Satu... untuk sebuah Keragaman

Orang yang melihat perbedaan, ia akan menemui perselisihan
Orang yang dapat melihat kesamaan, maka ia akan menemukan sebuah PERSATUAN



Keanekaragaman hayati membuat kehidupan di bumi ini menjadi bervariasi. Rantai makanan berputar tanpa henti, selalu ada yang terlahir dan berpulang ke sisi Tuhan setiap detiknya. Ada kala di mana para predator begitu jaya dengan makanan yang melimpah di habitatnya. Tapi pun pasti ada saat di mana para mangsa bisa bernapas lega karena merka tak harus berurusan dengan para gigi tajam yang tiba-tiba menghilang satu per satu.


Keanekaragaman hati manusia pun menjadi sebuah roda kehidupan yang tak kalah menariknya dengan rantai makanan yang berputas semakin cepat dan tak beraturan kini. Dimensi kehidupan para pejuang hak asasi, ada kalanya begitu terasa kuat dan melekat di setiap belahan bumi ini. Akan tetapi, di waktu yang bersamaan, dimensi hidup para perusak peradaban yang berkedok pejuang kemerdekaan asasi, mulai melahap setiap semangat memperbaiki bumi secara perlahan. Pemanasan global hanyalah sedikit dari sekian banyak ulah yang dibuat oleh betapa beragamnya hati di setiap manusia ini. Sebuah keberagaman yang begitu kompleks. Jauh lebih kompleks dibandingkan keragaman agama, bangsa, suku, maupun status sosial. keragaman yang di satu sisi dapat membuat era global semakin maju, tetapi di sisi lain, kepedulian terhadap moral dan peradaban semakin purba.

Sungguh, bahwa kita benar-benar hidup di dalam sebuah dunia yang sama sekali jauh dari homogenitas. tidak ada satu pun studi ilmiah yang dapat menjelaskan secara detail berapa banyak ragam kehidupan di planet ketiga setelah Merkurius ini. Perkembangan ilmu dan teknologi setiap waktunya akan terus dan terus menambah jumlah keragaman baik secara biologi, teknik, genetik, sampai ke areal psikologis yang sampai saat ini masih terasa begitu abstrak.

Begitu sibuknya dunia ini akan sebuah keberagaman yang kompleks. Segala macam fenomena seperti perdebatan panjang akan sebuah nama spesies baru, kebijakan akan sebuah komunitas yang minoritas di sebuah negara, perselisihan atas perbedaan faham di tengah-tengah masyarakat, dan banyak hal lainnya membuat manusia disibukkan dengan banyak keberagaman.

Betapa menyenangkan bukan, memiliki keberagaman budaya di negara kita?
Betapa indah bukan, melihat begitu banyak panorama yang mempesona membentang di setiap sudut dunia?
Betapa enak bukan, ketika kita datang ke sebuah rumah makan dan menemukan bagitu banyak pilihan menu lezat yang menggiurkan?

Ya, keragaman yang seperti ini patut kita banggakan dan kita rayakan. Betapa setiap kita adalah manusia yang beruntung karena terlahir bukan dengan wajah yang serupa. Bahkan para kembar di dunia ini pun tidak berharap jumlah kembar identik mereka adalah lebih dari sepuluh. Keragaman ini patut kita syukuri. Betapa kita terlahir dengan bakat, kemampuan, dan impian yang berbeda-beda. Tidak bisa terbayangkan jika ada sebuah kehidupan di dunia ini yang dihuni oleh manusia-manusia yang semuanya berbakat dan ahli dalam bermain sepakbola. Lalu, siapa yang akan menjadi supporternya?

Akan tetapi,
Betapa sedih bukan? ketika banyak suku bertikai, karena perbedaan faham antara mereka
Betapa mengenaskan bukan? perang saudara dan intimidasi kemanusiaan merajalela karena sebuah perbedaan ambisi
Betapa kesal bukan? begitu banyak jelata berkeliaran di muka bumi, sementara para petinggi keliling Eropa dengan semua fasilitas yang didapat dari uang rakyat, karena sebuah perbedaan status sosial..?


haruskah dirayakan?

Begitu banyak konsep diversity yang muncul di setiap belahan bumi ini. Namun, banyak yang melupakan bahwa konsep persatuan adalah sebuah buffer bagi setiap keanekaragaman yang muncul agar tidak ada sebuah alasan untuk berkilah, bahwa manusia diciptakan benar-benar berbeda. The origin of species sudah lama sekali dilupakan oleh dunia keilmuan. Tapi masih saja banyak orang yang belum mengerti bahwa gen dalam tubuh kita adalah gen purba, yang sama sekali tidak berevolusi dan tidak berbeda dengan gen manusia 20.000 tahun yang lalu. Metabolisme dalam tubuh kita dalam mengenali dalam setiap benda asing yang masuk adalah sama dengan manusia pada masa Paleolitikum. Kesamaan yang amat signifikan antara manusia super modern saat ini dan manusia yang sangat purba dahulu.

Konsep sebuah negara tidak akan pernah meletakkan keberagaman sebagai tujuan utama bangsanya. Sebaliknya, seberagam apa pun sebuah negara, tetap akan mengedepankan sebuah persatuan sebagai hakikat keberlangsungan hidup bangsanya.  Konsep ini tergambar lewat motto beberapa negara di belahan dunia ini.

Malaysia: Bersekutu Bertambah Mutu : Bersatu Menjadi Kuat
Pakistan: Yaqeen-mukkam , ittihad , nizam : "Percaya diri, kesatuan, disiplin"
"Pantai Gading": Union, Discipline, Travail : "Kesatuan, Disiplin, "Kerja"
Papua Nugini: Unity in Diversity: "Kesatuan dalam Kepelbagaian"
Tanzania: Uhuru na Umoja : “Kemerdekaan dan Kesatuan”
Argentina: En Unión y Libertad : Dalam persatuan dan kemerdekaan
Belgia: Eendracht maakt macht/L'union fait la force/Einigkeit gibt Stärke : "Bersatu teguh"
Georgia : ძალა ერთობაშია! (Dzala ertobashia) : “Bersatu teguh”
Haiti: L'union fait la force : "Persatuan adlah kekuatan"
Jerman: Einigkeit und Recht und Freiheit (Unity and justice and freedom"), "Persatuan dan keadilan dan kemerdekaan"
Namibia: Unity, liberty, justice, "Kesatuan, kemderdekaan, keadilan"



dan tentu saja sebuah semboyan Bhineka Tunggal Ika, menjadi sebuah motto bangsa Indonesia yang juga mengedepankan Satu untuk keragaman yang kompleks. Dan makanya artinya adalah Berbeda-beda tapi Satu jua, bukan Satu tapi berbeda-beda.


Mari rayakan keragaman, lewat sebuah perasaan yang SATU. *mzf*

Pesona Karimun Jawa

Aku tidak akan pernah mengira akan berada di tempat ini. Setelah sekian lama hidup di tengah kebisingan kota, kemacetan warna-warni angkutan umum, kepenatan yang ditimbulkan oleh polusi yang merajalela, setidaknya menghirup udara segar di pulau sebrang membuat seluruh sel-sel dalam tubuhku menemukan semangatnya kembali. Meski harus menghitam karena efek sunburn yang begitu kuat, tapi semua pesona yang telah kudapatkan tak akan pernah menorehkan sedikit penyesalan.

Ini adalah kisahku di sebuah pulau yang baru setahun lamanya booming  sebagai salah satu tepat wisata yang paling diincar di Indonesia. Membutuhkan waktu enam jam dengan kapal ferry untuk mencapai darmaga tempat yang termasuk Kabupaten Jepara, Jawa Tengah jika berangkat dari pelabuhan tempat kelahiran R.A Kartini itu.

Saran keberangkatan dengan kapal ferry: Yakinkan bahwa Anda bisa mendapatkan tiket kelas VIP yang hanya berbeda sekian puluh ribu itu dengan tiket ekonomi jika Anda ingin merasa baik-baik saja selama enam jam perjalanan dengan cuaca yang sangat bagus. tapi jika tidak bisa mendapatkannya, datanglah lebih awal untuk mendapatkan posisi duduk yang menguntungkan. Anda juga bisa menikmati perjalanan cepat lewat jalur semarang atau bahkan dengan jalur yang super cepat yaitu lewat transportasi udara. Pada intinya tempat yang saya maksud dan telah membuat saya jatuh cinta karena keindahannya adalah terjangkau oleh apa pun status Anda.

Nama tempat itu adalah Karimunjawa yang merupakan kepulauan di Laut Jawa Dengan luas daratan ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar


Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. (mungkin ini asal-usul nama ferry yang membawa saya dan ke teman-teman ke tempat itu untuk yang pertama kalinya). Karena tampak "kremun-kremun" atau samar-samar maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun. Rasanya cocok dengan nama ini karena perjalanan yang cukup lama untuk tiba di sana.

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. dan sudah kira-kira setahun tempat ini menjadi incaran parawisata oleh wisatawan asing dan domestik. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Pesona bawah laut merupakan pesona utama yang ditawarkan oleh kepulauan ini. Kepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan. Bahkan, saat berada di salah satu pulau yang saya lupa namanya, terumbu karang yang sangat indah dapat  terlihat jelas di atas permukaan laut.

nb: foto ini saya ambil sendiri dari atas permukaan

 

Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus. Yah..mungkin ini salah satu bedanya wisata karimunjawa dengan wisata pulau dewata. Tempat  ini adalah surga buat para penyelam tapi bukan tempat yang cocok buat peselancar. Akan tetapi, Pasir putih yang membentang di semenanjung pantai bersih nan indah merupakan daya tarik yang luar biasa dan tak akan pernah terlupakan.

 


Scenery di gambar samping adalah salah satu sudut pulau cilik. konon di tempat ini cuma di huni satu orang nenek-nenek dengan sebuah gubuk. Bisa dilihat bahwa ada tiga gradasi warna yang dapat kita saksikan dari pulau ini, yaitu warna putih dari pasir pantai yang bersih, warna biru muda dari tepi pantai dan warna biru tua yang menggambarkan laut yang agak dalam. Menuju pulau-pulau di sekitar pulau utama hanya menggunakan perahu nelayan, dan percayalah, rasanya menyenangkan. Bahkan ada sebuah perjalanan saat lautan cukup beromba k. Saat itu, duduk di bagian terdepan kapal merupakan pilihan yang tepat karena kita dapat merasakan ayunan kapal yang naik turun seraya bermain di Kora-kora yang terdapat di dufan, dengan tambahan cipratan air. benar-benar memacu adrenalin."Dufan Gratiiiis" begitulah salah satu seruan teman-tean yang merasakan peristiwa berayun di atas ombak di tengah lautan yang saya maksud.

Beberapa penangkaran, seperti penangkaran hiu juga dijadikan obyek wisata yang ditawarkan kepulauan ini. salah satunya terdapat di pulau menjangan (saya lupa menjangan yang mana). di tempat itu, teman-teman saya sedikit mengusik kediaman para hiu kecil dengan berenang di tempat yang sama dengan mereka. Mereka pun sempat mengambilkan bintang laut yang besar untuk saya dan teman-teman yang lain.

Bicara tentang laut, bicara tentang pantai. Kurang rasanya jika tidak menyebut-nyebut tentang salah satu panorama alam yang identik tentang romantisme. Yup...sunset merupakan incaran para wisatawan yang cukup ditunggu. Untuk para penulis, sepertinya tepat ini sangat cocok sebagai pembangun inspirasi novel-novel roman yang segar.


nb : semua ini saya foto sendiri lho...menyenangkan ternyata mengambil pesona seperti ini dengan tangan sendiri

Di sisi yang bertolak  belakang dengan pelabuhan, adalah sudut pulau karimun yang dapat menyuguhkan pesona sunrise. Sayangnya, waktu kami ke sana, awan memenuhi garis cakrawala yang terbentang sehingga hanya dapat melihat kemilau sinar yang indah. Namun, sesuai dengan  namanya, Pantai Nirwana, tempat ini menyuguhkan panorama alam yang tak kalah indah di bandingkan sudut pulau lainnya.


Pernah merasakan sholat di atas pantai pasir putih yang bersih dengan angin yang menyejukkan hati. Itulah yang kami lakukan di tempat bernama Tanjung Gelam. Saya merasakan suasana yang syahdu karena kita di hadapkan dengan sebuah penciptaan yang luar biasa saat berhadapan dengan Sang Pencipta. Mohon maaf karena gabarnya belum bisa ditampilkan. Tapi Tanjung Gelam erupakan tempat denga panorama pantai yang juga luar biasa. terdapat banyak karang besar namun pantai tetap landai. dari tempat ini juga dapat disaksikan secara langsung peristiwa tenggelamnya sang raja siang di ufuk barat.


Gosong bukan merupakan sebuah pulau. Tapi krena 'bukan pulau' itulah yang menjadikan tempat ini menarik. rasanya dari jauh, Anda akan melihat sesorang berjalan di atas lau. Tapi sebenarnya orang ini berjalan di atas dataran Gosong yang terendam oleh laut. Tempat ini terlihat seperti tumpukan pasir di tengah lautan. Benar-benar unik dan saya tak akan pernah melupakan tempat yang indah itu. Satu lagi pesona wisata karimunjawa yang tidak dapat ditemukan di tempat lain (mungkin).

Tidak hanya menemukan pemandangan yang benar-benar baru. Silahkan secarhing di google atau di mana pun tentang hewan (benerean hewan lho) yang satu ini. Tapi saya pun sulit menemukannya. Namanya adalah batu bintang (yah..orang sana biasa menyebutnya seperti itu). Bagi yang tahu nama latinnya, pasti akan sangat menolong sekali. Tapi tidak berbeda dengan terumbu karang lainnya, hewan ini adalah hewan yang hidup yang saat ia mati akan mengeras seperti karang. Cuma ingat satu hal, hewan-hewan yang saya sebutkan kecuali cumi-cumi, semua masuk ke dalam Fylum Echinodermata. Dan bulu  babi yang saya lihat di sana bukan hanya yang berwarna hitam lho. Sewaktu lagi sholat, di atas sebuah rumah panggung, terlihat pesona hewan-hean tersebut saat saya sedang sujud. Subhanallah. Benar-benar indah.


Gambar pertama adalah batu bintang yang masih bernyawa. Gambar kedua adalah batu bintang yang sudah mati dan gambar keiga adalah batu bintang dewasa yang sudah mati. Batu bintang dan hewan seperti terumbu karang itu bernyawa, makanya tidak boleh disakiti. Selamatkan terumbu karang!!! Saat kami snorkling, guide kami pun dengan sangat mudah menunjukkan bulu babi yang besar dengan tangan kosong (hati-hati dengan hwan ini, meskipun bisa dimakan dan katanya enak, tapi racunnya cukup menyakitkan jika tertusuk), menunjukkan kepada kami sesuatu yang dinamakan bulu ayam (gambarnya tidak sempat diambil), dan menunjukkan pula cumi-cumi yang cukup besar. Rasanya menyenangkan. Satu hal yang kami ketahui adalah, Don't Take anything from Karimunjawa except Photos!! Jadi, semua hal yang ditangkap, harap dikembalikan ke tempatnya setelah puas berfoto dengannya. ^^

Begitulah perjalanan saya dan teman-teman Food Scientist and Technologist angkatan 44 akhir agustus lalu. Benar-benar tidak terlupakan. Ada satu lagi yang membuat saya terdecak kagum. Kepulangan kami dengan Kamp. Muria di antar sejenak oleh seekor lumba-lumba cantik berwarna kelabu. (Sebelumnya teman saya juga sudah meliht beberapa saat perjalanan menuju kepulauan, bukah hanya lumba-lumba. tapi juga hiu katanya!!). Saya sering sekali melihat lumba-lumba beraksi di Ancol, tapi melihat mamalia air lucu yang jinak terhadap manusia itu berenang dan melompat di atas laut biru indah dengan bebasnya, rasanya.......benar-benar menyenangkan. Sejak hari itu, saya jadi penggemar lumba-lumba yang bebas di lautan yang luas.

nb : karena untuk bisa memotret hewan ini sehingga seperti ini adalah pekerjaan seorang profesional, maka saya berbaik hati untuk tidak melakukannya dan ini adalah satu-satunya foto yang saya download dari internet (haha. memang saya yang tidak bisa melakukannya kok....). Tapi, ini benar-benar sudut pandang, posisi, dan jenis lumba-lumba yang benar-benar saya lihat saat itu. Indah dan cantik.....

Anda suka laut dan ingin melakukan perjalanan bahari yang tidak biasa?
Rindu bermain dengan pasir pantai yang putih?
Ingin menyaksikan langsung pesona bawah laut yang benar-benar menakjubkan?
Ingin menemukan sesuatu yang benar-benar baru, nyata, dan hidup?

Saya merekomendasikan tempat ini bagi Anda yang mengaku suka traveling...

Special Thanks : Panitia Fieldtrip ITP 44, teman-teman ITP 44, dan Duta Karimun

nb: mohon maaf jika ada salah kata dan kekurangan informasi maupun kesalahan. Salam dunia pangan!!!

Tempat ternyaman

Aku suka sekali tempat ini.
pemanasan global yg smakin terasa di Kabupaten Bogor tidak mengurangi sama sekali kesejukannya.

Lantai tiga al hurriyah.

Dari tempat ini, sering kali terdengar kicau burung, dan suara angin. Seakan2 tidak sedang hidup d kota seribu angkot yang sesak.
Penat dan lelah akibat padatnya aktifitas akademik dan kelembagaan luntur seketika tatkala merasakan sujud yg teduh di atas keramik coklat yg berkilau bagai kaca (good job buat yg rajin ngebersihin.hehe).

Di berbagai sudut langit2, porselen bertuliskan lafadz ALLAH seakan2 menyinari setiap doa2 yg terlantunkan. Kubah dari bangunan ini bukanlah tercipta dari emas,tapi aku bisa rasakan kemegahan cahaya islam di dalamnya. Permadani mewah juga tidak menghiasi lantai tempt ini,tapi aku tahu persis bahwa siapa pun bisa terlelap nyenyak krn kenyamanan tmpt ini.

Ha,ceritaku tidak selesai sampai sini. Kuperkenalkan tempat ini, lantai tiga al huriyah. Tempat yg paling kurindukan saat ramadhan tiba. Kalau saja tdak dibatasi jam malam, rasanya ingin sekali tenggelam dalam syahdu di setiap malam ramadhan.

Aku bukan aktivis masjid seperti SMA dulu. Tapi, aku bisa kapan pun datang ke tempat ini. Mengembalikan energi2 positif yang sering kali hilang oleh dinamika kampus yang semakin rumit.

Hal yang ingin kuberitahukan kepada kalian adalah.....
ketika Bogor tidak memberimu ruang untuk bernapas tanpa polusi dan sengatan panas,
ketika IPB tidak memberimu ruang untuk merefreshkan diri dari beban studi yang semakin berat,
ketika aktifitas kampus tidak lagi memberimu ruang untuk melemaskan otot2 yg semakin tegang oleh amanah yang bertubi-tubi,
ketika semua temanmu terlalu sibuk untuk memberimu ruang bercerita, datanglah ke tempat ini dan percayakan padanya untuk membantumu seperti terlahir kembali.

Kok bisa? Jelas saja, tempat ini sudah menjadi saksi nyata dan menjadi tabungan air mata taubat dan perasaan ikhlas dari ribuan doa dan sujud dari hamba ALLAH. Di tempat ini, tertampung semangat2 dakwah dan jihad yang tak pernah mati. Di tempat ini pula, kalimatullah tak pernah sepi untuk terlantunkan.
Dan dari tempat ini,kerinduan kita akan masjidil haram akan semakin bertambah. Sungguh, tidak ada yang lebih baik dari rumah ALLAH untuk menyelamatkan diri dari tumpukan energi negatif dari kita yang lemah ini.

Cintailah masjid, ramaikanlah ia. Niscaya dia pun akan selalu tersenyum padamu

aku tidak akan pernah kehilangan langkahku

Nick Santonastasso, anak yang berbakat,Ia dapat bermain drum dan piano, telah menguasai dua jenis skateboards dan sedang mempelajari bagaimana cara cara berenang. Nick bahkan memenangkan suatu kontes seni New Jersey untuk suatu gambar poster yang menarik.“Aku harus mampu seperti yang dilakukan oleh orang lain” kata Nick kepada ABCNEWS.COM. Ketika ditanyakan bagaimana dia bermain skateboard tanpa kaki, dengan sederhana Nick Santonastasso menjawab “Aku hanya melompat ke atas.”


Oscar Pistorius, pelari Afrika Selatan, penyandang medali perak dan perunggu Paralympics (Olimpiade Penyandang Cacat) 2004. Oscar Pistorius, seorang sosok yang optimistik. Dia membuat sendiri slogannya sebagai "Yang Tercepat, Tanpa Kaki". Dan bersemboyan "Anda tidak mampu bukan karena ketidakmampuan Anda, tapi Anda mampu karena kemampuan yang Anda miliki". Jika seorang Oscar Pistorius mampu melaju secepat kilat dan mengatasi keterbatasannya, tentu tidak ada alasan buat kita untuk mencari-cari alasan dan keterbatasan kita. Kita harus mampu melaju dengan kemampuan kita.


Ratih Kumala Dewi, seorang wanita sempurna secara fisik. ia bisa berlari, sejauh apa pun yang ia mau. ia dapat berjalan, menuju tempat mana pun yang ia inginkan. suatu saat, ia merasa dirinya stagnant, tetap pada pergerakan yang sama, jalan di tempat kalau kata orang. rasa sakit membuatnya terhenti dan terlalu lama berpikir. hanya berpikir. Terkadang menangis karena rasa sakit itu, meskipun selanjutnya ia menyesal kenapa harus ada air mata yang keluar. kalau bukan karena rasa sakit, iaa terhenti karena rasa tak mampu. Tak mampu berdiri menyambut hari dan sejuta amanah di setiap jamnya. Tak mampu berlari untuk menyambut semua mimpi yang sudah terlanjur terukir yang telah membuatnya jatuh berkali-kali hingga ia tak mau terjatuh lagi.

Ia bukan Nick, Ia bukan pula seorang Oscar. Ia masih bisa berlari, ia bisa pergi ke mana pun ia mau. Ia bukan Manusia Tanpa Kaki. lalu..tak malukah ia dengan mereka? di saat ada rastusan Nick dan ratusan Oscar di dunia ini meraih mimpi-mimpinya, ke mana Ia dengan nikmat ALLAH yang begitu luas yang melekat di seluruh kehidupannya. ke mana rasa syukur yang harusnya melebihi manusia-manusia inspiratif itu...?

Pertanyaan besarnya, Ke mana akan dilanjutkan Langkahnya??

setiap hembusan yang didapat adalah kesempatan
setiap berkas sinar yang terpantulkan menjadi warna-warna indah di balik retina mata adalah kekuatan

kesempatan dan kekuatan untuk melangkah lebih jauh.....

karena seberapa jauh langkah kita, tidak pernah diukur dari jauhnya berlari kita dengan kedua kaki kita
karena banyaknya tempat yang kita singgahi, tidak pernah diukur dari seberapa kuat kita berjalan

maka.....manusia itu, manusia yang masih bisa berjalan dengan kedua kaki itu bergerak kembali dalam kehentiannya.....
"Aku Tidak Akan Pernah Kehilangan Langkahku"......

saat kita terjatuh...dan hanya diam saja....kunamakan itu PUTUS ASA
saat kita terjatuh...lalu bangkit dengan segera, tak peduli meski pun harus terjatuh lagi...kukenal itu sebagai KEGIGIHAN.
maka...BERGERAKLAH...karena tanpa itu, kita tak akan pernah dapat BANGKIT dari RASA SAKIT

Terima Kasih Semut Merah

dari 19 Desember 2009 :


di sini kita pernah bertemu
mencari warna seindah pelangi
ketika kau mengulurkan tanganmu
membawaku ke daerah yang baru
dan hidupku kini ceria........
kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku
kepadamu teman, tanda ikatan ukhuwah
kan bersimpul padu...
kenangan bersamamu
tak kan kulupa walau badai datang melanda
walau bercerai jasad dan nyawa

mengapa kita ditemukan
dan akhirnya kita dipisahkan
mungkinkan menguji kesetiaan, kejujuran, dan kemanisan iman
Tuhan berikan aku kekuatan
.......


-Brother, untukmu teman-

ini adalah salah satu lagu yang selalu membuat ratih teringat dengan B15, kelas TPB tercinta yang gak akan terlupakan seumur hidup. bahkan, masa2 gak penting bersama mereka bisa mendadak menjadi jauh lebih terkenang dibandingkan pengalaman pertama menginjakkan kaki di GWW sebagai mahasiswa IPB.

lagu ini juga yang membuat ratih selalu teringat, akan keberadaan teman2 di SMA. tentang laskar Bahrul Ulum yang tak tergantikan oleh apa pun di dunia ini, tempat ratih pertama kali mengerti arti keberadaan ratih di dunia ini.

bersama mereka semua, ratih pernah mengalami hari-hari yang luar biasa. berlari bersama, tertawa bersama, menangis, terjatuh dan terbangun lagi. bersama mereka, ratih menemukan tangan2 yang selalu terulur, senyum yang selalu merekah hanya untuk menghapuskan segala penat pada setiap pagi yang hampir selalu ada. indah bukan...ketika dapat menemukan mereka yang menyatakan kesediaannya untuk tetap menjadi sahabat walaupun harus.......berpisah.

Perjalanan selama satu tahun di BEM Fateta ini bukan hal yang lurus lurus saja. Akan ada saat di mana kita merasa sendirian, tertinggalkan, kehilangan, tertekan, marah, kesal, bahkan sesekali ingin rasanya berteriak dan menghancurkan sesuatu. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa di satu sisi, banyak saat di mana kita merasakan perjuangan bersama yang indah, memiliki teman2 yang telah terseleksi dan terbukti secara nyata kesetiaannya pada kebersamaan ini, ada kalanya kita merasa semangat ini begitu tinggi, bahkan terlalu tinggi sehingga seluruh pagi terasa begitu indah. Atau, ada kalanya juga di mana kita merasa bahwa langkah ini begitu tepat meski pun harus terasa sakit, harus bercucur keringat, harus berkali-kalli terjatuh, tapi senyum di sekitar kita menghapuskan semuanya.

Well….buat BPH yang selalu semangat mengkondisikan kami semua…semut-semut nakal, Buat K Randi denga perjuangannya, buat K Ajias, K Oni, dan Dati dengan semangat yang tanpa lelah, buat reza dengan garingnya (ha ha..piss za), buat Kak Erlin dan Kak Henry dengan semua nasihatnya. Gut Danke…..ich liebe ihr (ha ha…kayakanya salah nih bahasa).

Buat pejuang keuangan, Biker, tuk Kak Tya dan Kak Ade,terinspirasi banget sama semangat dan senyum kalian(maju terus ya kak Red’s co nya….oke dah buat bang ojak, adi, dkk)

PSDM dengan segala aktivitasnya yang padat, salut deh pokoknya. Meski pun harus kehilangan kak Risma, tapi masih ada Ichank kan??pejuang banget dah si ichank di tengah anak2 kayak Imam, Herga, Ismet, ka Nurwan, dkk (he he piss…..)Haha.

Buat Sarah, Kak Arif dan anak2 advokasi lainnya(suhe,k azis, k widya, bener2 power ranger), beserta anak2 soskemas di bawah pimpinan ka Tika yang penuh semangat dan kak Winda yang total abis pergerakannya( he he), kepedulian kalian kepada anak2 fateta benar2 hebat. 4 jempol dah pokoknya…he he

Hubeks…dengan Kak Aria yang di akhir2 ini seperti single parent, dengan melihat semangat ichad dan rima dan anak2 lainnya tetap membuat ratih salut. You’r the best dah pokoknya. Red’s go ke UI tuh oke banget pokoknya, gak terlupakan. tanx buat websitenya juga yang oke!!

Dan untuk pemikiran yang hebat, buat Kak Pandu dan anak buahnya,sinta, ka gonggo, k ipul, k nana, dan kyo (mau disebut apa? Pejuang legislative atau penggemar eksekutif?he he)

juga untuk pejuang2 agroteknologi di Agritech dengan semangat tanpa henti dari Rahman dan Oki. Dan dari anak2 lainnya tentunya.Salut. Salut. Bersyukur banget bisa kenal kalian.

Dan secara khusus, rasa salut ini, rasa terima kasih ini, dan rasa syukur ini untuk anak2 gokil yang menemani hari2 di BEM penuh segala macam rasa nano nano. K Muthi, K Nyez, K Devina, K Yos, Ipunk, Atsenk, Banu, Pandu, Riza, Andri. Enta harus berkata apa….terlalu sulit untuk diucapkan (he he)
O iya…..lupa, buat anak2 BEM Muda juga. Hmm………dengarkan kata hatimu nak…..do the best, di mana pun berada, yang penting kontributif dan amanah. He he(so tua banget yee….)

Harus kukatakan bahwa perjalanan ini tidak semuanya menyenangkan, tapi dengan bangga kukatakan bahwa perjalanan di BEM Fateta benar2 tidak tergantikan, tidak akan terlupakan.

Kusimpulkan bahwa perjalanan ini begitu indah, dengan semua masalah yang dihadapi, dengan semua ujian dan tantangan yang ada. Karena kita tahu…..masalah itu ada untuk mendewasakan kita.
Dan inilah yang harus benar2 ratih katakan. Bahwa ratih sungguh berterimakasih atas segala yang telah BEM Fateta berikan : pengalaman yang hebat, teman2 yang luar biasa, masa-masa yang menyenangkan.

Dan ketika mendengar lagu Untukmu Teman, absolutely, nama Semut Merah akan ada dalam setiap lirik lagu itu (lebay mode on).



Yah...sekarang, aku akan menlanjutkan langkah ini bersama Merah Saga dan pasukannya, estafet perjuangan sudah dimulai....

MERAH SAGA…….sebuah nama untuk perjuangan kami……

ini adalah deskripsi panjang tentang nama kabinet BEM FATETA 2010 :

Untuk beberapa orang, mungkin ada yang baru saja mengenal istilah ini. Kalau dalam bahasa inggris, Merah Saga itu adalah Bright Red (jadi…bukan Saga Red ya….). warnanya….adalah benar2 merah Fateta (karena merahnya kita itu bukan Merah hati, merah maroon, apalagi merah muda kan….). So, dengan kata lain, nama MERAH SAGA adalah identitas kita yang kental dengan Fateta. tidak perlu berpikir dan mempertanyakan terlalu lama MERAH SAGA itu kabinetnya siapa, karena sekali dengar pasti tahu kalau itu miliknya Fateta…..

Filosofis biji Saga :

Biji saga adalah biji berwarna merah, yang kecil dan memiliki tekstur yang kuat, dan tidak untuk dimakan. Mengapa Saga? mengapa harus biji saga? Teman2, biji saga itu memiliki perjuangan yang sangat hebat untuk hidupnya. Meski harus tertiup anging yang kencang, jatuh dari pohonnya, bahkan tak jarang terinjak, tapi warna merahnya yang membara itu tak pernah pudar. Kulitnya sulit untuk diretakkan. Ini sangat filosofis sekali karena Fateta pun tak akan pernah mau memudarkan warnanya, melunakkan semangatnya, hanya karena ancaman, dan beribu-ribu kecaman yang datang bukan?

Biji Saga itu, ada di mana-mana. Berpencar…..tetapi, mereka tetap biji Saga. Warna merah mereka homogen. Dan apa pun habitatnya, orang-orang tetap mengenalnya sebagai biji Saga. Kita pun demikian. Mobilitas anak2 Fateta, anak2 BEM Fateta sangat tinggi. Tetapi, di mana pun kita berada, bagaimana pun aktivitas kita, sejauh apa pun kesuksesan kita, identitas sebagai mahasiswa Fateta tidak akan pernah lepas, karena sudah melekat begitu erat, seperti melekatnya warna merah pada biji Saga maka merah Fateta pun adalah identitas kita.

Akronim SAGA :

Tahun solidaritas. Begitulah katanya kekuatan Fateta tahun ini. Sinergisitas dengan HIMPRO dan LK lainnya adalah titik temu kita untuk tahun solidaritas tersebut. Maka nama SAGA bisa berarti SAtu GerAkan, SAtu GebrAkan, SAtu GrAtifitasi, SAtu GenggAman, sAtu GAgasan.

Salam MERAH SAGA…..

A Real Friend

Anyone can stand by you when you are right, but a Friend will stand by you even when you are wrong...


A simple friend identifies himself when he calls. A real friend doesn't have to.

A simple friend opens a conversation with a full news bulletin on his life. A real friend says, "What's new with you?"

A simple friend thinks the problems you whine about are recent. A real friend says, "You've been whining about the same thing for 14 years. Get off your duff and do something about it."

A simple friend has never seen you cry. A real friend has shoulders soggy from your tears.

A simple friend doesn't know your parents' first names. A real friend has their phone numbers in his address book.

A simple friend hates it when you call after he has gone to bed. A real friend asks you why you took so long to call.

A simple friend seeks to talk with you about your problems. A real friend seeks to help you with your problems.

A simple friend, when visiting, acts like a guest. A real friend opens your refrigerator and helps himself.

A simple friend thinks the friendship is over when you have an argument. A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a fight.

A simple friend expects you to always be there for them. A real friend expects to always be there for you

PERBEDAAN PERSEPSI

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi
semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut
karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik
becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak
pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum
matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."

"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan
sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di
tangan anda.

'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'

www.lautanindonesia.com

Rasa Bersalah Dan Kerinduan

Telah lama aku pergi menggalkan semuanya
sendiri.....
terpisah....

jauh mengejar mimpiku saja

seakan tak pernah peduli jiwa-jiwa yang pernah bermain bersama

rasa bersalahkah ini?? atas langkah yang hilang bertahun2 lamanya
atas pkebersamaan yang tak kunjung ada
atas masa lalu yang terlupakan begitu saja

ataukah hanya sekedar kerinduan....?
karena bertahun lamanya tak menatap senyum dan tawa itu
karena bertahun lamanya aku pergi bersama keegoisanku...

Mimpi...kenapa hanya padaku kau datang dan menghanpiri
Mimpi...kenapa karena mu harus kutinggalkan semua masa lalu ku...

kini...aku hanya bisa terdiam menyaksikan rangkaian kisah hidup masa laluku
diam....dan tak berbuat apa-apa

bukan persahabatan laskar pelangi yang terjadi....
hanya sepotong kisah kanak-kanak yang tinggal kenangan saja

maka....kubiarkan bayang-bayang masa lalu itu tergantikan oleh tawa-tawa mungil yang berlari dari kejauhan, menggapai tanganku dan memanggilku...kakak...

ya...anak-anak pengukir masa depan itu. tak akan kubiarkan mereka tumbuh tanpa mimpi.

untuk adik-adikku....untuk teman-temanku...hiduplah dengan mimpi....hiduplah dengan cita-cita... mengandalkan keberadaan untuk menggapai masa depan adalah sulit bagi kita. maka....hanya mimpi yang dapat membuat kita memiliki masa depan secerah mentari. aku sudah buktikan itu....

cobalah....dan ajarkan pada anak-anak pengukir sejarah bangsa ini.
ajari mereka untuk bermimpi
ajari mereka cara untuk meraihnya
ajari mereka untuk lebih banyak memberi...

ajari mereka dengan...TAQWA....

untuk semua praktisi akademika....ukirlah mimpi-mimpi untuk meraih masa depan...dan buat;ah penerus kita untuk memikirkannya juga

Sebuah Kado Bernama “DOA”

kisah ini pertama kali gw publish ke salah seorang temen gw di B15 waktu dia ulang tahun....


Bulan itu kembali bertanya……

“Ya Tuhan…kenapa aku tercipta sendiri di langit ini. Kosong……hampa….gelap…tak ada teman. Hanya ada bebatu angkasa yang hilir mudik di tata surya ini.
Ya Tuhan…..aku hanya satu2nya satelit untuk bumi ini…..
Kenapa aku tidak seperti satelit milik Saturnus…atau Uranus…mereka yang berputar mengelilingi planet ini tidak sendirian…..”

Maka untuk sebuah jawaban yang bermakna..Tuhan pun menjawab….

“Sendirian??? Dengan begitu banyak manusia yang menatap tatkala purnama bersinar
Dengan begitu banyak kalimat pujian atas malam yang terang……
Dengan begitu banyak mimpi yang terjadi saat dirimu mengangkasa di langit malam bumi?
Sendiriankah??

Bulan itu kembali bertanya..

“Tapi Ya Tuhan…..dengan begitu banyak manusia yang menatapku di bawah sana…aku tetap sendirian di langit yang gelap ini…..?”.

Tuhan kembali menjawab……

“Senidiran?? Apakah tidak kau perhatikan…langit malam tak pernah sepi. Selalu ada purnama yang menyinari…selalu ada bintang-bintang yang ikut menghiasi. Bintang-bintang itu susah payah mengirimkan cahaya dari perjalanan waktu sebanyak jutaan tahun lamanya…hanya untuk menemanimu.
Bintang-bintang itu pun tetap menemanimu bercahaya……meski ia telah lama redup…..
Sendiriankah??
Matahari!!! Matahari yang bersinar dan membakar semangat planet-planet lain untuk tetap bertahan di tata surya itu…..memberikan cahayanya padamu…untuk bisa bersinar indah..menggantikan dirinya yang tidak bisa bersinar di malam hari.
Sendiriankah kau???”

Bulan itu tersenyum…dan kini….ia tidak sedih lagi…tidak bertanya lagi…ia tahu…Sang Pencipta mengerti apa yang terbaik untuk semua ciptaanNya.


Bulan itu ibaratkan kita…seorang manusia biasa. Yang lemah….rapuh..dan selalu mempertanyakan banyak hal. Kita yang tidak pernah puas dengan semua nikmat yang telah 4WI berikan.
Bulan itu adalah kita……manusia yang selalu ragu. Seakan masih kurang keimanan kita untuk meyakini bahwa 4WI tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.
Malam adalah kehidupan…..terkadang, membuat kita terlena….karena tenangnya…karena begitu banyak hal yang terjadi di malam hari. Namun terkadang, membuat kita merasa sepi karena kesunyiannya. Memandang hidup….sama seperti memandang malam…. Kita bisa berpikir malam itu menyenangkan karena ketika itu…kita mulai bisa merajut mimpi kita sendiri… namun, kita juga bisa berpikir malam itu terlalu sunyi… dan setiap detik yang terlewati seakan mempertegas garis kesendirian itu…

Bintang-bintang itu adalah sahabat dan mimpi-mimpi kita…
Seorang sahabat…tak harus selalu ada.. tidak harus selalu bersama. Seperti bintang-bintang itu…. Saling berjauhan..jauuuuuuh sekali. Bahkan tidak terjangkau oleh ruang dan waktu. Tapi….persahabatan tidak mengenal ruang dan waktu itu. Cahaya itu akan tetap sampai pada malam..meski pun harus melewati perjalanan waktu jutaan tahun lamanya… bahkan ketika dunia telah usai menemani cahaya mereka…bintang-bintang itu tetap memiliki sinarnya di malam hari. Itulah persahabatan bulan dan bintang….
Lalu….matahari itu….. itulah sahabat yang sejati….. sebuah ukhuwah di tingkat tertinggi…pengorbanan.

Ya……matahari tidak memiliki sinarnya sendirian…itulah kita…itulah B15…itulah persahabatan yang tak pernah mati. Cahaya yang menyilaukan mata di siang hari…dan menyenangkan hati di malam hari….adalah kisah hidup di setiap tingakatan ukhuwah. Sebuah timbal balik yang tak ternilai harganya.

Untuk persahabatan ini…..untuk Bulan, Bintang, Malam dan Matahari dalam kehidupan
Inilah kado sesungguhnya dari kami….
Sebuah ikrar tentang persahabatan yang tak akan mati…..
Semoga………purnama akan tetap ikhlas bersinar di malam hari. Mengisi kembali gelapnya gulita, meyakinkan kembali bahwa masih ada mimpi untuk esok hari.

dan hari ini,,,akan kuubah jalanku

kini aku sedang berada di dalam labkom....
ketika pertama kali ke sini melalui F-Tour..lab ini jauh berbeda. masih menggunakan CRT yang kotak dan gak keren itu, panas,,,dan tidak meyakinkan, bahkan kecepatan internet connectionnya pun diragukan.

tapi sekarang...semua telah berubah. ruangan yang 'nggak bnget' itu berubah manjadi 'waaah'. dengan fasilitas yang oke dan modern, lab kom yang tadinya meragukan itu kini beubah menyenangkan......


perhatikanlah...perubahan itu indah bukan??


maka suatu hari nanti..aku ingin ada orang yang berkata...

'Ratih..semua telah berubah...berubah menjadi lebih baik lagi...'

dan hari ini....akan kuubah jalanku....

POLITIK?? sebuah kontroversi

jangan pernah jadi politikus, hanya membawa keburukan saja

jauhi dunia politik...karena itu akan membuatmu sengsara

sebuah statement yang teramat aneh. saya pikir, kesalahan terbesar dani konsep dan pernyataan ini adalah satu hal... POLITIK itu seharusnya bukanlah sebuah profesi. itu yang orang kebanyakan tidak bisa memahaminya.

terserah mau setuju atau tidak.
tapi politik bukan sebuah keprofesian. politik hanyalah sebagian dari ilmu sosial dan ilmu kehidupan.

pendidikan itu politik
sains itu juga politik
masalah pangan...juga masalah politik
dunia entertainer pun adalah sebuah perpolitikan...

kalau, bagian mana dalam kehidupan ini yang benar-benar lepas dari politik??

bahkan..anggota DPR pun BUKAN seorang POLITIKUS!!!

mereka hanya menjalankan sebuah fungsi legislasi yang berasaskan ilmu perpolitikan..dan TIDAK PERNAH.... berpiikir politik adalah keprofesian mereka.

islam sendiri pun mengajarkan adanya perpolitikan. masalahnya adalah...politik itu di cap sebagai salah satu bentuk yang tidak bagus karena pelaku nya telah menyalahgunakannya. tidak ada bedanya dengan seorang ilmuwan yang menjadi jahat karena telah menciptakan seorang virus berbahaya untuk dijadikan senjata biologis....

tolong di renungkan....( untuk kak L yang benci banget sama Kuda!!! )

dan aku rindu

saudaraku...ALLAH benar-benar baik ya.....

aku pernah meminta gar aku mendapatkan kembali keluarga yang utuh....
tapi ALLAH tidak memberikannya...ALLAH tidak menyatukan kembali apa-apa yang kini telah bercerai berai.

tapi...ALLAH memberikan yang lebih dari itu..lebih dari UTUH. aku memiliki banyak sekali keluarga....dan percayalah itu sangat menyenangkan.

keluarga intiku yang tadinya hanya sekian orang...kini sudah sekian banyak orang. awalnya, sangat sulit menerima itu semua. tapi ternyata...aku pun tahu..bahwa aku adalah anak yang sangat beruntung sekali memiliki mereka semua. hadiah-hadiah terindah dalam kemasan bernama FAMILY

keluiarga sekunderku...keluarga yang telah menemukan diriku hingga terbungkus rapi seperti ini. kebanggaan-kebanggaanku, sayang dan rinduku, tempatku pertama kali menemukan cita-cita dan tujuan hidup ini. mereka semua terangkum dalam sebuah yayasan alumni dan keluarga besar yang sangat kukagumi. SILAKBAR 2008 kemarin telah mempertemukanku dengan keluarga sekunderku ini. dan percayalah...aku benar-benar merindukan mereka. rsanya...perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor sama sekali bukan masalah dan sama sekali tidak melelahkan.

lalu, apakah B15..ITP44 akan menjadi keluarga di hatiku?? itu terserah ALLAH...yang mengatur hati-hati teman-temanku untuk menjadi satu dalam sebuah tujuan yang mulia. sesuatu yang mempertemukan aku dengan teman-teman rohis. sesuatu bernama PERJUANGAN.


luv u all....

aku akan tetap tersenyum

telah banyak yang terlewati

dan mereka tak tahu
air mata yang selama ini keluar di balik senyuman
keresahan di balik kegembiraan
kegundahan di balik kebahagiaan
rasa sesal sepenuh hati, di balik kebanggaan

aku menyimpannya jauh di dalam kenangan yang terlupakan
dan aku akan kubiarkan orang lain mengetahuinya

biarkan aku menjadi apa ang orang-orang inginkan
dan aku tak akan mengeluh lagi
aku tak mau mengemis pengertian
aku bosan menuntut kepercayaan

maka kuputuskan membuang diriku yang lama
dan menjadi aku yang sekarang

dan kisah itu hanya menjadi masa lalu
untukku dan hanya untukku

semua akan berjalan seperti air yang mengalir
tak akan lagi ku memohon untuk mendapatkan apa yang kuinginkn

sahabatku adalah sepiku
temanku adalah sunyiku

sebuah kebersamaan dalam keheningan
dan aku percaya, aku akan tetap tersenyum
bahkan ketika dunia tetap membodohi

buat apa berharap pada kenyataan palsu??
daripada menunggu kisah yang tak pasti
lebih baik kuukir kisah itu sendiri

bukan sebuah kisah negri dongeng yang indah
hanya sebuah kisah sederhana

di mana ada sebuah pulau yang membuang semua harapannya
dan membangun impiannya sendiri

aku percaya aku bisa

dan aku tak peduli...
bahkan jika kita tak bisa bersama lagi sahabat....
aku ingin lepas
aku ingin bebas.......

aku ingin mengepakkan sayap
dan aku tak mau terjerat kebodohan palsu itu lagi

walaupun kau tak akan ada lagi untuk melihatku terbang di atas samudra
aku akan selalu ada untuk melambaikan tangan....

ini hanya masa lalu
dan aku tahu...sebentar lagi kan usai.......

dan aku ...akan tetap tersenyum...

aku ingin melangkah lebih lama
aku ingin tertawa lebih dalam
aku ingin waktu ini terhenti saja.....

tapi sesungguhnya..dunia ini pasti berubah
umurku akan terus bertambah
aku akan semakin tertuntut untuk dewasa

tidak ada jaminan, kebersamaan ini akan bertahan

hai jiwa yang tak tahu apa-apa

aku dan diriku yang bodoh itu berkata dalam diam...

mengapa kau begitu menyebalkan..

tidakkah kau tahu...
dinding itu tahu segalanya
tentangku...
tentang perasaanku...
tentang kehidupanku.....

silahkan kau pikirkan..
apakah yang selama ini telah terjalin
hanya seonggok kisah yang lalu begitu saja
atau telah menorehkan noda yang amat dalam

silahkan kau pikirkan...
apakah semua manusia itu sama
apakah setiap orang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda...??

silahkan kau pikirkan....
apakah hati ini begitu keras sam[asi satu kebaikan tak akan pernah membekas??

TidaK!!

kalau kau lihat ada ketegaran..
sebenarnya itu hnya usaha untuk menutupi kebodohan

kalau kau lihat adanya kedataran perasaan
itu hanya usaha menghilangkan kenyataan bahwa senyum itu pernah membekas

sekarang..silahkan kau pikirkan...
berbedakah aku dengan yang lain???

untuk jiwa yang tak pernah tahu.

tak kan pernah kubiarkan dunia ini tahu..apa yang sebenarnya ada.
tak kan kubiarkan kau pun tahu...siapa sebenarnya aku dan jiwaku.....

aku hanya ingin mempertahankan kisah ini...
dan pergi sebagai masa lalu yang akan mati.....

Kemanusiaan di mata kita....

masih ingatkah akan bunyi dari sila ke dua Pancasila??

Kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB....

well, apa arti Adil? apa arti beradab? Ir Soekarno Alm bukan sekedar mencetuskan kata-kata tersebut sebagai landasan idiil negara kita. beliau tentunya memiliki harapan besar akan sila ke-dua tersebut. harapan bahwa, meskipun kita telah terjajah selama 350 tahun lamanya,
meskipun terlalu banyak kebobrokan dan keterhambatan untuk menjadi negara maju, tapi kita masih memiliki landasan idiil itu,
sebuah landasan yang diharapkan dapat teraplikasikan oleh seluruh Warga Negara Indonesia
sebuah landasan yang tentu saja, menjadi saksi akan perjuangan proklamasi, ketika saatnya kita harus keluar dari keterpurukan penjajahan.

landasan itu tidak main-main kawan.

Kemanusiaan

yang

ADIL

dan BERADAB

tahukah kamu seperti apa itu?

ketika kita berada di perempatan lampu merah
menemukan begitu banyak peminta-minta
begitu banyak anak terlantar
begitu banyak orang tak berpendidikan yang luluh lantak di kehidupan jalan yang amat keras
begitu banyak pedagang asongan yang menyeka keringat mereka....dengan tangan legam mereka....
begitu banyak pengamen yang mengemis receh demi sesuap nasi..ataupun demi menghindari pungli dari para pelaku utama kerusuhan jalanan....

tapi, masih ada umpatan untuk mereka
umpatan akan ketidaknyamanan dari para pemilik kendaraan pribadi...
yang di dalamnya berada orang-orang yang tak pernah tahu bahwa ada kehidupan malam yang sangat mencekam di tempat yang biasa mereka lalui.

apakah kita menjadi salah satunya??

itukah kemanusiaan?

kita duduk di dalam ruang ber-AC....memandang dengan penuh kantuk dosen ataupu guru yang sedang berbicara....

sementara di luar sana, begitu banyak anak-anak yang putus sekolah
memandang pendidikan sebagai sebuah impian belaka
memandang kesuksesan hanya milik orang-orang kaya....
memandang bahwa seragam hanyalah angan-angan
memandang bahwa kehidupan ini hanyalah soal mencari makan dan bertahan....

kita berpegang teguh pada sebuah prinsip...
4 sehat
5 sempurna.....

sementara tidak sedikit yang mengkategorikan sehat adalah mendapatkan seteguk air
dan sempurna adalah sesuap nasi??

di manakah kemanusiaan??

ketika kita dengan tenang berjalan di bawah langit biru.......
bermain bersama teman-teman
melangkahkan kaki menuju masa depan yang dinantikan.......

tapi di seberang sana.......
di negri palestina tepatnya....
para remaja adalah orang-orang yang hanya memiliki satu cita-cita
mempertahankan apa yang mereka punya.

batu......adalah boneka bagi para balita, yang sewaktu-waktu menjadi satu-satunya alat mempertahankan diri dari peluru

darah...adalah teman para adik kecil kita di sana
keringat...angin bagi kehidupan mereka...

listrik....cahaya....adalah hadiah terindah ketika mereka mendapatkannya

dan ketenangan...hanya sekedar impian saat ini

lalu....di manakah kita?
di bangku sekolah? bangku kuliah? mengerjakan laporan, tugas, dan hanya berpikir untuk cepat-cepat lulus, mendapatkan pekerjaan dan hidup nyaman?

teman-temanku.....
remaja adalah pemuda
dan pemuda adalah amanah
seorang remaja telah memiliki amanah sebagai pemuda

dan pemuda.......melihat kemanusiaan sebagai sebuah tugas.
melihat kemanusiaan sebagai pekerjaan penting.

belajar....
menuntut ilmu.....
organisasi....
minat...
bakat....

semua adalah sarana....
sarana untuk kepedulian akan kesejahteraan manusia.

karena untuk itulah manusia tercipta. untuk peduli

dan karena itulah sila ke-2 Pancasila tercetuskan

seorang proklamator yang terkenal di seluruh dunia itu, berharap..bahwa di tangan para pemuda lah.....yang termasuk di dalamnya remaja Indonesia...

kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB bisa terukir di hati setiap Warga Negara Indonesia

cuma lewat

MpKMB...MPF...MPD

days with ITP will come....

mesti cepet2 bikin grand design kehidupan nih.

Indahnya Berbagi itu…………

02 Juni 2008


Sekali lagi aku merasa kata-kata Reza Pahlevi mengandung kebenaran, yaitu ketika beliau mengatakan bahwa minggu-minggu ini akan menjadi minggu terbaik kita, anak-anak TPB. Yah…kalo dipikir-pikir, apa pun masalahnya, memang seharusnya seperti itu. Minggu ini benar-benar minggu terakhir kita menjadi anak-anak TPB secara utuh, minggu terakhir di mana kita bisa bercengkarama dengan teman sekelas sebagai anak TPB, minggu terakhir di mana kita menyelesaikan program kerja entah dari mana saja tentu saja dalam lebel anak TPB. Yah..paling tidak minggu depan sudah bukan saatnya seperti karena setelah berbagai macam kesibukan yang mendera, sudah saatnya kita menjalankan amanah utama kita yaitu……BELAJAR!!!!!!!!!!!!!!

Well..bukan itu intinya. Sebuah acara bernama BIG BIS PEDULI telah membuka sebuah paradigm setelah ketika APEL 2008 lalu sempat nyeletuk gak mau lagi kepikiran untuk buka yayasan TK. Awalnya, acara ini benar-benar tidak terkonsep dengan benar, awalnya aku bahkan sempat pesimis acara ini akan sukses. Sabtu, 31 Juni 2008, pertemuan dengan Bayu, Ramdan dan Irfan entah kenapa membuka sebuah ide yang tidak pernah tercetus sebelumnya. Yap…awalnya kami akan berbaksos di Panti Yatim, tapi aku sedikit ragu Karena anak-anak di sana sudah bukan anak-anak lagi. 10 sampai 15 tahun, bahkan sudah ada yang kuliah. Wah….bukan sekedar baksos tujuan kami.

H-2 baksos, acara langsung terubah begitu terpikirkan sosok anak-anak penjual risol itu. Kenapa tidak kita mulai dari kampus sendiri…..???? yah…. Sempat mengundang kebbingungan tentang masalah teknis dan semacamnya, bahkan kami sampai hari itu belum mendapatkan dana yang cukup untuk membeli semua jualan anak-anak itu nantinya. Akan tetapi, Alhamdulillah atas izin ALLAH SWT semuanya berjalan begitu lancar.

Alhamdulillah, ada donator yang bersedia dan acara benar-benar berjalan begitu menyenangkan. Akhhhh….tapi sayang, anak kecil bernama Sofyan yang sering kutemui di Sapta tidak sempat terajak. Sayang sekali.

Percaya atau tidak, yang terjadi pada diriku setelah acara itu usai adalah aku menangis sambil menyanyikan lagu UNTUKU TEMAN, BROTHERS dalam hati. Aku benar-benar menangis bahagia. Aku bahagia ketika melihat anak-anak itu begitu ceria, terseyum begitu lebar dan ikhlas. Bukan hanya karena jualan meraka habis pada hari itu, tapi karena mereka diizinkan untuk berbagi. Selama ini kita selalu mengatakan dua kata itu…indahnya berbagi. Yah….indahnya berbagi memang bukan main, tapi akan lebih bukan main indahnya ketika bukan hanya kita yang dapat berbagi. Aku benar-benar senang ketika kita semua dapat mengajarkan kepada generasi kecil yang sebenarnya harapan bagi bangsa itu indahnhya berbagi. Banyak hal yang didapat dari BiG BIS peduli ini dan hari ini telah menjadi hari terbaik kami. Jangan lupa bersyukur teman-teman…. Kalau dullu aku pernah mengatakan aku sayang pada mereka, maka kali ini aku berani mengatakan, aku sangat sayang pada mereka.

Untuk adik-adik kecil kami, Irfan, Bayu, Sarah, Ramdan, Fahri (lucu buangeeeeeet, 5 tahun bo!!!), Iin, Asdi, Arif, Santi, Sheila, de el el, kami mungkin tidak bisa member banyak. Tapi, sesuai dengan tema OIA kita, education is ours, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dibandingkan sebuah jualan yang habis saat itu juga. Sebuah kebersamaan, sebuah harapan untuk menggapai cita-cita, sebuah kepercayaan, sebuah pendidikan, sebuah kasih sayang, sebuah keberanian, dan perasaan akan INDAHNYA BERBAGI……… we’ll miss u all.

Kejutan kecil di hari minggu

02 Juni 2008

Ibaratkan sebuah hadiah di hari ulang tahun, apa yang terjadi hari ini merupakan surprise yang super menyenangkan.
Angka itu benar-benar nyata. Malam itu, the our big bos memfokuskn matanya sefokus-fokusnya akan tulisan yang benar-benar nyata di depannya. Ingin mempetanyakan tapi aku tahu ia tak memerlukannya, dengan gayanya bermain intonasi nada suara, ia ubah nada yang tadinya datar dan tanpa semangat menjadi lebih tegas, penuh kepercayaan (mengalahkan semua keraguan yang ada), tanpa basa-basi dan dengan senyum penuh syukur yang selama ini belum pernah ditunjukkannya. Aku tahu, kalau saja ada lonceng besar, beliau pasti akan berlari ke arahnya dan membunyikan dengan penuh luapan rasa syukur dan kebanggaan.
Sebelas juta rupiah. Wow….how a great point. Waktu pertama kali mendengarkan dari Supervisor yang hobi banget ngelihat staffnya ini kebingungan, rasa ketidakpercayaan, kebingungan, kebanggaan, haru, semuanya becampur aduk seseu gado-gado. Seumur-umur ikut kepanitiaan, baru pertama kali ini dapat sponsor tunggal. Hebat banget. Salut buat anak-anak PP (Promosi dan Pemasaran). Luv uu all..
Namun, sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita akan tenggelam kepada kenikmatan itu atau kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur. Dan salah satu bukti bahwa kami bersyukur adalah keseriusan dalam menjalankan kepanitiaan ini. Memanfaatkan amanah berupa sebelas juta itu dengan sukses dan tercapai tujuan.
OIA (Oryza In Action) harus benar-benar sukses. Sebuah extra ordinary event yang merupakan puncak dari semua review perjalanan BEM selama ini. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap perjuangan.
ORYZA………………..BANGKITLAH
ORYZA……………….MILIK KITA
ORYZA……………….SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT
BEM TPB 44…………….LEPASKAN PANAH!!!!!!!!!!!!!!!!

Belajar dari mereka..alangkah indahnya

31 Mei 2008


Nama anak itu Irfan. Seorang anak berusia 12 tahun, si penjual risol dan donat, sebuah usaha yang menganut prinsip PPSSS(Pasar Persaingan Sangat Sempurna Sekali). Simpati muncul di hati teman-teman ketika mengetahui bahwa si kecil Irfan belum bisa mengabil nilai rapor karena belum lunas bayaran sekolah. Yah…jadi ingat masa lalu. Mungkin bagi kami uang 100.00 bukanlah seberapa, tapi bagi si penjual risol kecil itu, uang sebesar itu adalah sangat istimewa, memerlukan kerja yang amat keras untuk mendapatkannya. Ada sebuah perbedaan besar. Kalau mau jujur, masalah yang dihadapi Irfan merupakan masalah yang benar-benar klasik, terutama buat diriku yang telah mengalami berbagai masalah administrasi keuangan dalam pendidikan. Namun, Irfan yang kukenal sangat berbeda dengan aku yang dulu. Lihat saja, kendati pun masalah ini bukan masalah kecil, tapi aku tak melihat adanya raut muka putus asa, menyesal, ataupun keluh kesah. Sebaliknya, aku melihat begitu besar semangat mujahid kecil itu dalam menyelesaikan masalahnya. Ah…bahkan dia tak pernah berpikir bahwa ini adalah masalah besar.

“Tenang saja Mba, Irfan bisa kok ngumpulin duit”, ucapnya dengan senyum yang tak pernah pudar. Dan senyum itu bukan pura-pura. Karena anak kecil tak akan pernah bisa menyembunyikan perasaanya, aku langsung tahu anak itu adalah anak yang selalu penuh dengan energy positif dalam kehidupannya. Hmm….kalau ingat masa lalu, aku bahkan tak menemukan keceriaan itu ketika dihadaapi masalah yang serupa, padahal yang anak guru agama itu aku dan yang penjual donat itu adalah dia. Jelas dari segi pendidikan, seharusnya aku bisa lebih dewasa ketika itu.

Masih banyak Irfan-Irfan lain dengan nasib serupa yang tak pernah berpikir bahwa hidup ini menyulitkan. Penjual donat dalam rupa anak-anak itu member sebuah pelajaran idup tersendiri bagi kita. Begitu banyak teman yang berjualan secara homogen, tapi hamper tak pernah kutemukan pertikaian yang mengkhawatirkan. Mereka bermain dan belajar langsung dari kehidupan yang mereka alami. Mungkin mereka tak sejenius anak-anak yang mengalami pendidikan bagus di sekolah terkenal dan mahal, kasus Lintang bukannya tak bisa terjadi, tapi aku tak berharap itu ada di antara penjual-penjual donat kecil itu. Namun, ada nilai-nilai lebih yang kulihat di kehidupan mereka yang tak akan kutemukan di dalam kepribadian anak-anak yang hidup dalam limpahan fasilitas yang memadai. Aku menemukan sebuah kerja keras, aku menemukan sebuah keikhlasan, aku menemukan sebuah kebersamaan, aku menemukan sebuah kegigihan. Hal-hal yang akan menjadi sebuah kebanggaan yang menakjubkan jika dipoles sedikit dengan pendidikan formal yang bermutu. Walaupun aku tak berharap ada Lintang lain di antara mereka, tapi paling tidak aku akan selalu berdoa bahwa satu atau lebih dari mereka bisa menggoalkan potensi terbaik mereka. Saat potensi itu muncul dan terasah seiring dengan kesholehan yang tak pernah pudar bahkan terus bertambah, aku yakin, ada jalan kesuksesan yang amat besar di depan mereka.

Untuk adik-adik kecilku…….terima kasih karena telah memberikan pelajaran hidup bagi kami yang lupa akan peranan manusia dalam kehidupan. Yah…aku mungkin tak bisa setiap saat member risol dan donat itu, tapi paling tidak, aku akan lebih menyukai kalian.

Salam cinta dariku…..