dari 19 Desember 2009 :
di sini kita pernah bertemu
mencari warna seindah pelangi
ketika kau mengulurkan tanganmu
membawaku ke daerah yang baru
dan hidupku kini ceria........
kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku
kepadamu teman, tanda ikatan ukhuwah
kan bersimpul padu...
kenangan bersamamu
tak kan kulupa walau badai datang melanda
walau bercerai jasad dan nyawa
mengapa kita ditemukan
dan akhirnya kita dipisahkan
mungkinkan menguji kesetiaan, kejujuran, dan kemanisan iman
Tuhan berikan aku kekuatan
.......
-Brother, untukmu teman-
ini adalah salah satu lagu yang selalu membuat ratih teringat dengan B15, kelas TPB tercinta yang gak akan terlupakan seumur hidup. bahkan, masa2 gak penting bersama mereka bisa mendadak menjadi jauh lebih terkenang dibandingkan pengalaman pertama menginjakkan kaki di GWW sebagai mahasiswa IPB.
lagu ini juga yang membuat ratih selalu teringat, akan keberadaan teman2 di SMA. tentang laskar Bahrul Ulum yang tak tergantikan oleh apa pun di dunia ini, tempat ratih pertama kali mengerti arti keberadaan ratih di dunia ini.
bersama mereka semua, ratih pernah mengalami hari-hari yang luar biasa. berlari bersama, tertawa bersama, menangis, terjatuh dan terbangun lagi. bersama mereka, ratih menemukan tangan2 yang selalu terulur, senyum yang selalu merekah hanya untuk menghapuskan segala penat pada setiap pagi yang hampir selalu ada. indah bukan...ketika dapat menemukan mereka yang menyatakan kesediaannya untuk tetap menjadi sahabat walaupun harus.......berpisah.
Perjalanan selama satu tahun di BEM Fateta ini bukan hal yang lurus lurus saja. Akan ada saat di mana kita merasa sendirian, tertinggalkan, kehilangan, tertekan, marah, kesal, bahkan sesekali ingin rasanya berteriak dan menghancurkan sesuatu. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa di satu sisi, banyak saat di mana kita merasakan perjuangan bersama yang indah, memiliki teman2 yang telah terseleksi dan terbukti secara nyata kesetiaannya pada kebersamaan ini, ada kalanya kita merasa semangat ini begitu tinggi, bahkan terlalu tinggi sehingga seluruh pagi terasa begitu indah. Atau, ada kalanya juga di mana kita merasa bahwa langkah ini begitu tepat meski pun harus terasa sakit, harus bercucur keringat, harus berkali-kalli terjatuh, tapi senyum di sekitar kita menghapuskan semuanya.
Well….buat BPH yang selalu semangat mengkondisikan kami semua…semut-semut nakal, Buat K Randi denga perjuangannya, buat K Ajias, K Oni, dan Dati dengan semangat yang tanpa lelah, buat reza dengan garingnya (ha ha..piss za), buat Kak Erlin dan Kak Henry dengan semua nasihatnya. Gut Danke…..ich liebe ihr (ha ha…kayakanya salah nih bahasa).
Buat pejuang keuangan, Biker, tuk Kak Tya dan Kak Ade,terinspirasi banget sama semangat dan senyum kalian(maju terus ya kak Red’s co nya….oke dah buat bang ojak, adi, dkk)
PSDM dengan segala aktivitasnya yang padat, salut deh pokoknya. Meski pun harus kehilangan kak Risma, tapi masih ada Ichank kan??pejuang banget dah si ichank di tengah anak2 kayak Imam, Herga, Ismet, ka Nurwan, dkk (he he piss…..)Haha.
Buat Sarah, Kak Arif dan anak2 advokasi lainnya(suhe,k azis, k widya, bener2 power ranger), beserta anak2 soskemas di bawah pimpinan ka Tika yang penuh semangat dan kak Winda yang total abis pergerakannya( he he), kepedulian kalian kepada anak2 fateta benar2 hebat. 4 jempol dah pokoknya…he he
Hubeks…dengan Kak Aria yang di akhir2 ini seperti single parent, dengan melihat semangat ichad dan rima dan anak2 lainnya tetap membuat ratih salut. You’r the best dah pokoknya. Red’s go ke UI tuh oke banget pokoknya, gak terlupakan. tanx buat websitenya juga yang oke!!
Dan untuk pemikiran yang hebat, buat Kak Pandu dan anak buahnya,sinta, ka gonggo, k ipul, k nana, dan kyo (mau disebut apa? Pejuang legislative atau penggemar eksekutif?he he)
juga untuk pejuang2 agroteknologi di Agritech dengan semangat tanpa henti dari Rahman dan Oki. Dan dari anak2 lainnya tentunya.Salut. Salut. Bersyukur banget bisa kenal kalian.
Dan secara khusus, rasa salut ini, rasa terima kasih ini, dan rasa syukur ini untuk anak2 gokil yang menemani hari2 di BEM penuh segala macam rasa nano nano. K Muthi, K Nyez, K Devina, K Yos, Ipunk, Atsenk, Banu, Pandu, Riza, Andri. Enta harus berkata apa….terlalu sulit untuk diucapkan (he he)
O iya…..lupa, buat anak2 BEM Muda juga. Hmm………dengarkan kata hatimu nak…..do the best, di mana pun berada, yang penting kontributif dan amanah. He he(so tua banget yee….)
Harus kukatakan bahwa perjalanan ini tidak semuanya menyenangkan, tapi dengan bangga kukatakan bahwa perjalanan di BEM Fateta benar2 tidak tergantikan, tidak akan terlupakan.
Kusimpulkan bahwa perjalanan ini begitu indah, dengan semua masalah yang dihadapi, dengan semua ujian dan tantangan yang ada. Karena kita tahu…..masalah itu ada untuk mendewasakan kita.
Dan inilah yang harus benar2 ratih katakan. Bahwa ratih sungguh berterimakasih atas segala yang telah BEM Fateta berikan : pengalaman yang hebat, teman2 yang luar biasa, masa-masa yang menyenangkan.
Dan ketika mendengar lagu Untukmu Teman, absolutely, nama Semut Merah akan ada dalam setiap lirik lagu itu (lebay mode on).
Yah...sekarang, aku akan menlanjutkan langkah ini bersama Merah Saga dan pasukannya, estafet perjuangan sudah dimulai....
Terima Kasih Semut Merah
MERAH SAGA…….sebuah nama untuk perjuangan kami……
ini adalah deskripsi panjang tentang nama kabinet BEM FATETA 2010 :
Untuk beberapa orang, mungkin ada yang baru saja mengenal istilah ini. Kalau dalam bahasa inggris, Merah Saga itu adalah Bright Red (jadi…bukan Saga Red ya….). warnanya….adalah benar2 merah Fateta (karena merahnya kita itu bukan Merah hati, merah maroon, apalagi merah muda kan….). So, dengan kata lain, nama MERAH SAGA adalah identitas kita yang kental dengan Fateta. tidak perlu berpikir dan mempertanyakan terlalu lama MERAH SAGA itu kabinetnya siapa, karena sekali dengar pasti tahu kalau itu miliknya Fateta…..
Filosofis biji Saga :
Biji saga adalah biji berwarna merah, yang kecil dan memiliki tekstur yang kuat, dan tidak untuk dimakan. Mengapa Saga? mengapa harus biji saga? Teman2, biji saga itu memiliki perjuangan yang sangat hebat untuk hidupnya. Meski harus tertiup anging yang kencang, jatuh dari pohonnya, bahkan tak jarang terinjak, tapi warna merahnya yang membara itu tak pernah pudar. Kulitnya sulit untuk diretakkan. Ini sangat filosofis sekali karena Fateta pun tak akan pernah mau memudarkan warnanya, melunakkan semangatnya, hanya karena ancaman, dan beribu-ribu kecaman yang datang bukan?
Biji Saga itu, ada di mana-mana. Berpencar…..tetapi, mereka tetap biji Saga. Warna merah mereka homogen. Dan apa pun habitatnya, orang-orang tetap mengenalnya sebagai biji Saga. Kita pun demikian. Mobilitas anak2 Fateta, anak2 BEM Fateta sangat tinggi. Tetapi, di mana pun kita berada, bagaimana pun aktivitas kita, sejauh apa pun kesuksesan kita, identitas sebagai mahasiswa Fateta tidak akan pernah lepas, karena sudah melekat begitu erat, seperti melekatnya warna merah pada biji Saga maka merah Fateta pun adalah identitas kita.
Akronim SAGA :
Tahun solidaritas. Begitulah katanya kekuatan Fateta tahun ini. Sinergisitas dengan HIMPRO dan LK lainnya adalah titik temu kita untuk tahun solidaritas tersebut. Maka nama SAGA bisa berarti SAtu GerAkan, SAtu GebrAkan, SAtu GrAtifitasi, SAtu GenggAman, sAtu GAgasan.
Salam MERAH SAGA…..
A Real Friend
Anyone can stand by you when you are right, but a Friend will stand by you even when you are wrong...
A simple friend identifies himself when he calls. A real friend doesn't have to.
A simple friend opens a conversation with a full news bulletin on his life. A real friend says, "What's new with you?"
A simple friend thinks the problems you whine about are recent. A real friend says, "You've been whining about the same thing for 14 years. Get off your duff and do something about it."
A simple friend has never seen you cry. A real friend has shoulders soggy from your tears.
A simple friend doesn't know your parents' first names. A real friend has their phone numbers in his address book.
A simple friend hates it when you call after he has gone to bed. A real friend asks you why you took so long to call.
A simple friend seeks to talk with you about your problems. A real friend seeks to help you with your problems.
A simple friend, when visiting, acts like a guest. A real friend opens your refrigerator and helps himself.
A simple friend thinks the friendship is over when you have an argument. A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a fight.
A simple friend expects you to always be there for them. A real friend expects to always be there for you
PERBEDAAN PERSEPSI
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi
semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut
karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik
becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak
pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum
matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan
sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di
tangan anda.
'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'
www.lautanindonesia.com
Rasa Bersalah Dan Kerinduan
Telah lama aku pergi menggalkan semuanya
sendiri.....
terpisah....
jauh mengejar mimpiku saja
seakan tak pernah peduli jiwa-jiwa yang pernah bermain bersama
rasa bersalahkah ini?? atas langkah yang hilang bertahun2 lamanya
atas pkebersamaan yang tak kunjung ada
atas masa lalu yang terlupakan begitu saja
ataukah hanya sekedar kerinduan....?
karena bertahun lamanya tak menatap senyum dan tawa itu
karena bertahun lamanya aku pergi bersama keegoisanku...
Mimpi...kenapa hanya padaku kau datang dan menghanpiri
Mimpi...kenapa karena mu harus kutinggalkan semua masa lalu ku...
kini...aku hanya bisa terdiam menyaksikan rangkaian kisah hidup masa laluku
diam....dan tak berbuat apa-apa
bukan persahabatan laskar pelangi yang terjadi....
hanya sepotong kisah kanak-kanak yang tinggal kenangan saja
maka....kubiarkan bayang-bayang masa lalu itu tergantikan oleh tawa-tawa mungil yang berlari dari kejauhan, menggapai tanganku dan memanggilku...kakak...
ya...anak-anak pengukir masa depan itu. tak akan kubiarkan mereka tumbuh tanpa mimpi.
untuk adik-adikku....untuk teman-temanku...hiduplah dengan mimpi....hiduplah dengan cita-cita... mengandalkan keberadaan untuk menggapai masa depan adalah sulit bagi kita. maka....hanya mimpi yang dapat membuat kita memiliki masa depan secerah mentari. aku sudah buktikan itu....
cobalah....dan ajarkan pada anak-anak pengukir sejarah bangsa ini.
ajari mereka untuk bermimpi
ajari mereka cara untuk meraihnya
ajari mereka untuk lebih banyak memberi...
ajari mereka dengan...TAQWA....
untuk semua praktisi akademika....ukirlah mimpi-mimpi untuk meraih masa depan...dan buat;ah penerus kita untuk memikirkannya juga
Sebuah Kado Bernama “DOA”
kisah ini pertama kali gw publish ke salah seorang temen gw di B15 waktu dia ulang tahun....
Bulan itu kembali bertanya……
“Ya Tuhan…kenapa aku tercipta sendiri di langit ini. Kosong……hampa….gelap…tak ada teman. Hanya ada bebatu angkasa yang hilir mudik di tata surya ini.
Ya Tuhan…..aku hanya satu2nya satelit untuk bumi ini…..
Kenapa aku tidak seperti satelit milik Saturnus…atau Uranus…mereka yang berputar mengelilingi planet ini tidak sendirian…..”
Maka untuk sebuah jawaban yang bermakna..Tuhan pun menjawab….
“Sendirian??? Dengan begitu banyak manusia yang menatap tatkala purnama bersinar
Dengan begitu banyak kalimat pujian atas malam yang terang……
Dengan begitu banyak mimpi yang terjadi saat dirimu mengangkasa di langit malam bumi?
Sendiriankah??
Bulan itu kembali bertanya..
“Tapi Ya Tuhan…..dengan begitu banyak manusia yang menatapku di bawah sana…aku tetap sendirian di langit yang gelap ini…..?”.
Tuhan kembali menjawab……
“Senidiran?? Apakah tidak kau perhatikan…langit malam tak pernah sepi. Selalu ada purnama yang menyinari…selalu ada bintang-bintang yang ikut menghiasi. Bintang-bintang itu susah payah mengirimkan cahaya dari perjalanan waktu sebanyak jutaan tahun lamanya…hanya untuk menemanimu.
Bintang-bintang itu pun tetap menemanimu bercahaya……meski ia telah lama redup…..
Sendiriankah??
Matahari!!! Matahari yang bersinar dan membakar semangat planet-planet lain untuk tetap bertahan di tata surya itu…..memberikan cahayanya padamu…untuk bisa bersinar indah..menggantikan dirinya yang tidak bisa bersinar di malam hari.
Sendiriankah kau???”
Bulan itu tersenyum…dan kini….ia tidak sedih lagi…tidak bertanya lagi…ia tahu…Sang Pencipta mengerti apa yang terbaik untuk semua ciptaanNya.
Bulan itu ibaratkan kita…seorang manusia biasa. Yang lemah….rapuh..dan selalu mempertanyakan banyak hal. Kita yang tidak pernah puas dengan semua nikmat yang telah 4WI berikan.
Bulan itu adalah kita……manusia yang selalu ragu. Seakan masih kurang keimanan kita untuk meyakini bahwa 4WI tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.
Malam adalah kehidupan…..terkadang, membuat kita terlena….karena tenangnya…karena begitu banyak hal yang terjadi di malam hari. Namun terkadang, membuat kita merasa sepi karena kesunyiannya. Memandang hidup….sama seperti memandang malam…. Kita bisa berpikir malam itu menyenangkan karena ketika itu…kita mulai bisa merajut mimpi kita sendiri… namun, kita juga bisa berpikir malam itu terlalu sunyi… dan setiap detik yang terlewati seakan mempertegas garis kesendirian itu…
Bintang-bintang itu adalah sahabat dan mimpi-mimpi kita…
Seorang sahabat…tak harus selalu ada.. tidak harus selalu bersama. Seperti bintang-bintang itu…. Saling berjauhan..jauuuuuuh sekali. Bahkan tidak terjangkau oleh ruang dan waktu. Tapi….persahabatan tidak mengenal ruang dan waktu itu. Cahaya itu akan tetap sampai pada malam..meski pun harus melewati perjalanan waktu jutaan tahun lamanya… bahkan ketika dunia telah usai menemani cahaya mereka…bintang-bintang itu tetap memiliki sinarnya di malam hari. Itulah persahabatan bulan dan bintang….
Lalu….matahari itu….. itulah sahabat yang sejati….. sebuah ukhuwah di tingkat tertinggi…pengorbanan.
Ya……matahari tidak memiliki sinarnya sendirian…itulah kita…itulah B15…itulah persahabatan yang tak pernah mati. Cahaya yang menyilaukan mata di siang hari…dan menyenangkan hati di malam hari….adalah kisah hidup di setiap tingakatan ukhuwah. Sebuah timbal balik yang tak ternilai harganya.
Untuk persahabatan ini…..untuk Bulan, Bintang, Malam dan Matahari dalam kehidupan
Inilah kado sesungguhnya dari kami….
Sebuah ikrar tentang persahabatan yang tak akan mati…..
Semoga………purnama akan tetap ikhlas bersinar di malam hari. Mengisi kembali gelapnya gulita, meyakinkan kembali bahwa masih ada mimpi untuk esok hari.
dan hari ini,,,akan kuubah jalanku
kini aku sedang berada di dalam labkom....
ketika pertama kali ke sini melalui F-Tour..lab ini jauh berbeda. masih menggunakan CRT yang kotak dan gak keren itu, panas,,,dan tidak meyakinkan, bahkan kecepatan internet connectionnya pun diragukan.
tapi sekarang...semua telah berubah. ruangan yang 'nggak bnget' itu berubah manjadi 'waaah'. dengan fasilitas yang oke dan modern, lab kom yang tadinya meragukan itu kini beubah menyenangkan......
perhatikanlah...perubahan itu indah bukan??
maka suatu hari nanti..aku ingin ada orang yang berkata...
'Ratih..semua telah berubah...berubah menjadi lebih baik lagi...'
dan hari ini....akan kuubah jalanku....
POLITIK?? sebuah kontroversi
jangan pernah jadi politikus, hanya membawa keburukan saja
jauhi dunia politik...karena itu akan membuatmu sengsara
sebuah statement yang teramat aneh. saya pikir, kesalahan terbesar dani konsep dan pernyataan ini adalah satu hal... POLITIK itu seharusnya bukanlah sebuah profesi. itu yang orang kebanyakan tidak bisa memahaminya.
terserah mau setuju atau tidak.
tapi politik bukan sebuah keprofesian. politik hanyalah sebagian dari ilmu sosial dan ilmu kehidupan.
pendidikan itu politik
sains itu juga politik
masalah pangan...juga masalah politik
dunia entertainer pun adalah sebuah perpolitikan...
kalau, bagian mana dalam kehidupan ini yang benar-benar lepas dari politik??
bahkan..anggota DPR pun BUKAN seorang POLITIKUS!!!
mereka hanya menjalankan sebuah fungsi legislasi yang berasaskan ilmu perpolitikan..dan TIDAK PERNAH.... berpiikir politik adalah keprofesian mereka.
islam sendiri pun mengajarkan adanya perpolitikan. masalahnya adalah...politik itu di cap sebagai salah satu bentuk yang tidak bagus karena pelaku nya telah menyalahgunakannya. tidak ada bedanya dengan seorang ilmuwan yang menjadi jahat karena telah menciptakan seorang virus berbahaya untuk dijadikan senjata biologis....
tolong di renungkan....( untuk kak L yang benci banget sama Kuda!!! )
dan aku rindu
saudaraku...ALLAH benar-benar baik ya.....
aku pernah meminta gar aku mendapatkan kembali keluarga yang utuh....
tapi ALLAH tidak memberikannya...ALLAH tidak menyatukan kembali apa-apa yang kini telah bercerai berai.
tapi...ALLAH memberikan yang lebih dari itu..lebih dari UTUH. aku memiliki banyak sekali keluarga....dan percayalah itu sangat menyenangkan.
keluarga intiku yang tadinya hanya sekian orang...kini sudah sekian banyak orang. awalnya, sangat sulit menerima itu semua. tapi ternyata...aku pun tahu..bahwa aku adalah anak yang sangat beruntung sekali memiliki mereka semua. hadiah-hadiah terindah dalam kemasan bernama FAMILY
keluiarga sekunderku...keluarga yang telah menemukan diriku hingga terbungkus rapi seperti ini. kebanggaan-kebanggaanku, sayang dan rinduku, tempatku pertama kali menemukan cita-cita dan tujuan hidup ini. mereka semua terangkum dalam sebuah yayasan alumni dan keluarga besar yang sangat kukagumi. SILAKBAR 2008 kemarin telah mempertemukanku dengan keluarga sekunderku ini. dan percayalah...aku benar-benar merindukan mereka. rsanya...perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor sama sekali bukan masalah dan sama sekali tidak melelahkan.
lalu, apakah B15..ITP44 akan menjadi keluarga di hatiku?? itu terserah ALLAH...yang mengatur hati-hati teman-temanku untuk menjadi satu dalam sebuah tujuan yang mulia. sesuatu yang mempertemukan aku dengan teman-teman rohis. sesuatu bernama PERJUANGAN.
luv u all....
aku akan tetap tersenyum
telah banyak yang terlewati
dan mereka tak tahu
air mata yang selama ini keluar di balik senyuman
keresahan di balik kegembiraan
kegundahan di balik kebahagiaan
rasa sesal sepenuh hati, di balik kebanggaan
aku menyimpannya jauh di dalam kenangan yang terlupakan
dan aku akan kubiarkan orang lain mengetahuinya
biarkan aku menjadi apa ang orang-orang inginkan
dan aku tak akan mengeluh lagi
aku tak mau mengemis pengertian
aku bosan menuntut kepercayaan
maka kuputuskan membuang diriku yang lama
dan menjadi aku yang sekarang
dan kisah itu hanya menjadi masa lalu
untukku dan hanya untukku
semua akan berjalan seperti air yang mengalir
tak akan lagi ku memohon untuk mendapatkan apa yang kuinginkn
sahabatku adalah sepiku
temanku adalah sunyiku
sebuah kebersamaan dalam keheningan
dan aku percaya, aku akan tetap tersenyum
bahkan ketika dunia tetap membodohi
buat apa berharap pada kenyataan palsu??
daripada menunggu kisah yang tak pasti
lebih baik kuukir kisah itu sendiri
bukan sebuah kisah negri dongeng yang indah
hanya sebuah kisah sederhana
di mana ada sebuah pulau yang membuang semua harapannya
dan membangun impiannya sendiri
aku percaya aku bisa
dan aku tak peduli...
bahkan jika kita tak bisa bersama lagi sahabat....
aku ingin lepas
aku ingin bebas.......
aku ingin mengepakkan sayap
dan aku tak mau terjerat kebodohan palsu itu lagi
walaupun kau tak akan ada lagi untuk melihatku terbang di atas samudra
aku akan selalu ada untuk melambaikan tangan....
ini hanya masa lalu
dan aku tahu...sebentar lagi kan usai.......
dan aku ...akan tetap tersenyum...
aku ingin melangkah lebih lama
aku ingin tertawa lebih dalam
aku ingin waktu ini terhenti saja.....
tapi sesungguhnya..dunia ini pasti berubah
umurku akan terus bertambah
aku akan semakin tertuntut untuk dewasa
tidak ada jaminan, kebersamaan ini akan bertahan
hai jiwa yang tak tahu apa-apa
aku dan diriku yang bodoh itu berkata dalam diam...
mengapa kau begitu menyebalkan..
tidakkah kau tahu...
dinding itu tahu segalanya
tentangku...
tentang perasaanku...
tentang kehidupanku.....
silahkan kau pikirkan..
apakah yang selama ini telah terjalin
hanya seonggok kisah yang lalu begitu saja
atau telah menorehkan noda yang amat dalam
silahkan kau pikirkan...
apakah semua manusia itu sama
apakah setiap orang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda...??
silahkan kau pikirkan....
apakah hati ini begitu keras sam[asi satu kebaikan tak akan pernah membekas??
TidaK!!
kalau kau lihat ada ketegaran..
sebenarnya itu hnya usaha untuk menutupi kebodohan
kalau kau lihat adanya kedataran perasaan
itu hanya usaha menghilangkan kenyataan bahwa senyum itu pernah membekas
sekarang..silahkan kau pikirkan...
berbedakah aku dengan yang lain???
untuk jiwa yang tak pernah tahu.
tak kan pernah kubiarkan dunia ini tahu..apa yang sebenarnya ada.
tak kan kubiarkan kau pun tahu...siapa sebenarnya aku dan jiwaku.....
aku hanya ingin mempertahankan kisah ini...
dan pergi sebagai masa lalu yang akan mati.....
Kemanusiaan di mata kita....
masih ingatkah akan bunyi dari sila ke dua Pancasila??
Kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB....
well, apa arti Adil? apa arti beradab? Ir Soekarno Alm bukan sekedar mencetuskan kata-kata tersebut sebagai landasan idiil negara kita. beliau tentunya memiliki harapan besar akan sila ke-dua tersebut. harapan bahwa, meskipun kita telah terjajah selama 350 tahun lamanya,
meskipun terlalu banyak kebobrokan dan keterhambatan untuk menjadi negara maju, tapi kita masih memiliki landasan idiil itu,
sebuah landasan yang diharapkan dapat teraplikasikan oleh seluruh Warga Negara Indonesia
sebuah landasan yang tentu saja, menjadi saksi akan perjuangan proklamasi, ketika saatnya kita harus keluar dari keterpurukan penjajahan.
landasan itu tidak main-main kawan.
Kemanusiaan
yang
ADIL
dan BERADAB
tahukah kamu seperti apa itu?
ketika kita berada di perempatan lampu merah
menemukan begitu banyak peminta-minta
begitu banyak anak terlantar
begitu banyak orang tak berpendidikan yang luluh lantak di kehidupan jalan yang amat keras
begitu banyak pedagang asongan yang menyeka keringat mereka....dengan tangan legam mereka....
begitu banyak pengamen yang mengemis receh demi sesuap nasi..ataupun demi menghindari pungli dari para pelaku utama kerusuhan jalanan....
tapi, masih ada umpatan untuk mereka
umpatan akan ketidaknyamanan dari para pemilik kendaraan pribadi...
yang di dalamnya berada orang-orang yang tak pernah tahu bahwa ada kehidupan malam yang sangat mencekam di tempat yang biasa mereka lalui.
apakah kita menjadi salah satunya??
itukah kemanusiaan?
kita duduk di dalam ruang ber-AC....memandang dengan penuh kantuk dosen ataupu guru yang sedang berbicara....
sementara di luar sana, begitu banyak anak-anak yang putus sekolah
memandang pendidikan sebagai sebuah impian belaka
memandang kesuksesan hanya milik orang-orang kaya....
memandang bahwa seragam hanyalah angan-angan
memandang bahwa kehidupan ini hanyalah soal mencari makan dan bertahan....
kita berpegang teguh pada sebuah prinsip...
4 sehat
5 sempurna.....
sementara tidak sedikit yang mengkategorikan sehat adalah mendapatkan seteguk air
dan sempurna adalah sesuap nasi??
di manakah kemanusiaan??
ketika kita dengan tenang berjalan di bawah langit biru.......
bermain bersama teman-teman
melangkahkan kaki menuju masa depan yang dinantikan.......
tapi di seberang sana.......
di negri palestina tepatnya....
para remaja adalah orang-orang yang hanya memiliki satu cita-cita
mempertahankan apa yang mereka punya.
batu......adalah boneka bagi para balita, yang sewaktu-waktu menjadi satu-satunya alat mempertahankan diri dari peluru
darah...adalah teman para adik kecil kita di sana
keringat...angin bagi kehidupan mereka...
listrik....cahaya....adalah hadiah terindah ketika mereka mendapatkannya
dan ketenangan...hanya sekedar impian saat ini
lalu....di manakah kita?
di bangku sekolah? bangku kuliah? mengerjakan laporan, tugas, dan hanya berpikir untuk cepat-cepat lulus, mendapatkan pekerjaan dan hidup nyaman?
teman-temanku.....
remaja adalah pemuda
dan pemuda adalah amanah
seorang remaja telah memiliki amanah sebagai pemuda
dan pemuda.......melihat kemanusiaan sebagai sebuah tugas.
melihat kemanusiaan sebagai pekerjaan penting.
belajar....
menuntut ilmu.....
organisasi....
minat...
bakat....
semua adalah sarana....
sarana untuk kepedulian akan kesejahteraan manusia.
karena untuk itulah manusia tercipta. untuk peduli
dan karena itulah sila ke-2 Pancasila tercetuskan
seorang proklamator yang terkenal di seluruh dunia itu, berharap..bahwa di tangan para pemuda lah.....yang termasuk di dalamnya remaja Indonesia...
kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB bisa terukir di hati setiap Warga Negara Indonesia
cuma lewat
MpKMB...MPF...MPD
days with ITP will come....
mesti cepet2 bikin grand design kehidupan nih.
Indahnya Berbagi itu…………
02 Juni 2008
Sekali lagi aku merasa kata-kata Reza Pahlevi mengandung kebenaran, yaitu ketika beliau mengatakan bahwa minggu-minggu ini akan menjadi minggu terbaik kita, anak-anak TPB. Yah…kalo dipikir-pikir, apa pun masalahnya, memang seharusnya seperti itu. Minggu ini benar-benar minggu terakhir kita menjadi anak-anak TPB secara utuh, minggu terakhir di mana kita bisa bercengkarama dengan teman sekelas sebagai anak TPB, minggu terakhir di mana kita menyelesaikan program kerja entah dari mana saja tentu saja dalam lebel anak TPB. Yah..paling tidak minggu depan sudah bukan saatnya seperti karena setelah berbagai macam kesibukan yang mendera, sudah saatnya kita menjalankan amanah utama kita yaitu……BELAJAR!!!!!!!!!!!!!!
Well..bukan itu intinya. Sebuah acara bernama BIG BIS PEDULI telah membuka sebuah paradigm setelah ketika APEL 2008 lalu sempat nyeletuk gak mau lagi kepikiran untuk buka yayasan TK. Awalnya, acara ini benar-benar tidak terkonsep dengan benar, awalnya aku bahkan sempat pesimis acara ini akan sukses. Sabtu, 31 Juni 2008, pertemuan dengan Bayu, Ramdan dan Irfan entah kenapa membuka sebuah ide yang tidak pernah tercetus sebelumnya. Yap…awalnya kami akan berbaksos di Panti Yatim, tapi aku sedikit ragu Karena anak-anak di
H-2 baksos, acara langsung terubah begitu terpikirkan sosok anak-anak penjual risol itu. Kenapa tidak kita mulai dari kampus sendiri…..???? yah…. Sempat mengundang kebbingungan tentang masalah teknis dan semacamnya, bahkan kami sampai hari itu belum mendapatkan dana yang cukup untuk membeli semua jualan anak-anak itu nantinya. Akan tetapi, Alhamdulillah atas izin ALLAH SWT semuanya berjalan begitu lancar.
Alhamdulillah, ada donator yang bersedia dan acara benar-benar berjalan begitu menyenangkan. Akhhhh….tapi sayang, anak kecil bernama Sofyan yang sering kutemui di Sapta tidak sempat terajak. Sayang sekali.
Percaya atau tidak, yang terjadi pada diriku setelah acara itu usai adalah aku menangis sambil menyanyikan lagu UNTUKU TEMAN, BROTHERS dalam hati. Aku benar-benar menangis bahagia. Aku bahagia ketika melihat anak-anak itu begitu ceria, terseyum begitu lebar dan ikhlas. Bukan hanya karena jualan meraka habis pada hari itu, tapi karena mereka diizinkan untuk berbagi. Selama ini kita selalu mengatakan dua kata itu…indahnya berbagi. Yah….indahnya berbagi memang bukan main, tapi akan lebih bukan main indahnya ketika bukan hanya kita yang dapat berbagi. Aku benar-benar senang ketika kita semua dapat mengajarkan kepada generasi kecil yang sebenarnya harapan bagi bangsa itu indahnhya berbagi. Banyak hal yang didapat dari BiG BIS peduli ini dan hari ini telah menjadi hari terbaik kami. Jangan lupa bersyukur teman-teman…. Kalau dullu aku pernah mengatakan aku sayang pada mereka, maka kali ini aku berani mengatakan, aku sangat sayang pada mereka.
Untuk adik-adik kecil kami, Irfan, Bayu, Sarah, Ramdan, Fahri (lucu buangeeeeeet, 5 tahun bo!!!), Iin, Asdi, Arif, Santi, Sheila, de el el, kami mungkin tidak bisa member banyak. Tapi, sesuai dengan tema OIA kita, education is ours, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dibandingkan sebuah jualan yang habis saat itu juga. Sebuah kebersamaan, sebuah harapan untuk menggapai cita-cita, sebuah kepercayaan, sebuah pendidikan, sebuah kasih sayang, sebuah keberanian, dan perasaan akan INDAHNYA BERBAGI……… we’ll miss u all.
Kejutan kecil di hari minggu
02 Juni 2008
Ibaratkan sebuah hadiah di hari ulang tahun, apa yang terjadi hari ini merupakan surprise yang super menyenangkan.
Angka itu benar-benar nyata. Malam itu, the our big bos memfokuskn matanya sefokus-fokusnya akan tulisan yang benar-benar nyata di depannya. Ingin mempetanyakan tapi aku tahu ia tak memerlukannya, dengan gayanya bermain intonasi nada suara, ia ubah nada yang tadinya datar dan tanpa semangat menjadi lebih tegas, penuh kepercayaan (mengalahkan semua keraguan yang ada), tanpa basa-basi dan dengan senyum penuh syukur yang selama ini belum pernah ditunjukkannya. Aku tahu, kalau saja ada lonceng besar, beliau pasti akan berlari ke arahnya dan membunyikan dengan penuh luapan rasa syukur dan kebanggaan.
Sebelas juta rupiah. Wow….how a great point. Waktu pertama kali mendengarkan dari Supervisor yang hobi banget ngelihat staffnya ini kebingungan, rasa ketidakpercayaan, kebingungan, kebanggaan, haru, semuanya becampur aduk seseu gado-gado. Seumur-umur ikut kepanitiaan, baru pertama kali ini dapat sponsor tunggal. Hebat banget. Salut buat anak-anak PP (Promosi dan Pemasaran). Luv uu all..
Namun, sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita akan tenggelam kepada kenikmatan itu atau kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur. Dan salah satu bukti bahwa kami bersyukur adalah keseriusan dalam menjalankan kepanitiaan ini. Memanfaatkan amanah berupa sebelas juta itu dengan sukses dan tercapai tujuan.
OIA (Oryza In Action) harus benar-benar sukses. Sebuah extra ordinary event yang merupakan puncak dari semua review perjalanan BEM selama ini. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap perjuangan.
ORYZA………………..BANGKITLAH
ORYZA……………….MILIK KITA
ORYZA……………….SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT
BEM TPB 44…………….LEPASKAN PANAH!!!!!!!!!!!!!!!!
Belajar dari mereka..alangkah indahnya
31 Mei 2008
Nama anak itu Irfan. Seorang anak berusia 12 tahun, si penjual risol dan donat, sebuah usaha yang menganut prinsip PPSSS(Pasar Persaingan Sangat Sempurna Sekali). Simpati muncul di hati teman-teman ketika mengetahui bahwa si kecil Irfan belum bisa mengabil nilai rapor karena belum lunas bayaran sekolah. Yah…jadi ingat masa lalu. Mungkin bagi kami uang 100.00 bukanlah seberapa, tapi bagi si penjual risol kecil itu, uang sebesar itu adalah sangat istimewa, memerlukan kerja yang amat keras untuk mendapatkannya.
“Tenang saja Mba, Irfan bisa kok ngumpulin duit”, ucapnya dengan senyum yang tak pernah pudar. Dan senyum itu bukan pura-pura. Karena anak kecil tak akan pernah bisa menyembunyikan perasaanya, aku langsung tahu anak itu adalah anak yang selalu penuh dengan energy positif dalam kehidupannya. Hmm….kalau ingat masa lalu, aku bahkan tak menemukan keceriaan itu ketika dihadaapi masalah yang serupa, padahal yang anak guru agama itu aku dan yang penjual donat itu adalah dia. Jelas dari segi pendidikan, seharusnya aku bisa lebih dewasa ketika itu.
Masih banyak Irfan-Irfan lain dengan nasib serupa yang tak pernah berpikir bahwa hidup ini menyulitkan. Penjual donat dalam rupa anak-anak itu member sebuah pelajaran idup tersendiri bagi kita. Begitu banyak teman yang berjualan secara homogen, tapi hamper tak pernah kutemukan pertikaian yang mengkhawatirkan. Mereka bermain dan belajar langsung dari kehidupan yang mereka alami. Mungkin mereka tak sejenius anak-anak yang mengalami pendidikan bagus di sekolah terkenal dan mahal, kasus Lintang bukannya tak bisa terjadi, tapi aku tak berharap itu ada di antara penjual-penjual donat kecil itu. Namun, ada nilai-nilai lebih yang kulihat di kehidupan mereka yang tak akan kutemukan di dalam kepribadian anak-anak yang hidup dalam limpahan fasilitas yang memadai. Aku menemukan sebuah kerja keras, aku menemukan sebuah keikhlasan, aku menemukan sebuah kebersamaan, aku menemukan sebuah kegigihan. Hal-hal yang akan menjadi sebuah kebanggaan yang menakjubkan jika dipoles sedikit dengan pendidikan formal yang bermutu. Walaupun aku tak berharap ada Lintang lain di antara mereka, tapi paling tidak aku akan selalu berdoa bahwa satu atau lebih dari mereka bisa menggoalkan potensi terbaik mereka. Saat potensi itu muncul dan terasah seiring dengan kesholehan yang tak pernah pudar bahkan terus bertambah, aku yakin, ada jalan kesuksesan yang amat besar di depan mereka.
Untuk adik-adik kecilku…….terima kasih karena telah memberikan pelajaran hidup bagi kami yang lupa akan peranan manusia dalam kehidupan. Yah…aku mungkin tak bisa setiap saat member risol dan donat itu, tapi paling tidak, aku akan lebih menyukai kalian.
Salam cinta dariku…..
Terima kasih untuk temanku hari ini
Jumat, 30 Mei 2008
Yah…..aku sudah siap untuk berubah. Hanya itu yang ingin kukatakan. Baru kali ini mendapat nasehat dari seorang p;egmatis. Selama ini aku hanya menemukan mereka sebagai pendengar yang baik. Tapi ternyata, ketika mereka memberi saran dan member masukan, itu lebih mengena untuk orang-orang yang sanguinis sepertiku.
Aku terlalu lama hidup bersama orang korelis dan melankolis sehingga sering sekali merasa tertekan dan tidak bisa mengontrol diri ketika sedang berada di puncak emosi yang tinggi. Pasalnya, ketika aku panic maupun kesal, kata-kata dari korelis dan melankolis malah menambah perasaan panic dan akhirnya aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Bukan yang pertama kali bagiku untuk mendengar nasehat dari orang plegmatis, tapi ini adalah yang pertama kalinya aku menyadari bahwa orang-orang yang bisa menasehatiku dengan sangat baik hanyalah orang-orang yang plegmatis. Enung, Yani, dll. Entah ini baik atau tidak, tapi intinya hanya merekalah yang selama ini yang bisa benar-benar membuatku terbangun dari kebodohan. Mungkin karena mereka terbiasa mendengarkan, sehingga mereka selalu memiliki pendapat yang tepat dan hampir tidak menyinggung perasaan ataupun membuat tertekan khususnya bagi orang sanguinis. Percayalah…..ketika aku panic, semua orang akan merasa heran karena aku benar-benar tidak bisa mengontrol kepanikan itu. Dan baru kali ini aku bisa mengontrolnya dengan sangat baik. Paling tidak, aku bisa mempersiapkan ujian praktikum kimia keesokannya tanpa harus memikirkan hal yang tidak berguna. Terima kasih banyak untuk teman-teman plegmatisku yang selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan si sanguinis ini bercerita. Terima kasih juga untuk seorang kawan yang telah memberi begitu banyak saran hari ini. Karena saran-saran itu, insya4WI aku siap untuk menemukan perubahan yang memang telah lama kunantikan untuk terjadi.
Jazakumullah khairan katsir. Luv u all coz 4WI.
Seruan untuk Para Pencari kebenaran….
Oh..ayolah, apa gunanya kalian pegang mushaf dan kalian hapalkan semuanya jika kalian enggan melihatnya bersinar dalam kepribadian kalian.
Apa pula gunanya kalian kenakan lambang bendera symbol pergerakan dan kemanjuan islam itu jika kalian masih enggan untuk bangkit menyambut seruan ini
Apa pula guananya kalian berucap begitu indah mengenai syurga dan buruknya neraka jika kalian enggan mencicipi pahitnya perjuangan
Apa pula gunanya kalian merdukan lafazh ayat-ayat cinta itu jika tak pernah rasakan tangisan ketika firman itu menampar hati dan menyentuh lembut kalbu dan nurani.
Apa pula gunanya kalian tunjukkan kalau kalian adalah MUSLIM jika tak pernah sekalipun terpikirkan apa itu IMAN
Apa pula gunanya syahadat dan takbir tiap waktu itu jika kalian hanya menganggap keduanya sekedar prasyarat untuk dinyatakan umat beragama
Apa pulanya kalian berazzam menjadi seorang yang selalu menjunjung tinggi nilai keislaman jika masih saja mencampurkan yang haq dan yang bathil.
Apa pula gunanya kalian mencari sahabat-sahabat sejati jika kalian enggan menjawab uluran tangan saudara kalian untuk sama-sama berjuang di jalan dakwah
Katakan KAWAN………..
Apa arti ISLAM bagi kalian…!!!!
Apa makna Al-Qur’an bagi kalian….!!!
APA urgensi IMAN bagi kalian….!!!
APAKAH HANYA UNTUK PRASYARAT AGAR DIAKUI SEBAGAI UMAT BERAGAMA…???
Kawan….tak rindukah kalian akan pertemuan abadi kita semua??
Tak inginkah kalian akan hadiah dari perjuangan suci ini….??
Sahabatku..aku mengajak kalian untu bangkit bersama
Aku mengajak kalian untuk menangis, untuk terluka, untuk tertatih dalam menjalankan amanah dakwah ini….
Hanya sebentar kawan…
Berjarak azan dan iqomat….seperti itulah hidup. Diawali dan diakhiri oleh keduanya.
Benar-benar hanya sebentar….
Aku mengajak kalian bersama…bersama diriku yang masih bodoh ini
Menuntut ilmu…..mengawali manisnya buah perjuangan islam.
Sungguh, air mata yang akan lebih sering keluar dalam perjuangan ini tak akan sebanding dengan hadiah yang dijanjikan ALLAH di hari akhir nanti.
AKu mengajak kalian……..berjalan menuju keridhoan ALLAH….
Untuk sahabat perjuangan……
27 Mei 2008
Waktu yang kita punya tak banyak untuk memupuk uhkuwah ini. Aku dan keihklasanku telah menawarkan sebuah dedikasi yang tak akan pernah kau jumpai di tempat lain. Sebuah dedikasi waktu yang hanya kuberikan untuk kalian sahabat. Sebuah dedikasi yang masih dapat kuberikan secara utuh untuk kasih dan sayang yang terlanjur tertanam untuk kalian sebuah dedikasi yang benar-benar hanya untuk kalian.
Kupersembahkan waktu yang kupunya untuk melangkah bersama kalian, kusediakan semangat yang tinggi untuk terus berada di sisi kalian, bersama dalam derai uji yang penuh lika-liku kehidupan. Kuberikan kesempatan-kesempatan yang ada hanya untuk kalian, untuk sama-sama berjuang di tengah peradaban zaman yang semakin tak tentu.
Ya…..manfaatkanlah kawan. Karena hanya kali ini saja bisa kulakukan. Akan tiba saatnya ketika dedikasi ini harus kuubah haluannya. Akan tiba saatnya ketika langkah ini tak sebebas camar yang melintas di permukaan lautan. Akan tiba saatnya ketika aku bukan lagi milik kalian dalam hal perjuangan secara agregat.
Kutawarkan….dan pergunakanlah teman, aku tak tahu kapan dedikasi ini akan berakhir, aku juga tak tahu kapan umur ini masih bisa melengkapi perjuangan keras kita dalam bersama-sama melengkapi perbekalan untuk kehidupan yang lebih abadi. Tapi satu hal yang pasti, waktu kita tak banyak.
Lalu….bagaimana dengan kalian??
Apakah aku bisa memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh bersama tangan-tangan yang belum tersambut oleh batas waktu kebebasan?
Apakah aku bisa memiliki waktu lebih untuk menatap dunia ini bersama kalian kawan??
Kumohon…ada waktunya ketika kalian akan bersama orang yang terpilih untuk meneruskan perjuangan ini dengan lebih sejati. Akan ada waktunya ketika kalian harus menepis semua tawaran kebersamaan karena sebuah dedikasi yang lebih nyata. Akan ada waktunya, dan itu bukan sekarang.
Aku ingin mencapai cita-cita itu….
Aku ingin menuntaskan mimpi itu…
Aku ingin menggapai semua harapan itu…
Dan aku butuh kalian saudaraku…
Aku butuh senyum yang hanya bisa kudapatkan ketika kalian memang benar-benar berperan sebagai sahabat seperjuangan.
Ah….mungkin hanya aku yang terlalu berangan. Aku tak mungkin memaksa kalian untuk meninggalkan kebahagiaan yang terlalu cepat dan tak tepat waktunya itu, tidak….karena aku tahu, kalia lebih tahu mana yang lebih berharga…persahabat kita, atau cinta maya itu.
Namun, satu hal yang pasti.
Aku akan berada di sini..tetap berada di sini. Menunggu kalian dating membawa secangkir kesempatan untuk maju meraih mimpi bersama. Aku akan tetap menunggu di sini sampai tiba waktuku untuk tak lagi membutakan diri dengan persahabatan kita. Aku di sini menunggu kalian menoleh kepada perjuangan bersama kita.
Hanya untuk kalian….sampai tiba batas yang mengentikan angan ini…
Untuk sahabat2ku yang tengah tertipu oleh cinta semu. Percayalah, aku rindu kebersamaan kita yang dulu, saat kita tak teganggu oleh fatamorgana dunia remaja.
Akhirnya aku Pulang……
Hyaaaaa…………..rasanya senang sekali kembali ke rumah. Sebulan pas!! Wow….rekor baru salama TPB. Sedih banget waktu dapat sms dari adik tercinta yang cerewet banget itu… “mba…pulang kapan? Kalo pulang bawa molen kecil-kecil yang banyak banget ya….”. rasanya pengen nangis. Dan meskipun minggu pagi harus berada kembali di
Sampai di Jakarta kira-kira jam 9 malam. Wah…pas banget tuh, jam malamnya akhwat. Langsung ketemu papi…hix,,pengen nangis rasanya ketika kucium tangan besar itu. Yang bikin kesel Cuma…ketika kubuka pintu kamar, kulihat adikku terkapar tidur dengan nyenyak dan kesal ketika dibangunkan. Yah….memang sih, aku gak bawa molen kecil-kecil pesenannya, hanya sekantung onde-onde yang entah dia suka atau tidak, tapi…tetap saja aku mau mendengar sambutan yang penuh kerinduan dari dirinya..oh adik…..
Esoknya…langsung cao ke Mami. Tapi malang, saya lupa kalau hari sabtu itu SD masih ujian, jadi Mom pasti lagi ngawas. Padahal aku rindu banget. Alkisah, pergilah aku bersama Dad ke rumah Pa’de di JakUt, ada acara keluarga dan merasa punya tanggung jawab moral untuk berada di sana. Perbaikan gizi dengan makan makanan yang tak akan pernah dibeli di Asrama. Kenyang eui…..
Nah….tibalah saat pertemuan dengan Mom ku tercinta. Berbicara panjang lebar. Tapi sayang, hanya berlangsung sesaat coz keesokannya aku harus kembali pada kenyataan bahwa aku adalah mahasiswa, seorang praktisi akademis sekaligus organisator yang memiliki tugas sebejibun yang menanti untuk diselesaikan.