengan aroma yang harum dan tekstur yang enak, maka ungkapan tersebut tidak berlaku di warga Cireundu khususnya RT 002 dan 003.

RASI. begitulah sebutan makanan pokok yang masih bertahan hingga sekarang semenjak tahun 1924 lalu. Rasi adalah Beras Singkong atau Nasi Singkong, yaitu nasi yang bahan dasarnya berasal dari ampas singkong atau biasa disebut Ongkok.

Abah Emen Sunarya, Sesepuh adat di desa Cirendeu, menuturkan kisah mengenai fakta Rasi tersebut. Berawal dari kisah yang terjadi pada tahun 1924-an. Ketika itu, di zaman penjajahan Belanda, lahan sawah yang telah ditanami padi tiba-tiba mongering dan puso. Sementara suplai beras dari pemerintah Belanda waktu itu sangatlah sulit. Di tengah masa yang teramat sulit itu, Haji Ali, tokoh masyarakat Cirendeu, warga kampung mulai mencari jalan keluarnya. Jalan keluarnya adalah dengan mengganti sawah menjadi kebun singkong. Sejak itulah warga Cirendeu membiasakan diri mengonsumsi singkong. Hal ini didahului dengan keluarnya wejangan dari Haji Ali, yang initinya minta masyarakat menunda mengonsumsi beras, dan beralih ke umbi-umbian. Rupanya wejangan itu tetap melekat pada warga masyarakat Cirendeu hingga saat ini. 

Pertanyaannya adalah, setelah sekian ratus tahun lamanya, kenapa bisa warga desa Cireundeu khususnya para pemangku adat, tetap memakan rasi dan tak pernah sekali pun menyentuh nasi padi? Apakah benar desa ketahanan pangan ini menganut prinsip ketahanan pangan yang sesungguhnya?

Ternyata yang menyebabkan rasi bertahan lama bukanlah pola pikir masyarakat desa mengenai ketahanan pangan, melainkan sebuah tradisi adat yang tidak bisa dilanggar. Ada sebuah tradisi yang menjadikan nasi atau beras padi menjadi tabu bahkan untuk disentuh sekali pun. Elis, salah satu masyarakat adat di sana mengatakan bahwa apabila ada seorang warga yang menyentuh beras padi atau bahkan mengkonsumsinya, maka harus dilakukan upacara tersendiri sesuai dengan hukum adat yang berlaku. Kekuatan adat ini lah yang menyebabkan Rasi begitu populer dan membumi di tanah Cireundeu. Hingga saat ini, masih terapat sekitar kurang lebih lima puluh orang dari sejumla Rukun Tetangga yang ada, yang hingga saat ini masih mengkonsumsi Rasi dan tak pernah tahu sama sekali bagaimana rasanya Nasi.

Beberapa penduduk desa mengaku telah beralih menjadi pengkonsumsi nasi setelah sekian lama mengkonsumsi rasi. Dewi (25) mengakui bahwa semenjak SMA, ia tak pernah lagi mengonsumsi rasi karena jarang didapat di kota, bahkan hingga menikah dan memiliki anak. Akan tetapi, ketika ditanya bersedia atau tidak untuk kembali mengkonsumsi rasi apabila nasi sulit didapatkan ke depannya, beliau menjawab bersedia karena rasa dari rasi sudah akrab di lidah dan tidak ada masalah besar dalam mengkonsumsinya.

Nasi, bagi penduduk adat dianggap tabu. Walaupun dilatar belakangi oleh tradisi, tetapi Ketua RT 3 mengakui bahwa penduduk adat sangat mendukung upaya diversifikasi pangan oleh pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan negara ini. Pengetahuan beliau mengenai kebijakan impor beras dan pentingnya diversifikasi pangan meyakinkan orang-orang yang bertanya bahwa upaya menghidupkan Rasi merupakan salah satu kontribusi Cireundeu untuk ketahanan pangan Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika desa ini disebut sebagai Desa Ketahanan Pangan atau Kemandirian Pangan. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika berbagai macam orang baik mahasiswa, dosen, peneliti, anggota DPR, bahkan menteri datang untuk memuaskan rasa penasaran mereka baik untuk kepentingan program maupun kepentingan sendiri akan desa ketahanan pangan tersebut.

Mengenal rasi, maka teknologi pangan berperan di sana. Bagi yang belum bisa membayangkan bentuknya, beginilah kira-kira rasi itu....


Rasanya mungkin tidak seenak nasi, warnanya tidak seputih nasi, aromanya pun tidak seharum nasi. Akan tetapi, jika mencicipinya, akan sangat mengerti mengapa rasi ini dapat menggantikan nasi. Rasa dan teksturnya memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan dengan nasi. Kelebihannya, proses pengolahannya lebih cepat, harganya jauh lebih ekonomis, memiliki sisi fungsional yang baik yang dikatakan salah satunya dapat mencegah penyakit diabetes melitus, serta lebih cepat terasa kenyang sehingga cukup baik untuk kesehatan.
Saya pikir, hanya butuh sedikit sentuhan teknologi pangan untuk membuat rasi ini sebagai beras analog atau beras tiruan dan dikonsumsi layaknya nasi oleh penduduk selain warga cireundeu.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua bahwa ternyata, di salah satu sudut pulau jawa yang notabenenya adalah pemakan nasi terbesar se Indonesia, masih ada sekumpulan orang yang bertahan hidup tanpa nasi.

HIDUP KETAHANAN PANGAN INDONESIA!!!!!

Wanita.....


            
 Perkembangan dunia entertainment semakin mewabah di setiap stasiun televisi yang ditonton oleh ribuan anak dan pemuda Indonesia dewasa ini. Globalisasi era semakin memperluas hal yang sering disebut kreativitas anak bangsa tersebut. Beragam aliran musik dari Rock, R n B, Pop, dan kontemporer menambah daftar list keseharian dunia nyanyian pembawa kesia-saain. Beragam controversial dunia hiburan dari mulai berita entertainment hingga film layar lebar vulgar yang tak pernah bosan muncul, mulai menghantui hati para orantua yang memiliki putra dan putri yang bagi mereka termasuk dalam pecandu film layar lebar. Akan tetapi, di dunia yang bagi kebanyakan orang adalah dunia gemerlap dan bagi segelintir orang merupakan dunia gelap tersebut, masih ada segelintir cahaya yang meski tidak banyak, tetapi dapat sedikit menjadi penutup luka dari kerusakan-kerusakan yang muncul di permukaan.
            Dalam Indonesian Movie Award, rabu 5 Mei 2010 lalu, seorang muslim memunculkan sebuah kata yang tak pernah muncul di atas panggung megah bertabur gemerlap itu. Kata  itu adalah “Dakwah”. Kata yang diucapkan sembari memegang erat sebuah tropi yang tak pernah sebelumnya terserahkan pada orang seperti dirinya. Pendatang Pria Terbaik, kata tropi itu. Tak lama setelah itu, seorang muslimah tanpa lekukan tubuh yang berjalan terbalut kain seutuhnya, yang begitu kontras dengan ‘muslimah’ lain dengan warna kulit yang terlihat cerah datang pula ke atas panggung tersebut untuk menerima penghargaan yang serupa. Secercah cahaya di dunia yang gelap ternyata tak hanya dimunculkan oleh Film Fenomenal “Ketika Cinta Bertasbih”. Andrea Hirata yang mengharumkan “Laskar Pelangi” dalam novelnya, “Emak Naik Haji” dengan sentuhan kasih sayang yang kental, “Sang Murobi” yang walaupun hanya beredar di segelintir kalangan, serta beberapa deret perfilman lainnya memperkenalkan kepada dunia gelap tersebut tentang islam yang sesungguhnya.
            Perlu sangat disadari bahwa pengaruh dunia entertainment terhadap moral bangsa ini sangatlah kuat. Dengan semakin mudah teraksesnya dunia maya, semakin tingginya teknologi informasi dan komunikasi, maka harus semakin kuat implementasi fiqh kontemporer para da’I dan da’iah yang berada di tengah-tengah masyarakat global.
            Peran wanita dalam dunia entertainment merupakan kontroversial terbesar dalam sejarah. Seorang komposer yang lepas jilbab karena alasan yang tidak masuk akal, wanita setengah pria yang bangga dengan kondisinya, umbar aurat dan vulgarisme sudah menjadi hal yang biasa. Lalu di manakah wanita-wanita berakhlak mulia?
            Wanita-wanita berakhlak mulia tidak pernah menyampaikan keindahannya dengan lenggokan indah di atas panggung yang megah. Tidak juga mereka mengumbar cantik parasnya dengan memberikan senyum menggoda di layar kaca. Tak kenal pernah kenal mereka dengan nyanyian mendayu yang dapat membuat luluh siapa pun yang mendengar, bahkan mengaji pun tak pernah didengarkannya kepada umum.
            Kata orang, wanita-wanita berakhlak mulia itu tak mengerti perkembangan zaman, tertutup dari dunia luar, dan selalu kaku. Tak akan pernah berhasil menyampaikan kepada dunia nilai-nilai yang mereka anut itu karena mereka tak pernah bisa muncul di publik dengan kemampuan mereka. Orang-orang juga berkata, wanita-wanita tersebut, tak pernah kenal dan tak akan mau tahu dengan seni dan budaya Indonesia.
            Seni adalah sesuatu yang indah, diciptakan oleh Sang Pencipta bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk dijadikan sarana agar hidup ini lebih berwana-warni. Agar setiap ilmu tersampaikan dengan menyenangkan kepada masyarakat. Wanita-wanita berakhlah mulia mengerti hal itu. Di saat wanita-wanita Indonesia lain sibuk mencari popularitas di dunia gemerlap dan meracuni setiap pemikiran khalayak umum, maka wanita-wanita berakhlak mulia itu menciptakan seni mereka sendiri. Seni berbicara tanpa harus mendayu tetapi tetap dapat mempengaruhi orang lain, seni berakting tanpa harus berikhtilat, berkhalwat, apalagi berpegangan tangan. Banyak di antara mereka yang berkreasi lewat tulisan, dan nama-nama seperti Afifah Afra, Asma Nadia, menambah deretan sastrawati Indonesia dengan karya-karya yang menakjubkan.
            Katanya pula, bangsa Indonesia pun masih memiliki budaya-budaya dengan kehidupan wanita tanpa busana, Bali dan Papua katanya? Lalu apakah tak boleh kita hias budaya itu menjadi lebih indah? Dengan muslimah-muslimah yang indah aklahknya, menghiasi seni dan budaya kita? Mengajarkan kepada anak-anak Indonesia betapa berharganya warisan bangsa, bukan membiarkan mereka terpaku pada dunia hiburan yang semakin menyesatkan?
            Muslimah Indonesia ada bukan untuk tampil vulgar di layar kaya maupun panggung megah. Setiap dari mereka berperan besar dalam memperlihatkan kepada dunia, betapa tingginya nilai negeri kita, dengan beragamnya budaya, tingginya kreativitas anak bangsa, dan mulianya akhlak para wanita. Karena, seni itu hal yang indah bukan?
           
           
   

Cinta yang sederhana

Dalam penantianku (menunggu kedatangan dosen tercinta yang supersibuk dan susah ditemui)
Dalam sepiku (karena ditinggal temen sekelompok. huhu. Hehe, santai aja kali)
Dalam kosongku (belum makan maksudnya. hehe)

Jari ini pun tergerak untuk menari di sebuah kehidupan di sisiku, yang membukakan dirinya untukku (laptop temen maksudnya).


satu kata itu terlintas begitu saja
CINTA (lebaaaaaaaai gilaaa).




sebuah legenda tanpa akhir. yang dapat menjadi kekuatan terbesar dari seseorang, dan dapat pula menjadi titik terlemahnya.
sebuah sejarah abadi yang selalu memiliki cerita, menghiasi kehidupan dengan warnanya, melengkapi kreatifitas sehingga tak kenal rasa bosan di sisi para pemerannya.

(pasti kalian berpikir saya sedang jatuh cinta? haha. nggak la yaaaaai, emangnya ngomongin cinta cuma urusan kayak gitu)

Ketika kecil dahulu, waktu masih bocah dan masih suka hura2. Saya mengenal yang namanya Cinta Monyet. Meskipun saya selalu bertanya2, kenapa namanya harus Cinta Monyet? kenapa gak Cinta Kucing, Cinta Ayam, atau cinta binatang yang lainnya? Mungkin jawabannya adalah monyet merupakan primata yang memiliki kedekatan genetik paling besar dengan manusia.Orang tidak percaya akan ada tuhan bahkan mengatakan bahwa para makhluk pohon itu adalah nenek moyang kita. Kalau saya mah, membantah jelas2 kepercayaan yang tidak rasional itu (secara scientific juga kagak ada buktinya meen).
Ada yang bilang biarkata cinta monyet, tapi kalau itu yang pertama bisa jadi yang paling indah.
Biarkata Cinta monyet, tapi bisa jadi ketika bertemu kembali akan jadi kisah cinta yang nyata.
Haha, sounds silly....

Menurut saya, cinta monyet itu adalah murni kekonyolan dari anak-anak yang terpengaruh kondisi hormonnya dan gak ada hubungannya sekali dengan cintna sejati. Kalau memang cinta monyetnya adalah jodohnya, ya itu beda sebab. Jadi, memelihara jenis cinta yang satu ini jelas saja super konyol.

Lalu, pastinya pernah denger juga kan yang namanya Cinta Buta? Weits, kalau jenis cinta yang satu ini unrecommended deh. Ini jenis cinta yang dapat menjadikan seseorang berhati malaikat jadi berhati malapetaka. Merubah persahabatan menjadi permusuhan abadi. Akan banyak sekali kehilangan orang yang mengerti diri kita. Cinta Buta ini saya berani menyebutnya sebagai Cinta yang super Bodoh. Ih....
mau aja dikadalin sama Cinta model kayak gini. Istighfar boi...

Terus, terus, ada nih yang namanya Cinta Mati. Waduh. Kalau yang ini lebih unrecommended lagi dah. Dengernya aja udah serem, Jadi, kabar2nya, kalau cintanya gak didapat, dia milih mati. Ini benar2 hyperkonyol. Mati, cuma gara2 cinta? Oh, come on guuuys. Sejarah kekonyolan dunia roman dimulai dari jenis cinta ini. Sudah hampir dipastikan nyemplung ke neraka atuh. Tap ada loh, yang langsung nyemplung ke surga. Ya, kalau dia mati gara2 cintaNya pada Allah dalam keadaan syahid saat jihad fii sabilillah (haha, kalau ini beda konteks lah ya).

Ada lagi yang namanya First Love. Ini nih, katanya cinta yang paling indah loooh. Yah, saya tidak menampik itu. Tapi, menurut saya jenis ini hanya jenis cinta sebagai pembelajaran tentang fenomena cinta itu sendiri. Bagus kalau bisa mengatasinya, tapi kalau nggak. Jatuhnya balik ke cinta monyet loooh.

Love at the first Light. Cinta Pandangan Pertama. Haha, pandangan pertama itu anugrah, pandangan selanjutnya musibah looooh.

Nah, kalau yang ini nih...yang jadi andalannya para Novelis, Sutradara, Penyanyi yang ber genre Roman. Bahasa Inggrisnya TRUE LOVE, bahasa Indonesianya BENAR CINTA (haha..maksudnya CINTA SEJATI). Cerita klasiknya itu ada dua orang yang saling mencintai. cintanya terhalang oleh kondisi, terpisahkan oleh waktu dan ruang. Tapi cintanya tetap abadi, hingga mereka diketemukan dalam kondisi yang masih saling mencintai. Hmm, kedengarannya meskipun pasaran tapi terkesan menyenangkan. Cinta sejati adalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang menjadi takdirmu, cinta yang akan menemanimu melewati hidup dan bertahan hingga akhir zaman. kedengarannya hebat bukan? Tapi boi, gak ada seorang pun di dunia ini yang dapat membuktikannya dengan mudah. Bahkan perceraian adalah salah satu contoh bahwa cinta sejati bahkan tak bisa dibuktikan hanya karena pernikahan dari dua orang yang saling mencintai. (heheee, gaya eui). Jadi, berhentilah bermimpi untuk menemukan Cinta Sejati itu, melainkan biarkan Cinta Sejati itu yang menenmukanmu. Percaya sepenuhnya pada Takdir yang telah ditetapkan.

Cinta Haqiqi.
ini yang saya sangat suka. Cinta Haqiqi itu cuma ada satu...yaitu Cintanya ALLAH S.W.T
gak ada pembantahan tentang hal ini okey....

Oke, sekarang masuk ke pembicaraan yang sesungguhnya
inilah CINTA yang SEDERHANA versi saya...
yaitu ketika kamu mencintai...... dan kamu menghargai
yaitu ketika kamu mencintai...... tapi tak harus memiliki
yaitu ketika kamu mencintai.....  bertambah baik keimananmu
yaitu ketika kamu mencintai.....  tak pernah luput menyertakan ALLAH sebagai penuntun hatimu
yaitu ketika kamu mencintai.....  tak perlu harus mati karenanya, tak perlu tersiksa  karenanya
yaitu ketika kau mencintai.......  kamu begitu bahagia dan penuh dengan rasa syukur, tanpa memberitakan ke dunia bahwa kamu jatuh cinta
yaitu ketika kamu mencintai..... cukup ALLAH dan hatimu yang mengetahui

karena cinta itu bukan untuk diumbar
karena cinta itu bukan untuk diumumkan di status facebookmu
karena cinta itu begitu bersih tetapi amat mudah untuk ternoda
dan cinta yang sederhana itu mencegah semakin banyak noda yang menghampiri
karena cinta itu.....biarkan mengalir seperti air yang mengalir tenang
Jika terlalu banyak noda yang menumpuk, maka kotorlah ia
Jika terlalu deras mengalir dan meluap2, banjirlah di sekitarnya

jadi, sederhanakan cintamu....
sesederhana hatimu yang damai

Satu... untuk sebuah Keragaman

Orang yang melihat perbedaan, ia akan menemui perselisihan
Orang yang dapat melihat kesamaan, maka ia akan menemukan sebuah PERSATUAN



Keanekaragaman hayati membuat kehidupan di bumi ini menjadi bervariasi. Rantai makanan berputar tanpa henti, selalu ada yang terlahir dan berpulang ke sisi Tuhan setiap detiknya. Ada kala di mana para predator begitu jaya dengan makanan yang melimpah di habitatnya. Tapi pun pasti ada saat di mana para mangsa bisa bernapas lega karena merka tak harus berurusan dengan para gigi tajam yang tiba-tiba menghilang satu per satu.


Keanekaragaman hati manusia pun menjadi sebuah roda kehidupan yang tak kalah menariknya dengan rantai makanan yang berputas semakin cepat dan tak beraturan kini. Dimensi kehidupan para pejuang hak asasi, ada kalanya begitu terasa kuat dan melekat di setiap belahan bumi ini. Akan tetapi, di waktu yang bersamaan, dimensi hidup para perusak peradaban yang berkedok pejuang kemerdekaan asasi, mulai melahap setiap semangat memperbaiki bumi secara perlahan. Pemanasan global hanyalah sedikit dari sekian banyak ulah yang dibuat oleh betapa beragamnya hati di setiap manusia ini. Sebuah keberagaman yang begitu kompleks. Jauh lebih kompleks dibandingkan keragaman agama, bangsa, suku, maupun status sosial. keragaman yang di satu sisi dapat membuat era global semakin maju, tetapi di sisi lain, kepedulian terhadap moral dan peradaban semakin purba.

Sungguh, bahwa kita benar-benar hidup di dalam sebuah dunia yang sama sekali jauh dari homogenitas. tidak ada satu pun studi ilmiah yang dapat menjelaskan secara detail berapa banyak ragam kehidupan di planet ketiga setelah Merkurius ini. Perkembangan ilmu dan teknologi setiap waktunya akan terus dan terus menambah jumlah keragaman baik secara biologi, teknik, genetik, sampai ke areal psikologis yang sampai saat ini masih terasa begitu abstrak.

Begitu sibuknya dunia ini akan sebuah keberagaman yang kompleks. Segala macam fenomena seperti perdebatan panjang akan sebuah nama spesies baru, kebijakan akan sebuah komunitas yang minoritas di sebuah negara, perselisihan atas perbedaan faham di tengah-tengah masyarakat, dan banyak hal lainnya membuat manusia disibukkan dengan banyak keberagaman.

Betapa menyenangkan bukan, memiliki keberagaman budaya di negara kita?
Betapa indah bukan, melihat begitu banyak panorama yang mempesona membentang di setiap sudut dunia?
Betapa enak bukan, ketika kita datang ke sebuah rumah makan dan menemukan bagitu banyak pilihan menu lezat yang menggiurkan?

Ya, keragaman yang seperti ini patut kita banggakan dan kita rayakan. Betapa setiap kita adalah manusia yang beruntung karena terlahir bukan dengan wajah yang serupa. Bahkan para kembar di dunia ini pun tidak berharap jumlah kembar identik mereka adalah lebih dari sepuluh. Keragaman ini patut kita syukuri. Betapa kita terlahir dengan bakat, kemampuan, dan impian yang berbeda-beda. Tidak bisa terbayangkan jika ada sebuah kehidupan di dunia ini yang dihuni oleh manusia-manusia yang semuanya berbakat dan ahli dalam bermain sepakbola. Lalu, siapa yang akan menjadi supporternya?

Akan tetapi,
Betapa sedih bukan? ketika banyak suku bertikai, karena perbedaan faham antara mereka
Betapa mengenaskan bukan? perang saudara dan intimidasi kemanusiaan merajalela karena sebuah perbedaan ambisi
Betapa kesal bukan? begitu banyak jelata berkeliaran di muka bumi, sementara para petinggi keliling Eropa dengan semua fasilitas yang didapat dari uang rakyat, karena sebuah perbedaan status sosial..?


haruskah dirayakan?

Begitu banyak konsep diversity yang muncul di setiap belahan bumi ini. Namun, banyak yang melupakan bahwa konsep persatuan adalah sebuah buffer bagi setiap keanekaragaman yang muncul agar tidak ada sebuah alasan untuk berkilah, bahwa manusia diciptakan benar-benar berbeda. The origin of species sudah lama sekali dilupakan oleh dunia keilmuan. Tapi masih saja banyak orang yang belum mengerti bahwa gen dalam tubuh kita adalah gen purba, yang sama sekali tidak berevolusi dan tidak berbeda dengan gen manusia 20.000 tahun yang lalu. Metabolisme dalam tubuh kita dalam mengenali dalam setiap benda asing yang masuk adalah sama dengan manusia pada masa Paleolitikum. Kesamaan yang amat signifikan antara manusia super modern saat ini dan manusia yang sangat purba dahulu.

Konsep sebuah negara tidak akan pernah meletakkan keberagaman sebagai tujuan utama bangsanya. Sebaliknya, seberagam apa pun sebuah negara, tetap akan mengedepankan sebuah persatuan sebagai hakikat keberlangsungan hidup bangsanya.  Konsep ini tergambar lewat motto beberapa negara di belahan dunia ini.

Malaysia: Bersekutu Bertambah Mutu : Bersatu Menjadi Kuat
Pakistan: Yaqeen-mukkam , ittihad , nizam : "Percaya diri, kesatuan, disiplin"
"Pantai Gading": Union, Discipline, Travail : "Kesatuan, Disiplin, "Kerja"
Papua Nugini: Unity in Diversity: "Kesatuan dalam Kepelbagaian"
Tanzania: Uhuru na Umoja : “Kemerdekaan dan Kesatuan”
Argentina: En Unión y Libertad : Dalam persatuan dan kemerdekaan
Belgia: Eendracht maakt macht/L'union fait la force/Einigkeit gibt Stärke : "Bersatu teguh"
Georgia : ძალა ერთობაშია! (Dzala ertobashia) : “Bersatu teguh”
Haiti: L'union fait la force : "Persatuan adlah kekuatan"
Jerman: Einigkeit und Recht und Freiheit (Unity and justice and freedom"), "Persatuan dan keadilan dan kemerdekaan"
Namibia: Unity, liberty, justice, "Kesatuan, kemderdekaan, keadilan"



dan tentu saja sebuah semboyan Bhineka Tunggal Ika, menjadi sebuah motto bangsa Indonesia yang juga mengedepankan Satu untuk keragaman yang kompleks. Dan makanya artinya adalah Berbeda-beda tapi Satu jua, bukan Satu tapi berbeda-beda.


Mari rayakan keragaman, lewat sebuah perasaan yang SATU. *mzf*

POLITIK?? sebuah kontroversi

jangan pernah jadi politikus, hanya membawa keburukan saja

jauhi dunia politik...karena itu akan membuatmu sengsara

sebuah statement yang teramat aneh. saya pikir, kesalahan terbesar dani konsep dan pernyataan ini adalah satu hal... POLITIK itu seharusnya bukanlah sebuah profesi. itu yang orang kebanyakan tidak bisa memahaminya.

terserah mau setuju atau tidak.
tapi politik bukan sebuah keprofesian. politik hanyalah sebagian dari ilmu sosial dan ilmu kehidupan.

pendidikan itu politik
sains itu juga politik
masalah pangan...juga masalah politik
dunia entertainer pun adalah sebuah perpolitikan...

kalau, bagian mana dalam kehidupan ini yang benar-benar lepas dari politik??

bahkan..anggota DPR pun BUKAN seorang POLITIKUS!!!

mereka hanya menjalankan sebuah fungsi legislasi yang berasaskan ilmu perpolitikan..dan TIDAK PERNAH.... berpiikir politik adalah keprofesian mereka.

islam sendiri pun mengajarkan adanya perpolitikan. masalahnya adalah...politik itu di cap sebagai salah satu bentuk yang tidak bagus karena pelaku nya telah menyalahgunakannya. tidak ada bedanya dengan seorang ilmuwan yang menjadi jahat karena telah menciptakan seorang virus berbahaya untuk dijadikan senjata biologis....

tolong di renungkan....( untuk kak L yang benci banget sama Kuda!!! )

PASS AUF!!! VMJ menyerang anda.....

ternyata gak cuma flu doang yang belum ketemu obatnya...bukan cuma kanker doank yang nggak ketemu penyebabnya....

saya yakin banyak yang kenal virus ini....virus mematikan yang menyebabkan penyakit :
1. sering melamun
2. suka senyam-senyum gak jelas
3. nekad
4. berantem ma' sohib
5. nggak khusyuk solat
6. telat makan
7. BOROS
8. dst

yuph...betul banget. apalagi kalo bukan si VP or lebih populer dengan nama VMJ (Virus Merah Jambu).

sebenarnya adil gak sih kalo kita nyebut sesuatu bernama cinta...yang diagungkan banyak orang ini.....
adil gak sih memvnis cinta itu sebagi virus...padahal Allah menciptakan cinta itu sebagai anugerah...bukan sebagai virus.....
lalu kenapa VMJ itu sangat populer......cinta....apa yang salah dengannya....????

bukan cintanya yang salah.....karena pada dasarnya emang cinta itu diberikan sebagai sebuah anugerah dari Allah. kalo kita nggak bisa mencintai orang lain....mana bisa kita cinta sama Allah. kalo cinta yang sepele aja kita nggak pernah ngerasin, apalagi cinta yang abadi....ya cintanya Allah...

tapi...jangan salah persepsi dengan cinta. karena ternyata dengan sentuhan yang samar-samar...para setan-setan yang kurang kerjaan berhasil menyulap anugerah itu menjadi sebuah virus yang nggak kalah keren sama Avian Flu. saking kerennya...VMJ dapat menyerang seluruh kalangan manusia dari kalangan pejabat, aktivis, anak band, sampai kalangan jembatan (maaf gak nyambung).

Please deh!!!! masa gak boleh sih suka sama orang....itu kan fitrah.
sekali lagi....setan yang kurang kerjaan itu emang berpengalaman abis dalam menggubah hal yang fitrah menjadi tercemar....dan ketika yang fitrah itu sudah tercemar maka terciptalan penyakit2 dari virus yang aneh itu.

yang setuju angkat tangan!!!!! yang gak setuju nggak usah komentar!!!!!

mulai serius nih.....

nah....ada yang bisa jelasin gak??? kenapa di kalangan aktivis...terutama aktivis dakwah sangat mewanti-wanti virus ini. kenapa kami sangat mencemaskan ekali kehadiran virus ini. kenapa kita sangat berharap virus ini ada obatnya.

gimana nggak!!!!! VMJ itu sangat sanggup membuat kita melupakan baik untuk waktu yang lama maupun sebentar bahwa kita ini milik Allah. VMJ sanggup membuat kita jadi keras kepala. VMJ mampu banget membuat ukhuwah hancur...hanya atas nama cinta. VMJ mampu menghancurkan kepercayaan banyak orang. VMJ mampu memfuturkann iman. VMJ mampu membelokkan niat...baik niat ibadah maupun dakwah. VMJ mampu membuat jurang keraguan. VMj mampu merubah kebaikan menjadi kemudaratan. VMJ mampu membuat apa yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. VMJ mampu membuat orang buta. VMJ pun amat mampu menciptakan PERANG. jadi siapa yang masih gak setuju kalo VMJ itu masalah yang sama sekali gak sepele???

padahal cinta itu diciptakan untuk melunakkan seseorang...untuk menciptakan perdamaian...untuk mempererat ukhuwah.....untuk menuju cinta Allah...untuk membuka kacamata husnuzan yang sudah lama tertutup...untuk mendapatkan perjuangn yang lebih nyata.
tapi kenapa berjalan sebaliknya???

ah...gw gak ngerasa kayak gitu kok. biasa-biasa aja. gw sama dia tetep tau batasan.

orang yang kena VMJ.....dia nggak peduli apa kata temen2nya...dia udah kebal ama sindiran2 segala macem. dia tetep kekeh sama keputusannya untuk melanjutkan kisah VMJnya.

tapi gw kan gak pacaran......

VMJ di kalangan aktivis kebanyakan memang nggak mau merealisasikanny dalam bentuk pacaran. tapi lebih jauh dari itu....masalah pernikahan. yang bisa jadi hal itu bru terwujud 3 atau 4 tahun kemudian. sementara jangankan 2 tahun...dalam temp 3 hari aja...perasaan manusia bisa berubah drastis lo!!!

hati2 sama caranya setan memperlihatkan keahliannya dalam hal ini. antum mungkin gak pacaran...sama sekali gak mau dibilang pacaran...ketemu juga selalu ada hijab yang ngebatasin...nggak pernah jalan berdua...cuma sebatas sms...telpon dan email. kasih semangat untuk ibadah....dsb. trus...apa bedanya sama orang pacaran???? kalo ketemu gak pernah berdua?? kalo ngobrol selalu ada hijab??? berarti pacaran jarak jauh dibenarkan donk!!!! kan cuma bisa sms, telpon dan email aja. bedanya cuma antum gak ketemu karena hijab tapi mereka gak katemu karena jarak. yang lainnya???

VMJ. inget deh kata2 itu. kalo emang serius...langsung aja ngomong ke ortu...bikin undangan...nikah deh. taaruf gak sampe harus telpon2an, kirim email dan sms-an kan.
tapi kalo kita memberi ruang untuk VMJ itu berkembang tanpa di luruskan oleh syariat islam alias pernikahan.....jangan kegt kalo sekeliling anda jadi berubah. sahabat2 yang selalu ngingetin tapi kitanya gak nyadar-nyadar bisa jadi menghindar dari anda.bukan untuk menghakimi...tapi untuk membiarkan anda sadar sendiri. jatuhnya....kita or anda r antum or apalah jadi mengikrarkan ketidaksukaan anda terhadap teman2 antum itu.

makanya....kalo gak mau ukhuwh ancur...kalo gak mau ibadahnya gak lillahita'ala....kalo nggak mau hatinya terkotori...jangan bermain dengan cinta sehingga lahirlah VMJ yang mematikan dan tak ada obatnya itu.

ane bangga sama beberapa temen ane yang bisa memelihara diri dari cinta yang dirasakanny sehingga tak ada perkembangan VMJ yang akut maupun kronis

dan ane berduka cita banget buiat orang2 yang ane kenal yang nggak bisa mengendalikan VMJ itu dalam batsan yang masih bisa diatasi. ane harap mereka tidak mengalami penyesalan yang mendalam. bukan hanya penyesalan karena telah terjangkit VMJ begitu dalam...tapi juga penyealan karena nggak mau mendengarkan peringatan dari sahabat-sahabatnya. dan ane harap ketika ujian itu datang pada ane.....teman2 dan sahabat2 ane masih selalu mengingatkan ane. karena ane sangat percaya sama mereka.

saat persahabatan terancam karena cinta...hati-hati....VMJ sedang menyerang anda!!!!

khusus gw tulis buat dua orang ikhwan yang sedang terkena VMJ akut...yang nggak ada di fs gw. untuk ikhwan 1.....sadarlah kalau sebenarnya kami semua berduka,jangan berubah karena cinta....untuk ikhwan 2.....TOBAT DULU>>>BARU MIKIRIN NIKAH> SOLAT AJA BELON BENER!!!!!!! dan untuk kalian berdua.....belum saatnya untuk katakan cinta.....




January 17, 2007