Showing posts with label persahabatan. Show all posts
Showing posts with label persahabatan. Show all posts

Sahabatku


Sahabatku...

Bukti apa yang harus kuberikan untuk membuatmu percaya bahwa aku benar2 mencintaimu karena 4wi?
Aku tidak mengerti caranya menggunakan persahabatan kita.
Yang ku tahu, melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku yang tak tergantikan. Melihatmu sedih dan kecewa, menyisakan keperihan dalam hatiku. Aku sungguh tak kuasa jika harus menyakitimu dgn kata2 dan perbuatanku.

Tapi sungguh, hatiku jauh lebih sakit, air mataku mengalir tanpa henti, kecemasanku tak pernah hilang tatkala mengetahui bahwa kau semakin jauh. Melihatmu berubah drastis. Prasangka tumbuh di hatimu dan aku tidak bisa mencegahnya, kau pun memutuskan tali ukhuwah yang dulu terjalin indah tanpa memberiku kesempatan untuk memperbaikinya. Sungguh, manusia adalah ladang khilaf dan dosa. Aku pun pernah menjadi seseorang yg sangat hina hingga ingin lenyap segera dari dunia. Tapi, kita tak bisa selamanya terpuruk dalam khilaf.

Sahabatku...
Tak bisakah kau percaya padaku? Bahwa sampai kapan pun, kau adalah kau yang kukenal. Meskipun dunia telah merubahmu besar-besaran. Tapi mengapa kau tak pernah menyambut lagi tanganku? Tangan yang ingin sekali membawamu untuk memperbaiki semua yang telah retak.
Kenapa sama sekali kau tak percaya, bahwa di balik mata yang kau pikir memendam prasangka,benci,dan kecewa sesungguhnya hanya tersisa rindu dan rasa sayang yang besar padamu. Aku sedih sekali, karena kau lebih percaya pada prasangka yang muncul dari masa lalu daripada aku, yang membawa kenyataan menyenangkan untuk masa depan. Kumohon, kembalilah tersenyum kepada kami, seperti dulu. Saat kita berjalan tertatih mencari jati diri, dan menemukannya dalam rajutan persaudaraan di rumah 4wi.

Sahabatku.... Apa kau tidak tahu? Bahwa aku akan selalu menunggumu untuk percaya lagi padamu. Karena sungguh, aku tidak pernah mengkhianatimu. Ingatkah? Saat semua menjauhimu, hanya aku yang bertahan untuk berada di sampingmu, karena kau begitu percaya padaku dan tak ada dalam kamusku untuk menyia2kan kepercayaan sahabatku. Walaupun aku tahu, kau menyembunyikan segalanya padaku dan memilih orang lain untuk memberikan kepercayaan it. Tapi aku tak apa, aku tetap di sini. Aku masih sama seperti yang dulu. Yang hanya menunggu dan menunggu. Menunggumu mengatakan semua hal itu meski pada akhirnya aku tahu dari orang lain. Tapi aku tetap menunggu seakan2 tidak tahu apa-apa. Karena aku percaya kau masih sahabatku.

Tapi penantianku ternyata tak berujung. Hingga hari ini, tak ada satu pun pengakuan darimu yang masih membuktikan bahwa kau masih sahabatku.

Kita terpisah oleh cita2. Tapi aku masih aku yang dulu. Masih aku yang menunggumu untuk percaya lagi padaku. Kepercayaan yang hilang karena prasangka.

Tapi. Apakah aku hanya bisa menunggu? Sementara aku melihatmu jatuh semakin dalam ke lubang prasangka.
Sudah kubilang, aku tak mengerti cara menggunakan persahabatan ini.

A Real Friend

Anyone can stand by you when you are right, but a Friend will stand by you even when you are wrong...


A simple friend identifies himself when he calls. A real friend doesn't have to.

A simple friend opens a conversation with a full news bulletin on his life. A real friend says, "What's new with you?"

A simple friend thinks the problems you whine about are recent. A real friend says, "You've been whining about the same thing for 14 years. Get off your duff and do something about it."

A simple friend has never seen you cry. A real friend has shoulders soggy from your tears.

A simple friend doesn't know your parents' first names. A real friend has their phone numbers in his address book.

A simple friend hates it when you call after he has gone to bed. A real friend asks you why you took so long to call.

A simple friend seeks to talk with you about your problems. A real friend seeks to help you with your problems.

A simple friend, when visiting, acts like a guest. A real friend opens your refrigerator and helps himself.

A simple friend thinks the friendship is over when you have an argument. A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a fight.

A simple friend expects you to always be there for them. A real friend expects to always be there for you

Sebuah Kado Bernama “DOA”

kisah ini pertama kali gw publish ke salah seorang temen gw di B15 waktu dia ulang tahun....


Bulan itu kembali bertanya……

“Ya Tuhan…kenapa aku tercipta sendiri di langit ini. Kosong……hampa….gelap…tak ada teman. Hanya ada bebatu angkasa yang hilir mudik di tata surya ini.
Ya Tuhan…..aku hanya satu2nya satelit untuk bumi ini…..
Kenapa aku tidak seperti satelit milik Saturnus…atau Uranus…mereka yang berputar mengelilingi planet ini tidak sendirian…..”

Maka untuk sebuah jawaban yang bermakna..Tuhan pun menjawab….

“Sendirian??? Dengan begitu banyak manusia yang menatap tatkala purnama bersinar
Dengan begitu banyak kalimat pujian atas malam yang terang……
Dengan begitu banyak mimpi yang terjadi saat dirimu mengangkasa di langit malam bumi?
Sendiriankah??

Bulan itu kembali bertanya..

“Tapi Ya Tuhan…..dengan begitu banyak manusia yang menatapku di bawah sana…aku tetap sendirian di langit yang gelap ini…..?”.

Tuhan kembali menjawab……

“Senidiran?? Apakah tidak kau perhatikan…langit malam tak pernah sepi. Selalu ada purnama yang menyinari…selalu ada bintang-bintang yang ikut menghiasi. Bintang-bintang itu susah payah mengirimkan cahaya dari perjalanan waktu sebanyak jutaan tahun lamanya…hanya untuk menemanimu.
Bintang-bintang itu pun tetap menemanimu bercahaya……meski ia telah lama redup…..
Sendiriankah??
Matahari!!! Matahari yang bersinar dan membakar semangat planet-planet lain untuk tetap bertahan di tata surya itu…..memberikan cahayanya padamu…untuk bisa bersinar indah..menggantikan dirinya yang tidak bisa bersinar di malam hari.
Sendiriankah kau???”

Bulan itu tersenyum…dan kini….ia tidak sedih lagi…tidak bertanya lagi…ia tahu…Sang Pencipta mengerti apa yang terbaik untuk semua ciptaanNya.


Bulan itu ibaratkan kita…seorang manusia biasa. Yang lemah….rapuh..dan selalu mempertanyakan banyak hal. Kita yang tidak pernah puas dengan semua nikmat yang telah 4WI berikan.
Bulan itu adalah kita……manusia yang selalu ragu. Seakan masih kurang keimanan kita untuk meyakini bahwa 4WI tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.
Malam adalah kehidupan…..terkadang, membuat kita terlena….karena tenangnya…karena begitu banyak hal yang terjadi di malam hari. Namun terkadang, membuat kita merasa sepi karena kesunyiannya. Memandang hidup….sama seperti memandang malam…. Kita bisa berpikir malam itu menyenangkan karena ketika itu…kita mulai bisa merajut mimpi kita sendiri… namun, kita juga bisa berpikir malam itu terlalu sunyi… dan setiap detik yang terlewati seakan mempertegas garis kesendirian itu…

Bintang-bintang itu adalah sahabat dan mimpi-mimpi kita…
Seorang sahabat…tak harus selalu ada.. tidak harus selalu bersama. Seperti bintang-bintang itu…. Saling berjauhan..jauuuuuuh sekali. Bahkan tidak terjangkau oleh ruang dan waktu. Tapi….persahabatan tidak mengenal ruang dan waktu itu. Cahaya itu akan tetap sampai pada malam..meski pun harus melewati perjalanan waktu jutaan tahun lamanya… bahkan ketika dunia telah usai menemani cahaya mereka…bintang-bintang itu tetap memiliki sinarnya di malam hari. Itulah persahabatan bulan dan bintang….
Lalu….matahari itu….. itulah sahabat yang sejati….. sebuah ukhuwah di tingkat tertinggi…pengorbanan.

Ya……matahari tidak memiliki sinarnya sendirian…itulah kita…itulah B15…itulah persahabatan yang tak pernah mati. Cahaya yang menyilaukan mata di siang hari…dan menyenangkan hati di malam hari….adalah kisah hidup di setiap tingakatan ukhuwah. Sebuah timbal balik yang tak ternilai harganya.

Untuk persahabatan ini…..untuk Bulan, Bintang, Malam dan Matahari dalam kehidupan
Inilah kado sesungguhnya dari kami….
Sebuah ikrar tentang persahabatan yang tak akan mati…..
Semoga………purnama akan tetap ikhlas bersinar di malam hari. Mengisi kembali gelapnya gulita, meyakinkan kembali bahwa masih ada mimpi untuk esok hari.

Terima kasih untuk temanku hari ini

Jumat, 30 Mei 2008

Yah…..aku sudah siap untuk berubah. Hanya itu yang ingin kukatakan. Baru kali ini mendapat nasehat dari seorang p;egmatis. Selama ini aku hanya menemukan mereka sebagai pendengar yang baik. Tapi ternyata, ketika mereka memberi saran dan member masukan, itu lebih mengena untuk orang-orang yang sanguinis sepertiku.
Aku terlalu lama hidup bersama orang korelis dan melankolis sehingga sering sekali merasa tertekan dan tidak bisa mengontrol diri ketika sedang berada di puncak emosi yang tinggi. Pasalnya, ketika aku panic maupun kesal, kata-kata dari korelis dan melankolis malah menambah perasaan panic dan akhirnya aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Bukan yang pertama kali bagiku untuk mendengar nasehat dari orang plegmatis, tapi ini adalah yang pertama kalinya aku menyadari bahwa orang-orang yang bisa menasehatiku dengan sangat baik hanyalah orang-orang yang plegmatis. Enung, Yani, dll. Entah ini baik atau tidak, tapi intinya hanya merekalah yang selama ini yang bisa benar-benar membuatku terbangun dari kebodohan. Mungkin karena mereka terbiasa mendengarkan, sehingga mereka selalu memiliki pendapat yang tepat dan hampir tidak menyinggung perasaan ataupun membuat tertekan khususnya bagi orang sanguinis. Percayalah…..ketika aku panic, semua orang akan merasa heran karena aku benar-benar tidak bisa mengontrol kepanikan itu. Dan baru kali ini aku bisa mengontrolnya dengan sangat baik. Paling tidak, aku bisa mempersiapkan ujian praktikum kimia keesokannya tanpa harus memikirkan hal yang tidak berguna. Terima kasih banyak untuk teman-teman plegmatisku yang selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan si sanguinis ini bercerita. Terima kasih juga untuk seorang kawan yang telah memberi begitu banyak saran hari ini. Karena saran-saran itu, insya4WI aku siap untuk menemukan perubahan yang memang telah lama kunantikan untuk terjadi.
Jazakumullah khairan katsir. Luv u all coz 4WI.

Untuk sahabat perjuangan……

27 Mei 2008

Waktu yang kita punya tak banyak untuk memupuk uhkuwah ini. Aku dan keihklasanku telah menawarkan sebuah dedikasi yang tak akan pernah kau jumpai di tempat lain. Sebuah dedikasi waktu yang hanya kuberikan untuk kalian sahabat. Sebuah dedikasi yang masih dapat kuberikan secara utuh untuk kasih dan sayang yang terlanjur tertanam untuk kalian sebuah dedikasi yang benar-benar hanya untuk kalian.

Kupersembahkan waktu yang kupunya untuk melangkah bersama kalian, kusediakan semangat yang tinggi untuk terus berada di sisi kalian, bersama dalam derai uji yang penuh lika-liku kehidupan. Kuberikan kesempatan-kesempatan yang ada hanya untuk kalian, untuk sama-sama berjuang di tengah peradaban zaman yang semakin tak tentu.

Ya…..manfaatkanlah kawan. Karena hanya kali ini saja bisa kulakukan. Akan tiba saatnya ketika dedikasi ini harus kuubah haluannya. Akan tiba saatnya ketika langkah ini tak sebebas camar yang melintas di permukaan lautan. Akan tiba saatnya ketika aku bukan lagi milik kalian dalam hal perjuangan secara agregat.

Kutawarkan….dan pergunakanlah teman, aku tak tahu kapan dedikasi ini akan berakhir, aku juga tak tahu kapan umur ini masih bisa melengkapi perjuangan keras kita dalam bersama-sama melengkapi perbekalan untuk kehidupan yang lebih abadi. Tapi satu hal yang pasti, waktu kita tak banyak.

Lalu….bagaimana dengan kalian??

Apakah aku bisa memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh bersama tangan-tangan yang belum tersambut oleh batas waktu kebebasan?

Apakah aku bisa memiliki waktu lebih untuk menatap dunia ini bersama kalian kawan??

Kumohon…ada waktunya ketika kalian akan bersama orang yang terpilih untuk meneruskan perjuangan ini dengan lebih sejati. Akan ada waktunya ketika kalian harus menepis semua tawaran kebersamaan karena sebuah dedikasi yang lebih nyata. Akan ada waktunya, dan itu bukan sekarang.

Aku ingin mencapai cita-cita itu….

Aku ingin menuntaskan mimpi itu…

Aku ingin menggapai semua harapan itu…

Dan aku butuh kalian saudaraku…

Aku butuh senyum yang hanya bisa kudapatkan ketika kalian memang benar-benar berperan sebagai sahabat seperjuangan.

Ah….mungkin hanya aku yang terlalu berangan. Aku tak mungkin memaksa kalian untuk meninggalkan kebahagiaan yang terlalu cepat dan tak tepat waktunya itu, tidak….karena aku tahu, kalia lebih tahu mana yang lebih berharga…persahabat kita, atau cinta maya itu.

Namun, satu hal yang pasti.

Aku akan berada di sini..tetap berada di sini. Menunggu kalian dating membawa secangkir kesempatan untuk maju meraih mimpi bersama. Aku akan tetap menunggu di sini sampai tiba waktuku untuk tak lagi membutakan diri dengan persahabatan kita. Aku di sini menunggu kalian menoleh kepada perjuangan bersama kita.

Hanya untuk kalian….sampai tiba batas yang mengentikan angan ini…

Untuk sahabat2ku yang tengah tertipu oleh cinta semu. Percayalah, aku rindu kebersamaan kita yang dulu, saat kita tak teganggu oleh fatamorgana dunia remaja.

persahabatan itu......

Saya akhir-akhir ini menyadari sesuatu. sebuah keberadaan yang terkadang mengundang bimbang hingga sulit untuk terpikirkan. ya...sudah lama berjalan tapi baru sekarang ini menydarai, paling tidak, keterlambatan masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

keberadaan itu adalah sebuah tali yang bernama persahabatan. wah...menyenangkan sekali persahabatan itu. sya menemukannya di SMA, saya menemukannnya di BEM TPB, saya pun menemukannya di B15. namun, apakah kita semua telah paham makna sesungguhnya dan harapan sesungguhnya dari keberadaan bernama persahabatan itu??

wah, sebenarnya bahasan ini sangatlah kurang cocok dengan mahasiswa, namun nyatanya tidak sedikit mahasiswa yang masih saja bemul menyadari adanya keretakan dalam sebuah teori ini.

persahabatan itu indah.....itu benar, dan sangat benar
persahabatan itu menyenangkan...wah, itu tepat sekali.

bahkan ada sebuah cerita.......
Ada Cinta bertanya pada Persahabatan
"Mengapa kamu tercipta padahal aku telah ada??"
Persahabatan pun menjawab...
"Untuk memberikan senyuman tatkala Cinta memberi Kesedihan"

cerita itu pun sesuai untuk menggambarkan betapa indahnya dunia persahabatan.

namun....ada sebuah kenyataan yang harus kita pahami.

meski pun indah, persahabatan yang tidak dilandasi oleh keikhlasan yang sesungguhnya hanya akan membawa kesia-siaan.
apalgi ketika persahabatan itu berjalan tanpa adanya batasan-batasan yang seharusnya.

saya juga baru menyadari, kesalahan atau penyakit dari teman-teman saya bagi ikhwan maupun akhwat yang bermasalah dengan pergaulan bukanlah karena mereka terlalu baik, bukan pula karena mereka tidak bisa mengatakan tidak....

tapi karena mereka terlalu nyaman dengan persahabatan itu sampai-sampai lupa membuat batasan. mereka lupa bahwa persahabatan tidak harus dengan bersama ke manapun dan di manapun, memberi saat diminta, menerima saat diberi, harus berada di sisi ketika suka maupun duka, curhat dengan segala macam kondisi, meluapkan kebahagiaan maupun kesesihan tanpa peduli sedang ada di mana. Tidak!! jika seperti itu adanya maka harusnya persahabatan itu sngatlah sempit. harusanya hanya ada sahabat sesama jenis, tidak ada persahabatan lain jenis karena itu hanya akan membawa penyakit hati. Namun, bukan juga seperti itu. islam mengenal adanya persahabatan, termasuk persahabatan lain jenis. namanya bukan friendship. tapi ukhuwah islamiyah. sebuah makna yang bahkan jauh lebih dalam dari persahabatan, friendship.

dalam ukhuwah islamiyah, kita tak perlu harus berjalan bersama dalam setiap waktu untuk dikatakan bersahabatan
dalam ukhuwah islamiyah, kita tak perlu ber-sms setiap hari sampai malam untuk dapat dikatakan kita adalah teman
dalam ukhuwah islamiyah, kita tak perlu berada terus dalam suka dan duka, meluapkan semua isi hati sampai-sampai tak peduli kita ada di mana.

dalam ukhuwah islamiyah, kita diajarkan untuk memiliki lewat doa
dalam ukhuwah islamiyah, kita diajarkan berbagi lewat fastabikul khairat
dalam ukhuwah islamiyah, kita diajarkan untuk merasakan sakit ketika yang lain juga sakit.

ukhuwah islamiyah bagi saya adalah persahabatan yang sesungguhnya, jauh lebih sejati, jauh lebih dalam maknanya dari yang kita kenal selama ini.

dalam ukhuwah islamiyah, kita mungkin tak berharap akan bisa terus bersama dan bahagia di dunia yang fana ini, tapi segala macam ikatan, doa, kasih dan sayang, semuanya diharapkan tetap kekal hingga kelak kita akan dikumpulkan di tempat yang lebih agung, mulia, dan abadi.

untuk keluarga besar rohis 48

biarkan aku cerita....betapa bahagianya masa smaku

waktu pertama kali masuk ke 48....aku serasa menjadi orang yang nggak beruntung. gila aja...mau ditaro di mana nih muka di depan sohib2 gw yang ada di SMA 8, 81 end 14... rasanya gw belajar sama kayak mereka dan kayaknya gw gak bego-bego amat buat masuk 14!!!! sumpah!!! gw ngerasa masuknya gw di 48 adalah kesialan or paling nggak hukuman bagi gw yang cuek banget sama agama.

yup!!!! ratih waktu smp nggak beda sama anak2 smp lainnya. yang ketika kumpul lebih sreing ngebicarain hal2 yang nggak guna, yang suka ngabisin uang banyak banget(kalo lagi punya) yang bandel amat sama bokap(sama nyokap kagak donk!!! sayang banget sih) dan yang paling parah...solat tuh jadi urusan yang ke sekiaaaaaaaan gitu!!!!

masuk 48?? Hhhh...bisa tambah ancur kali. aku emang niat dari awal make jilbab. tapi godaan banyak banget. rasanya hati ini selalu ngerasa belum siap. padahal jilbab itu kan bukan masalah siap atau nggak, tapi masalah wajib atau nggak. alhasil, gw mengundur niat baik itu. gw emang sih...jalan di rohis. jadi adik kelas yang imut end lucu..yang baik end sopan. tapi ternyata gw masih jkadi gw yang dulu. aktifnya gw di rohis dan teater belum bisa ngebuka pintu hati untuk segera berhijab!!!

BUT...ternyata...meski gw ini ancur abis, meski gw ini berantakan (dulu)...gw punya temen2 yang beda banget. gw kenal Fika..gw kenal Dwi...di kelas X-5 (padahal gw gak ngerasa pernah ada di x-5). tanx banget guys!!! gara2 kalian ada terus di samping gw. gw berhasil ngebuka hijab antara gw dan hati gw sehingga gw bisa bersikap positif.

Hmm....tapi itu bukan berarti gw jadfi anak yang baik dalam sekejap. semester 2 kelas X, gw masih menjadi Ratih yang nggak bisa ngendaliin emosi, yang nggak bisa ngendaliiin diri..yang ancur banget deh. tapi seklai lagi...gw ada di Rohis...dan itulah faktor utama...sarana utama hidayah itu datang ke gw....

ceritanya gw udah naik kelas Xii..jadi BPH..si SDA...bareng Okta. Hmm...ya..gw emang sedikit berubah. tapi gw tetep menyebalkan. buktinya sampai akhir tahun ajaran...banyak anak2 yang bilang kalo gw ini...sok tahu lah..nyebelin lah...ini lah...itu lah...hhh...gw bener2 labil deh kelas 2 itu sehingga gw nggak terlalu baik2 amat.

sekali lagi....gw ada di Rohis....

sekarang gw udah gede (belum 17 tahun sih). udah kelas 3...udah punya amanah di 48...di keluarga. mau gak mau gw harus berubah total. dan itu emang terjadi. dan sekali lagi...ini semua buat sahabat2 gw..yang gak pernah ninggalin gw..saat gw jatuh..maupuan saat gw gak jatuh (karena pegangan).

perlu gw sebutin nama mereka satu2(ntar geer lagi)
gw punya Fika dan Dwi...mereka sohib gw dari kelas X. bahkan dulu kita selalu dibilang charlies angel saking seringnya sama-sama. pokoknya mereka the best deh
gw juga punya Siti...We-Em...Kurnia...Chaky...end the others in my Liqo....mereka sohib2 yang hyper care banget. gw bener2 beruntung karena Allah naroh gw di 48 dan bertemu mereka.

si kembar Nita dan Ira...emang sih...kadang2 mereka suka gak jelas gitu (sorry ya)..tapi mereka selalu ada di saat gw butuhin. gimana donk!!! pokoke gw beruntung karena Allah telah memperkenalkan gw sama mereka

mereka semua adalah sahabat2 gw. jadi jangan coba2 ganggu salah satu dari merka atau kalian yang baca ini blog akan nyesel!!!!! he he...segitunya

Okta...my lovely pren....dia baik banget dan suka nolong gw. pokoknya gw sayang deh sama Okta

siapa lagi ya...ah, pkoknya all of akhwat 07...the best!!!

ada lagi...kakak2 yang top abis..akhwat2 alumni 48....gw juga berterima ksih karena mereka secara gak langsung udah menjadi sosok kebanggaan gw. beneran deh...gw sayang banget sama mereka. makanya gw paling gak mau ninggalin acara2 yang elibatkan kehadiran mereka. kayak silakbar, dauroh dan alert. makasih ya kak atas kehadiran kakak2 dalam kehidupan Ratih. makasih Allah...

gw gak cuma punya mereka...gw juga punya adik2 kelas yang kadang suka bikin gw ketawa dan sedikit terhibur kalao ngeliat mereka. kayak ngeliat diri gw seatahun yang lalu. ciao buat ade'2 gw. buat dauroh dan yang lainnya...

ya...biar lengkap nih...gw juga mau berterima kasih buat ichi2(ikhwan2) 48 baik yang alumni, KBPH maupun BPH coz secara gak langsung..mereka udah jadi milis keluarga besar rohis 48 yang amat gw banggakan ini.....tanx ya AKh!!!

untuk keluarga besar rohis 48...ane berterima kasih sama Allah karena kalian telah mengisis sebagian dari kehidupan Ratih yang tadinya sarat makna ini menjadi lebih bermakna. kalo Allah gak masukin Ratih ke 48, mungkin jalan ceritanya gak akan sama. yang pasti sih kaluan nyesel karena gak kenal Ratih (becanda kok).

sekali lagi....syukron buat keluarga yang selalu menjadi kebanggaanku......

tetaplah kalian menjadi insan2 yang menjunjung tinggi Al-Quran dan hAdits....

AllahuAkbar!!!!!

December 25, 2006