Showing posts with label suara hati. Show all posts
Showing posts with label suara hati. Show all posts

Sesekali





Sesekali,
Berbincanglah pada gelisah. Tanyakan padanya tentang keberadaan. Mungkin..sedikit percakapan dapat membuatnya tenang

Sesekali,

Habiskan malam untuk berbicara pada rasa enggan.Bujuklah untuk kembali mencoba, mungkin esoknya ia tak kan ragu lagi melangkah

Sesekali,
Ajaklah bicara si tak percaya diri. Lalu ajarkan caranya menulis mimpi. Kelak, ia tak akan khawatir dengan jurang di depan mata.

Ya Kawan, sesekali.. kunjungilah sisi lain yang kita sembunyikan di balik pagi. Sedikit demi sedikit, kita akan tersenyum tanpa tapi

_miezfy_


Sesuatu itu Bernama Hati




Sesuatu itu bernama hati.

Tidak berwujud tidak berbentuk. Ia berada menyatu begitu saja dengan tubuh. Menghubungkan otak,jantung,pembuluh darah dan organ kinestetik luar. Beberapa berpendapat bahwa hati mungkin saja jantung. Mungkin karena ia dekat dengan kehidupan.

Tapi... hati lebih dari sekedar detakan yang membentuk irama. Hati bukan hanya gumpalan daging yang berwarna. Ia berada jauuuh.... di sisi terdalam manusa. Dekat dengan naluri.

Kita tidak bisa melihatnya. Tapi bisa merasakannya. Hati melahirkan kasih sayang,simpati,kepedulian,dan semangat. Melalui hatilah, Tuhan selalu berbicara dengan kita. Saat tak ada hijab antara hati kita denganNya... saat itulah hati kita selalu dipenuhi olehNya.

Tapi....hati ibarat mutiara indah yang berada di dunia luar. Ia begitu mudah untuk ternoda. Terkadang ia sakit,oleh ulah dari yang namanya iri,dengki,dendam. Sering sekali ia lusuh karena debu debu prasangka yang selalu hadir. Bahkan banyak yang menghitamkan hatinya sehingga tak bisa sama sekali dirasakan keberadaannya.

Hati juga sangat rapuh, bagaikan gelas berlian yang mudah pecah. Tidak ada hal sebaik keimanan yang bisa menjaganya. Saat iman lemah,ia akan mudah untuk patah bahkan ternoda.

Tuhan menciptakan hati yang begitu mudah ternoda bersamaan dengan Taubat sebagai pencucinya. Hati bisa kembali bersih dan selalu bersih dan semakin bersih. Bahkan.... Taubat lah yang bisa menguatkan kembali hati yang retak.

30 Maret 2013
00.16 a.m

Teruntuk Mamak

Di dunia ini banyak hubungan yang terbangun jauh lebih erat dibandingkn hubungan yang berasal dari darah yang sama.

Hubungan istimewa aku menyebutnya. Itulah yang terjalin antara aku dan Mamak.
Suramnya masa kecilku terus terang menyebabkan aku kehilangan ingatan masa kecilku paling tidak hingga aku berumur Sembilan tahun. Hal yang aku ingat di selang waktu Sembilan tahun ke bawah hanya satu… yaitu Mamak.

Mak Sri, begitulah orang biasa memanggilnya. Tapi bagiku dia adalah Mamak. Mamak bukanlah wanita yang melahirkanku, menyusuiku, ataupun berjasa besar dalam membesarkanku dan menyekolahkanku hingga berada di jalur pendidikan tinggi. Tidak. Setahuku uang Mamak bahkan tidak cukup untuk membeli perabotan rumah tangga yang sederhana.

Di dalam ingatanku, teringat jelas. Mamak adalah seorang wanita tua dengan senyum sederhana yang dengan senyum itu, aku yang masih kecil mampu merasa aman. Kuakui, pendidikan Mamak baik dari segi pendidikan umum maupun pendidikan agama tidak sehebat ataupun tidak setinggi Ibuku tercinta yag melahirkanku, menyusuiku, dan membesarkanku. Banyak orang yang juga mengatakan bahwa Mamak hanya memanfaatkan aku untuk bisa mencari uang dari kedua orangtuaku yang dulu memang sedang sibuk bekerja untuk menafkahi kelima anaknya sehingga tidak memiliki waktu untuk mencurahkan semua perhatiannya pada kami. Banyak orang meragukan ketulusan Mamak dalam merawatku ketika itu. Tapi, yang berada di dalam ingatanku adalah. Mamak adalah orang yang pertama kali menghampiri ketika aku terbangun karena mimpi buruk. Mamak adalah satu-satunya orang yang mau menemaniku ke toilet yang dulu letaknya berada jauh dari rumah kami (toilet umum), dalam kondisi gelap. Mamak sangat tahu bahwa aku benci sekali dengan kecoak dan tak pernah membiarkan sekali pun serangga itu mendekatiku. Mamak adalah orang pertama yang membuatku menyukai Susu Kental Manis Coklat. Aku selalu ingat betapa hangatnya genggaman tangan Mamak, dan betapa nyamannya ketika ia menggendongku.

Mamak….memiliki seorang anak yang sudah besar yang seharusnya bisa menjaganya. Tapi, ia selalu Nampak sendirian di dunia ini dan sepertinya hanya memiliki aku.

Waktu pun terus berjalan. Aku bertambah besar dn semakin bisa mengurus diri sendiri. Mama, atau Ibu Kandungku mengambil alih atas diriku di usiaku yang ke Sembilan (atau yang ke sepuluh). Mamak pun melepasku dengan tenang, lalu menjalani kehidupannya yang lama….. yang penuh kesendirian. Aku yang masih kanak-kanak dan tidak mengerti apa-apa pun menjalani hidupku seperti apa yang sudah digariskan Allah padaku. Kembali pada kedua orangtuaku yang sangat kucintai dengan seluruh jiwa dan ragaku. Aku punya dua kakak dan dua adik yang sebelumnya tidak pernah kurasakan keberadaannya, tetapi semakin bertambah usia justru semakin dekat aku dengan mereka.

Waktu terus berjalan…… jarak antara aku dan Mamak pun semakin jauh. Mamak tiba-tiba menghilang, pergi meninggalkan tempat kumuh kami yang dulu. Aku berpikir, dia pasti tengah meniti jalan yang lebih baik.
Waktu terus berjalan….. konflik pun semakin banyak terjadi di keluargaku. Pengkhianatan, ketidakpercayaan, ketidakberdayaan, dan perceraian pun menimpaku yang masih berusia belasan tahun itu. Tapi tak pernah sekali pun aku berpikir untuk kembali pada Mamak. Yang kupikirkan hanyalah bagaimana caranya bisa bertahan dalam kondisi keluarga yang sedemikian rumitnya.

Ya…. Waktu terus berjalan.  Tiba-tiba saja aku sudah berusia dua puluh tahun. Sudah terbiasa dengan kondisi yang ada, dan mensyukurinya sebagai anugerah yang diberikan Allah padaku. Ingatanku terhadap sosok Mamak, memudar begitu saja. Bahkan, aku hampir lupa bagaimana wajahnya dulu. Mungkin jika tiba-tiba bertemu, aku tidak bisa mengenalinya. Pernah rasanya aku bertemu dengan orang yang mirip dengannya, tapi ternyata bukan.

Lalu tiba-tiba saja…………

Waktu terasa terhenti

Ketika salah satu adikku mengirim sebuah pesan….

“Mba, Mamak Sri meninggal”

Aku terpaku dalam diam dan mencoba mencerna kata-kata itu. Sedih? Kaget? Entahlah…. Lebih tepatnya, aku tak tahu ekspresi apa yang harus kutunjukkan. Sudah bertahun2 lamanya tak kudengar kabarnya, dan ketika kabar itu datang, justru ketiadaan yang menghampiri.

“Udah lama, sipa aja baru dikasih tahu. Udah 100 hari. Katanya sebelum meninggal nyariin mba”

Tangisku pun pecah…… dan aku mulai mengutuki diri sendiri.

Mamak yang telah pergi dari kehidupanku selama sepuluh tahun lamanya, bahkan lebih….. mencariku di detik-detik menjelang ajalnya, bahkan di saat aku tidak memikirkannya sama sekali.

Tangisku pun semakin pecah……………

Bodohnya aku yang tidak pernah berusaha mencari keberadaan wanita itu, wanita yang mencintaiku dengan tulus, meskipun darahnya tak setetespun mengalir dalam tubuhku.

Mamak……
Maafkan anakmu ini, yang tak tahu bagaimana caranya untuk membalas kebaikan.

Bukan seberapa banyak yang telah Mamak lakukan yang membuat hati ini teriris begitu sakit atas kepergianmu

Tetapi…..

Seberapa dalam, engkau mengukir namaku di dalam hatimu yang terdalam…. Hingga di sisa umurmu

Mamak……

Doa anak yang sholeh itu bisa menjadi penolong untuk seseorang yang telah meninggal bukan?

Mamak….. aku berjanji akan menjadi anak yang sholeh agar dapat selalu mendoakanmu Mak. Meskipun, aku tidak tahu sejauh apa doa itu akan sampai.

Mamak……
Terima kasih telah mencintaiku hingga di akhir waktu Mamak….

Aku dan Jilbabku



Malam.... dengarkan aku, bisikkan kepada mereka, katakanlah pada mereka... aku bahagia dengan jilbabku. Bisikkan pada mereka yang mencintai rambut dan kulit mereka, bahwa jilbabku menjaganya jauh lebih baik dibandingkan salon mana pun di dunia, bahkan dia menjaga dan  mempercantik apa yang tidak bisa salon mana pun lakukan, yaitu menjaga dan mempercantik hati. Bisikkan kepada mereka, bahwa rambut ini kelak akan memutih, kulit kelak akan menimbulkan kerutan.... tapi jilbab yang dikenakan ibuku bahkan mampu membuatnya terlihat sepupuluh tahun lebih muda, tanpa salon apa pun.

Malam.... bisikkan pada mereka yang sangat menyukai baju-baju lucu, unik, cantik. Apa yang mereka harapkan dari pria yang menyukai rok mini, ataupun baju tanpa lengan? Jilbabku, melindungiku dari pria-pria macam itu.

Malam... sangat sakit rasanya, jika rekan2ku sesama wanita... tidak mencintai diri dan hatinya, dan memilih menjual itu semua hanya untuk selera pasar... hal yang sama sekali tidak kekal. Bisikkan pada mereka.... apa yang mereka harapkan dari mata yang memandang tanpa henti rambut dan kaki indah mereka yang menjuntai? Tidakkah sadar bahwa bisa jadi ketika keindahan itu hilang, maka cinta itu pun hilang pula. Jilbabku, mungkin saja membawaku kepada cinta yang lebih kekal.

Malam.... mereka menunggu kesiapan hati untuk menerima kain yang menutupi tubuh mereka. Tapi, bisikkan pada mereka. Sesungguhnya hati mereka siap sudah sangat lama, tapi mereka menolaknya mentah2 dengan berbagai macam alasan. Mereka tidak pernah mau untuk membukanya meski ia menjerit. Jilbabku, bahkan mampu membuka kembali hati yang sempat tertutup oleh benci.

Malam... mereka bukanlah orang yang tidak pernah berdoa. aku pun demikian. jilbabku mengajarkan,doa macam apa yang ingin kau agar dikabulkan jikalau menuruti perintah Tuhanmu yang Maha Peduli pada dirimu saja kamu tak mau.

Malam... aku amat mencintai mereka karena 4WI. Bahagia rasanya membayangkan berkumpul kembali di surgaNya, bercengkrama dan bebas dari masalah dunia.... Tapi malam, bisikkan pada siapa pun yang tengah tertidur dalam lelapnya..... Jilbabku berkata, sebagian besar penghuni Neraka adalah wanita. Seram seram sekali.... mereka lah wanita yang tidak mau menutup aurat mereka, dan tidak bertobat karenanya.

Malam... aku bukan wanitayang sempurna. Keimananku masih jauh dari yang dihaapkan Rasulullah pada umatnya. Tapi.... aku tahu aku bisa berusaha, bersama jilbabku... bersama garansi yang menemani keseharianku memperbaiki diri. Bisikkan pada mereka, maukah mereka ikut bersamaku meniti jalan menuju surga 4WI?

Perjuangan

Aku sendirian.
Berkali-kali kata-kata itu terucap olehku yang miskin rasa syukur dan kesabaran itu.

Berat.
Berkali-kali perih dan sakit terasa ketika kurasakan besarnya beban yang tiba-tiba muncul bertubi-tubi. Menyita waktuku hingga aku lupa bagaimana caranya bermimpi.

Kuatkah aku?
Pertanyaan yang berkali-kali pula muncul setiap aku menatap amanah yang menari di depan mataku, menunggu untuk kusambut dan kujalankan dengan penuh kesanggupan.

Saudaraku,
Tahukah kamu arti kata perjuangan? Perjuangan itu adalah kesendirian. Perjuangan itu juga bukanlah sebuah kemudahan. Perjuangan itu juga akan diselimuti keraguan.
Itulah perjuangan. Terkadang menuntut airmata. Jatuh dan terluka adalah hal yang biasa.

Tapi tahukah kamu? Bahwa perjuangan itu juga adalah keikhlasan. Karena itu, meskipun sendiri, tetap bisa kau rasakan indahnya.
Perjuangan itu juga adalah kepercayaan. Seberapapun beratnya, tak akan membuatmu kalah dan menyerah selama percaya masih ada.
Perjuangan itu juga penegakkan cita-cita. Maka hanya orang-orang yang kuatlah yang dapat bertahan. Dan kekuatan itu asalnya dari hati.
  

Mengapa perjuangan amat PAHIT…..
Karena sesungguhnya surga itu,,,teramat INDAH

aku tidak akan pernah kehilangan langkahku

Nick Santonastasso, anak yang berbakat,Ia dapat bermain drum dan piano, telah menguasai dua jenis skateboards dan sedang mempelajari bagaimana cara cara berenang. Nick bahkan memenangkan suatu kontes seni New Jersey untuk suatu gambar poster yang menarik.“Aku harus mampu seperti yang dilakukan oleh orang lain” kata Nick kepada ABCNEWS.COM. Ketika ditanyakan bagaimana dia bermain skateboard tanpa kaki, dengan sederhana Nick Santonastasso menjawab “Aku hanya melompat ke atas.”


Oscar Pistorius, pelari Afrika Selatan, penyandang medali perak dan perunggu Paralympics (Olimpiade Penyandang Cacat) 2004. Oscar Pistorius, seorang sosok yang optimistik. Dia membuat sendiri slogannya sebagai "Yang Tercepat, Tanpa Kaki". Dan bersemboyan "Anda tidak mampu bukan karena ketidakmampuan Anda, tapi Anda mampu karena kemampuan yang Anda miliki". Jika seorang Oscar Pistorius mampu melaju secepat kilat dan mengatasi keterbatasannya, tentu tidak ada alasan buat kita untuk mencari-cari alasan dan keterbatasan kita. Kita harus mampu melaju dengan kemampuan kita.


Ratih Kumala Dewi, seorang wanita sempurna secara fisik. ia bisa berlari, sejauh apa pun yang ia mau. ia dapat berjalan, menuju tempat mana pun yang ia inginkan. suatu saat, ia merasa dirinya stagnant, tetap pada pergerakan yang sama, jalan di tempat kalau kata orang. rasa sakit membuatnya terhenti dan terlalu lama berpikir. hanya berpikir. Terkadang menangis karena rasa sakit itu, meskipun selanjutnya ia menyesal kenapa harus ada air mata yang keluar. kalau bukan karena rasa sakit, iaa terhenti karena rasa tak mampu. Tak mampu berdiri menyambut hari dan sejuta amanah di setiap jamnya. Tak mampu berlari untuk menyambut semua mimpi yang sudah terlanjur terukir yang telah membuatnya jatuh berkali-kali hingga ia tak mau terjatuh lagi.

Ia bukan Nick, Ia bukan pula seorang Oscar. Ia masih bisa berlari, ia bisa pergi ke mana pun ia mau. Ia bukan Manusia Tanpa Kaki. lalu..tak malukah ia dengan mereka? di saat ada rastusan Nick dan ratusan Oscar di dunia ini meraih mimpi-mimpinya, ke mana Ia dengan nikmat ALLAH yang begitu luas yang melekat di seluruh kehidupannya. ke mana rasa syukur yang harusnya melebihi manusia-manusia inspiratif itu...?

Pertanyaan besarnya, Ke mana akan dilanjutkan Langkahnya??

setiap hembusan yang didapat adalah kesempatan
setiap berkas sinar yang terpantulkan menjadi warna-warna indah di balik retina mata adalah kekuatan

kesempatan dan kekuatan untuk melangkah lebih jauh.....

karena seberapa jauh langkah kita, tidak pernah diukur dari jauhnya berlari kita dengan kedua kaki kita
karena banyaknya tempat yang kita singgahi, tidak pernah diukur dari seberapa kuat kita berjalan

maka.....manusia itu, manusia yang masih bisa berjalan dengan kedua kaki itu bergerak kembali dalam kehentiannya.....
"Aku Tidak Akan Pernah Kehilangan Langkahku"......

saat kita terjatuh...dan hanya diam saja....kunamakan itu PUTUS ASA
saat kita terjatuh...lalu bangkit dengan segera, tak peduli meski pun harus terjatuh lagi...kukenal itu sebagai KEGIGIHAN.
maka...BERGERAKLAH...karena tanpa itu, kita tak akan pernah dapat BANGKIT dari RASA SAKIT

Rasa Bersalah Dan Kerinduan

Telah lama aku pergi menggalkan semuanya
sendiri.....
terpisah....

jauh mengejar mimpiku saja

seakan tak pernah peduli jiwa-jiwa yang pernah bermain bersama

rasa bersalahkah ini?? atas langkah yang hilang bertahun2 lamanya
atas pkebersamaan yang tak kunjung ada
atas masa lalu yang terlupakan begitu saja

ataukah hanya sekedar kerinduan....?
karena bertahun lamanya tak menatap senyum dan tawa itu
karena bertahun lamanya aku pergi bersama keegoisanku...

Mimpi...kenapa hanya padaku kau datang dan menghanpiri
Mimpi...kenapa karena mu harus kutinggalkan semua masa lalu ku...

kini...aku hanya bisa terdiam menyaksikan rangkaian kisah hidup masa laluku
diam....dan tak berbuat apa-apa

bukan persahabatan laskar pelangi yang terjadi....
hanya sepotong kisah kanak-kanak yang tinggal kenangan saja

maka....kubiarkan bayang-bayang masa lalu itu tergantikan oleh tawa-tawa mungil yang berlari dari kejauhan, menggapai tanganku dan memanggilku...kakak...

ya...anak-anak pengukir masa depan itu. tak akan kubiarkan mereka tumbuh tanpa mimpi.

untuk adik-adikku....untuk teman-temanku...hiduplah dengan mimpi....hiduplah dengan cita-cita... mengandalkan keberadaan untuk menggapai masa depan adalah sulit bagi kita. maka....hanya mimpi yang dapat membuat kita memiliki masa depan secerah mentari. aku sudah buktikan itu....

cobalah....dan ajarkan pada anak-anak pengukir sejarah bangsa ini.
ajari mereka untuk bermimpi
ajari mereka cara untuk meraihnya
ajari mereka untuk lebih banyak memberi...

ajari mereka dengan...TAQWA....

untuk semua praktisi akademika....ukirlah mimpi-mimpi untuk meraih masa depan...dan buat;ah penerus kita untuk memikirkannya juga

dan hari ini,,,akan kuubah jalanku

kini aku sedang berada di dalam labkom....
ketika pertama kali ke sini melalui F-Tour..lab ini jauh berbeda. masih menggunakan CRT yang kotak dan gak keren itu, panas,,,dan tidak meyakinkan, bahkan kecepatan internet connectionnya pun diragukan.

tapi sekarang...semua telah berubah. ruangan yang 'nggak bnget' itu berubah manjadi 'waaah'. dengan fasilitas yang oke dan modern, lab kom yang tadinya meragukan itu kini beubah menyenangkan......


perhatikanlah...perubahan itu indah bukan??


maka suatu hari nanti..aku ingin ada orang yang berkata...

'Ratih..semua telah berubah...berubah menjadi lebih baik lagi...'

dan hari ini....akan kuubah jalanku....

dan aku rindu

saudaraku...ALLAH benar-benar baik ya.....

aku pernah meminta gar aku mendapatkan kembali keluarga yang utuh....
tapi ALLAH tidak memberikannya...ALLAH tidak menyatukan kembali apa-apa yang kini telah bercerai berai.

tapi...ALLAH memberikan yang lebih dari itu..lebih dari UTUH. aku memiliki banyak sekali keluarga....dan percayalah itu sangat menyenangkan.

keluarga intiku yang tadinya hanya sekian orang...kini sudah sekian banyak orang. awalnya, sangat sulit menerima itu semua. tapi ternyata...aku pun tahu..bahwa aku adalah anak yang sangat beruntung sekali memiliki mereka semua. hadiah-hadiah terindah dalam kemasan bernama FAMILY

keluiarga sekunderku...keluarga yang telah menemukan diriku hingga terbungkus rapi seperti ini. kebanggaan-kebanggaanku, sayang dan rinduku, tempatku pertama kali menemukan cita-cita dan tujuan hidup ini. mereka semua terangkum dalam sebuah yayasan alumni dan keluarga besar yang sangat kukagumi. SILAKBAR 2008 kemarin telah mempertemukanku dengan keluarga sekunderku ini. dan percayalah...aku benar-benar merindukan mereka. rsanya...perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor sama sekali bukan masalah dan sama sekali tidak melelahkan.

lalu, apakah B15..ITP44 akan menjadi keluarga di hatiku?? itu terserah ALLAH...yang mengatur hati-hati teman-temanku untuk menjadi satu dalam sebuah tujuan yang mulia. sesuatu yang mempertemukan aku dengan teman-teman rohis. sesuatu bernama PERJUANGAN.


luv u all....

aku akan tetap tersenyum

telah banyak yang terlewati

dan mereka tak tahu
air mata yang selama ini keluar di balik senyuman
keresahan di balik kegembiraan
kegundahan di balik kebahagiaan
rasa sesal sepenuh hati, di balik kebanggaan

aku menyimpannya jauh di dalam kenangan yang terlupakan
dan aku akan kubiarkan orang lain mengetahuinya

biarkan aku menjadi apa ang orang-orang inginkan
dan aku tak akan mengeluh lagi
aku tak mau mengemis pengertian
aku bosan menuntut kepercayaan

maka kuputuskan membuang diriku yang lama
dan menjadi aku yang sekarang

dan kisah itu hanya menjadi masa lalu
untukku dan hanya untukku

semua akan berjalan seperti air yang mengalir
tak akan lagi ku memohon untuk mendapatkan apa yang kuinginkn

sahabatku adalah sepiku
temanku adalah sunyiku

sebuah kebersamaan dalam keheningan
dan aku percaya, aku akan tetap tersenyum
bahkan ketika dunia tetap membodohi

buat apa berharap pada kenyataan palsu??
daripada menunggu kisah yang tak pasti
lebih baik kuukir kisah itu sendiri

bukan sebuah kisah negri dongeng yang indah
hanya sebuah kisah sederhana

di mana ada sebuah pulau yang membuang semua harapannya
dan membangun impiannya sendiri

aku percaya aku bisa

dan aku tak peduli...
bahkan jika kita tak bisa bersama lagi sahabat....
aku ingin lepas
aku ingin bebas.......

aku ingin mengepakkan sayap
dan aku tak mau terjerat kebodohan palsu itu lagi

walaupun kau tak akan ada lagi untuk melihatku terbang di atas samudra
aku akan selalu ada untuk melambaikan tangan....

ini hanya masa lalu
dan aku tahu...sebentar lagi kan usai.......

dan aku ...akan tetap tersenyum...

Seruan untuk Para Pencari kebenaran….


Oh..ayolah, apa gunanya kalian pegang mushaf dan kalian hapalkan semuanya jika kalian enggan melihatnya bersinar dalam kepribadian kalian.

Apa pula gunanya kalian kenakan lambang bendera symbol pergerakan dan kemanjuan islam itu jika kalian masih enggan untuk bangkit menyambut seruan ini

Apa pula guananya kalian berucap begitu indah mengenai syurga dan buruknya neraka jika kalian enggan mencicipi pahitnya perjuangan

Apa pula gunanya kalian merdukan lafazh ayat-ayat cinta itu jika tak pernah rasakan tangisan ketika firman itu menampar hati dan menyentuh lembut kalbu dan nurani.

Apa pula gunanya kalian tunjukkan kalau kalian adalah MUSLIM jika tak pernah sekalipun terpikirkan apa itu IMAN

Apa pula gunanya syahadat dan takbir tiap waktu itu jika kalian hanya menganggap keduanya sekedar prasyarat untuk dinyatakan umat beragama

Apa pulanya kalian berazzam menjadi seorang yang selalu menjunjung tinggi nilai keislaman jika masih saja mencampurkan yang haq dan yang bathil.

Apa pula gunanya kalian mencari sahabat-sahabat sejati jika kalian enggan menjawab uluran tangan saudara kalian untuk sama-sama berjuang di jalan dakwah

Katakan KAWAN………..

Apa arti ISLAM bagi kalian…!!!!

Apa makna Al-Qur’an bagi kalian….!!!

APA urgensi IMAN bagi kalian….!!!

APAKAH HANYA UNTUK PRASYARAT AGAR DIAKUI SEBAGAI UMAT BERAGAMA…???

Kawan….tak rindukah kalian akan pertemuan abadi kita semua??

Tak inginkah kalian akan hadiah dari perjuangan suci ini….??

Sahabatku..aku mengajak kalian untu bangkit bersama

Aku mengajak kalian untuk menangis, untuk terluka, untuk tertatih dalam menjalankan amanah dakwah ini….

Hanya sebentar kawan…

Berjarak azan dan iqomat….seperti itulah hidup. Diawali dan diakhiri oleh keduanya.

Benar-benar hanya sebentar….

Aku mengajak kalian bersama…bersama diriku yang masih bodoh ini

Menuntut ilmu…..mengawali manisnya buah perjuangan islam.

Sungguh, air mata yang akan lebih sering keluar dalam perjuangan ini tak akan sebanding dengan hadiah yang dijanjikan ALLAH di hari akhir nanti.

AKu mengajak kalian……..berjalan menuju keridhoan ALLAH….

aku berbicara pada diriku

detik-detik menjelang asistensi PAI...
aku termenung di dalam Cornet yang apa adanya
dengan pergerakan jemari yang tak tentu mau seperti apa

detik-detik ketika aku belum memutuskan akan makan siang apa
aku tetap menggerakkan jemari ini di atas tuts-tuts keyboard

detik-detik ketika sebentar lagi Billing menunjukkan angka baru

aku masih berkutat dengan kata-kata yang aku sendiri tak mengerti artinya apa..


hanya ingin mengatakan untuk diriku yang kini merindukan simfoni masa lalu
hanya ingin berbicara pada diriku yang kini masih terperangkap dalam bayang-bayang kenangan
hanya ingin mengomentari diriku yang masih belum bisa melupakan keberadaan dimensi waktu pertama

hei.....
kehidupan telah berbicara padamu
duniamu kini
duniamu dulu
telah berbeda

sudah saatnya beranjak dewasa
meskipun seorang sanguinis sangat enggan bangkit dari indahnya masa kanak-kanak

tapi kau harus sadar bahwa ini sudah waktunya

sudah bukan saatnya untuk dirimu tertawa menatap kebodohan
tapi ini saatnya untuk kita membanting tulang menciptakan sebuah perubahan


untuk diriku yang masih terdiam atas sambutan masa depan
lihatlah betapa perubahan itu amat dekat
mari bersama-sama menginggalkan kenyamanan masa remaja
mari bersama-sama meninggalkan pemikiran tentang sederhananya dunia
yang hanya menampilkan kebahagiaan dan kesedihan

padahal masih banyak simfoni kehidupan di dalamnya

kau akan melihat betapa banyak lika-liku yang tak kan mungkin kau jalani tatkala diri tak menyadari betapa dunia ini amat kompleks meskipun hanya sejenak kita singgah di sini

sudahlah....lupakan kesenangan tak berguna itu
lupakan bahwa dirimu masih berumur 18 tahun
lupakan tentang segala macam problematika remaja yang klasik itu

bukan cinta monyet lagi yang akan kita hadapi bersama
bukan perbincangan tak berguna dan jalan-jalan singkat yang akan kita lakukan

ingatlah bahwa dirimu SUDAH berumur 18 tahun
bahwa pada umur ini.....para pemuda diharapkan telah jauh melangkah membuat perubahan...

tapi apa?
apa yang telah kau berikan
untuk dirimu?
untuk keluargamu?
untuk ISLAM?
untuk INDONESIA?
untuk DUNIA????????????

sudah bukan masanya lagi kita tertawa tanpa makna...

ayo diriku...
mari bersama kita bangkit menuju generasi pembaharuan....!!!!
karena aku yakin....KITA PASTI BISA.

kecewa yang terobati....benarkah??

saya beranjak ke dalam kehidupan baru di IPB dengan setumpuk rasa kecewa yang belum terobati. begitu banyak rasa heran karena fenomena-fenomena baru yang membuat hati ini miris dan enggan untuk percaya lagi.

ketika masuk IPB...saya selalu berharap rasa kecewa itu terobati paling tidak saya akan bisa tersenyum untuk hari-hari yang akan terlewati dalam kehidupan yang hampir sama.

bisa dikatakan...ya, kecewa itu memang terobati awalnya. setelah perjalanan yang begitu panjang, hadir lagi hadapan obat-obat dan penyembuh dari rasa kecewa itu. setidaknya ketika saya menemukan lagi fenomena-fenomena yang membuat saya menyesal telah terlalu berharap tidak akan pernah berpikir untuk memaklumi lagi karena telah nyata bukti bahwa istiqomah itu bukanlah sebuah kepalsuan.


namun, ada satu hal yang saya lupakan. selama ini saya terlalu sibuk mencari obat dan penyembuh rasa kecewa dari fenomena yang tak kunjung usai tersebut. saya lupa akan satu hal yang mana atas kekhilafan saya itu, sekali lagi saya harus merasa kecewa lagi dan ini sangat tidak menyenangkan.

saya lupa bahwa manusia bukanlah tempat untuk diharapkan
saya lupa bahwa manusia adalah ladang khilaf dan dosa
saya lupa bahwa manusia adalah tambang kesalahan

dan saya lupa bahwa hanya ada satu di seluruh alam semesta ini yang tidak akan mengecewakan apabila kita bersandar padanya Ialah ALLAH SWT.


selama ini saya lupa akan begitu banyak hal yang telah terjadi dan sebenarnya saya sudah bisa mengambil garis besar dari semua hal itu. tapi sekali lagi saya terlalu terlena oleh semangat yang terlalu tinggi dan melupakan pelajaran-pelajaran yang telah saya dapat dahulu ketika saya harus diuji dengan berbagai macam masalah kepercayaan.

kini, baik saya, anda dan smeua hal di dunia ini sudah semestinya menyadari bahwa kepercayaan itu adalah modal dari sebuah persahabatan. tapi percayalah bahwa kekecewaan kerap kali muncul meski pun hal itu jatuh kepada orang ang paling kita percayai (tidak termasuk Rasul dan para sahabat serta para alim ulama).

intinya adalah, kita, baik para aktivis kampus, da'i dan da'iah maupun civitas akademika sudah semestinya dapat membaca bahwa kehidupan berjalan dalam dua simfoni salah dan benar, pahala dan dosa. maka ketika kecewa itu datang, apakah kita akan menggerutu lagi??

maka apakah tatkala rasa kecewa itu hadir....akan kita menangisi??
tidak teman......rasa kecewa akan terobati..pasti, ketika kita sadar bahwa hanya Pemilik Hati inilah yang tidak akan mengecewakan apa-apa yang sudah ditetapkan sebagai takdir bagi hambaNya.

kecewa itu pasti terobati......karena bagaimana pun juga selalu ada masa bagi manusia untuk berubah.

satu hal yang pasti....sesuatu khilaf sangat mungkin untuk mendapat pengampunan, tapi sangat tidak pantas untuk dimaklumi untuk dilakukan secara berkali-kali sementara ada banyak sekali saudara yang mengingatkan dan berjuang untuk tidak melakukan kekhilafan tersebut, apalagi dibenarkan.

untuk sebuah ketakutan

kepada masa depan yang kutaktahu bagaimana wujudnya...
katakan...apa ketakutan ini hanya simfoni kehidupan??
apakah ketakutan ini juga hanya salah satu warna dalam kejenuhan??

ketika aku dan semua harapan berjalan bersama mimpi
takut itu tiba-tiba hadi mengusik kepercayaan diri...

harus bagaimanakah aku agar aku bisa tetap tersenyum
langkah ini semakin tak tentu ketika takut itu hadir
mimpi itu semakin palsu ketika takut itu menghampiri

dan aku benar-benar tak tahu bagaimanakah....

ketika rindu harus mengatakan...

hujan...ingatkan aku...tentang satu rindu...


ha ha ha..lagu yang benar-benar mengusik kalbu yang merindu.
benar-benar. merantau adalah satu pilihan yang sangat rumit dan sulit.

ketika jiwa ini begitu menggebu mengejar masa depan,
justru hati terkadang menahan langkah ini menjauh.pasalnya, pasti harus ada yang dikorbankan untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.
hampir dua semester ini gw habiskan kehidupan gw di kampus hijau berbasis pertanian yang amat terkenal itu lho...(hayoo di mana????)
yah..baru dua semester, gw yang tadinya seneng banget ketika harus menginjak dunia perantauan dan keluar dari segaa macam kepelikan di rumah kini menjadikan seonggok bangunan bernama rumah itu menjadi tempat yang paling ingin dikunjungi.

ya ya..Jakarta-Bogor emang gak jauh. tapi gak deket juga. dan yang membuat gw begitu rindu akan adek gw yang kerjaannya hanya mengomentari gw macem macem itu, atau kakak gw yang kerjaannya adalah menyiksa anak manis penuh kecerdasan ini adalah kesibukan yang gak bisa gw hindari. gw seneng banget bisa aktif di bem tpb, di IPB Outbond....de el el. ya....beginilah kalau maniak kesibukan.
alhasil....kedudukan gw sekarang setara dengan teman-teman peratau gw dari sulawesi dan kalimanatan, menjadikan rumah sebagai impian semata di akhir minggu.

hix...hix..i miss my mom...
ditambah...sekarang lagi ujian pula. kimia..oh...kimia..