Masih Bolehkah?





Di bawah langit pagi kita bertemu
berawal dari tak tahu apa apa
lalu mengenal nama
hingga akhirnya berkawan tanpa sungkan

Percakapan kita jarang jarang
tapi waktu seakan tak kenal putaran saat rangkaian nostalgia mengalir dalam obrolan panjang pada si jarang jarang
Kita dan malam penuh cerita, seakan bukan kemarin baru berjumpa

Dari kisahmu,
aku melihat kampung halaman yang sampai hari ini hanya bisa kurindukan
Dari kisah kita,
aku melihat aku yang berkaca
hei...ternyata banyak rupa yang sama

dan..
bagaimana aku harus menamaimu?

ah ya, ada sebuah nama istimewa untukmu
nama yang hanya tersemat pada mereka yang bertahun tahun lamanya berada di hati
nama yang hanya dengan nama itu, kami telah bersama bermain, berjalan, berjuang

Dan kini saat ragu berganti pasti
saat tanya satu persatu pergi

Masih bolehkan kunamaimu Sahabat?


-Miezfy-

terinspirasi dari puisinya Uni Yenti

0 comment :