Wanita.....


            
 Perkembangan dunia entertainment semakin mewabah di setiap stasiun televisi yang ditonton oleh ribuan anak dan pemuda Indonesia dewasa ini. Globalisasi era semakin memperluas hal yang sering disebut kreativitas anak bangsa tersebut. Beragam aliran musik dari Rock, R n B, Pop, dan kontemporer menambah daftar list keseharian dunia nyanyian pembawa kesia-saain. Beragam controversial dunia hiburan dari mulai berita entertainment hingga film layar lebar vulgar yang tak pernah bosan muncul, mulai menghantui hati para orantua yang memiliki putra dan putri yang bagi mereka termasuk dalam pecandu film layar lebar. Akan tetapi, di dunia yang bagi kebanyakan orang adalah dunia gemerlap dan bagi segelintir orang merupakan dunia gelap tersebut, masih ada segelintir cahaya yang meski tidak banyak, tetapi dapat sedikit menjadi penutup luka dari kerusakan-kerusakan yang muncul di permukaan.
            Dalam Indonesian Movie Award, rabu 5 Mei 2010 lalu, seorang muslim memunculkan sebuah kata yang tak pernah muncul di atas panggung megah bertabur gemerlap itu. Kata  itu adalah “Dakwah”. Kata yang diucapkan sembari memegang erat sebuah tropi yang tak pernah sebelumnya terserahkan pada orang seperti dirinya. Pendatang Pria Terbaik, kata tropi itu. Tak lama setelah itu, seorang muslimah tanpa lekukan tubuh yang berjalan terbalut kain seutuhnya, yang begitu kontras dengan ‘muslimah’ lain dengan warna kulit yang terlihat cerah datang pula ke atas panggung tersebut untuk menerima penghargaan yang serupa. Secercah cahaya di dunia yang gelap ternyata tak hanya dimunculkan oleh Film Fenomenal “Ketika Cinta Bertasbih”. Andrea Hirata yang mengharumkan “Laskar Pelangi” dalam novelnya, “Emak Naik Haji” dengan sentuhan kasih sayang yang kental, “Sang Murobi” yang walaupun hanya beredar di segelintir kalangan, serta beberapa deret perfilman lainnya memperkenalkan kepada dunia gelap tersebut tentang islam yang sesungguhnya.
            Perlu sangat disadari bahwa pengaruh dunia entertainment terhadap moral bangsa ini sangatlah kuat. Dengan semakin mudah teraksesnya dunia maya, semakin tingginya teknologi informasi dan komunikasi, maka harus semakin kuat implementasi fiqh kontemporer para da’I dan da’iah yang berada di tengah-tengah masyarakat global.
            Peran wanita dalam dunia entertainment merupakan kontroversial terbesar dalam sejarah. Seorang komposer yang lepas jilbab karena alasan yang tidak masuk akal, wanita setengah pria yang bangga dengan kondisinya, umbar aurat dan vulgarisme sudah menjadi hal yang biasa. Lalu di manakah wanita-wanita berakhlak mulia?
            Wanita-wanita berakhlak mulia tidak pernah menyampaikan keindahannya dengan lenggokan indah di atas panggung yang megah. Tidak juga mereka mengumbar cantik parasnya dengan memberikan senyum menggoda di layar kaca. Tak kenal pernah kenal mereka dengan nyanyian mendayu yang dapat membuat luluh siapa pun yang mendengar, bahkan mengaji pun tak pernah didengarkannya kepada umum.
            Kata orang, wanita-wanita berakhlak mulia itu tak mengerti perkembangan zaman, tertutup dari dunia luar, dan selalu kaku. Tak akan pernah berhasil menyampaikan kepada dunia nilai-nilai yang mereka anut itu karena mereka tak pernah bisa muncul di publik dengan kemampuan mereka. Orang-orang juga berkata, wanita-wanita tersebut, tak pernah kenal dan tak akan mau tahu dengan seni dan budaya Indonesia.
            Seni adalah sesuatu yang indah, diciptakan oleh Sang Pencipta bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk dijadikan sarana agar hidup ini lebih berwana-warni. Agar setiap ilmu tersampaikan dengan menyenangkan kepada masyarakat. Wanita-wanita berakhlah mulia mengerti hal itu. Di saat wanita-wanita Indonesia lain sibuk mencari popularitas di dunia gemerlap dan meracuni setiap pemikiran khalayak umum, maka wanita-wanita berakhlak mulia itu menciptakan seni mereka sendiri. Seni berbicara tanpa harus mendayu tetapi tetap dapat mempengaruhi orang lain, seni berakting tanpa harus berikhtilat, berkhalwat, apalagi berpegangan tangan. Banyak di antara mereka yang berkreasi lewat tulisan, dan nama-nama seperti Afifah Afra, Asma Nadia, menambah deretan sastrawati Indonesia dengan karya-karya yang menakjubkan.
            Katanya pula, bangsa Indonesia pun masih memiliki budaya-budaya dengan kehidupan wanita tanpa busana, Bali dan Papua katanya? Lalu apakah tak boleh kita hias budaya itu menjadi lebih indah? Dengan muslimah-muslimah yang indah aklahknya, menghiasi seni dan budaya kita? Mengajarkan kepada anak-anak Indonesia betapa berharganya warisan bangsa, bukan membiarkan mereka terpaku pada dunia hiburan yang semakin menyesatkan?
            Muslimah Indonesia ada bukan untuk tampil vulgar di layar kaya maupun panggung megah. Setiap dari mereka berperan besar dalam memperlihatkan kepada dunia, betapa tingginya nilai negeri kita, dengan beragamnya budaya, tingginya kreativitas anak bangsa, dan mulianya akhlak para wanita. Karena, seni itu hal yang indah bukan?
           
           
   

IBU DALAM DOA




Dalam sebuah keheningan malam
Ia meringkuh untuk  rindu yang tak pernah sirna
Tangannya terkatup pada perenungan yang dalam
Tak peduli dingin semakin menusuk bersama kelam
Dan tak pernah ada keluhan di matanya

Di dalam sebuah sepinya sunyi…
Ia melirihkan lantunan  harapan yang membuai mata hati yang tertidur
Ia gumamkan sederet syukur di setiap hembusan nafas yang semakin lemah
Ia teteskan air mata dalam sujud ampunan untuk titipan ALLAH di pundaknya
dan ia tak pernah  lelah melakukannya

di ramainya siang…
ia masih tersadar akan sebuah kekuatan dalam ketegaran
ia menjalani hidup dengan kepasrahan dan usaha tanpa henti
ia berikan senyuman termanis dalam hari yang terberat
ia berikan ketenangan yang berarti dalam  rumitnya klise kehidupan
dan ia tak pernah  menyerah  dalam  langkahnya

dan ibu…..ia hangatkan aku dalam doanya
ia tegarkan aku dalam  langkahnya
ia angkat aku dengan tangan  rapuhnya
ia cintai aku…dengan rasa syukur nya
dan ia tak pernah  menyesal karenanya

dalam doanya….ia lahirkan aku
dalam doanya…ia warnai kehidupanku
dalam doanya…kunci kebahagiaanku
dalam doanya…ridho ALLAH bagiku

Ibuku dalam  doa…
Contoh nyata pejuang kahidupan

Cinta yang sederhana

Dalam penantianku (menunggu kedatangan dosen tercinta yang supersibuk dan susah ditemui)
Dalam sepiku (karena ditinggal temen sekelompok. huhu. Hehe, santai aja kali)
Dalam kosongku (belum makan maksudnya. hehe)

Jari ini pun tergerak untuk menari di sebuah kehidupan di sisiku, yang membukakan dirinya untukku (laptop temen maksudnya).


satu kata itu terlintas begitu saja
CINTA (lebaaaaaaaai gilaaa).




sebuah legenda tanpa akhir. yang dapat menjadi kekuatan terbesar dari seseorang, dan dapat pula menjadi titik terlemahnya.
sebuah sejarah abadi yang selalu memiliki cerita, menghiasi kehidupan dengan warnanya, melengkapi kreatifitas sehingga tak kenal rasa bosan di sisi para pemerannya.

(pasti kalian berpikir saya sedang jatuh cinta? haha. nggak la yaaaaai, emangnya ngomongin cinta cuma urusan kayak gitu)

Ketika kecil dahulu, waktu masih bocah dan masih suka hura2. Saya mengenal yang namanya Cinta Monyet. Meskipun saya selalu bertanya2, kenapa namanya harus Cinta Monyet? kenapa gak Cinta Kucing, Cinta Ayam, atau cinta binatang yang lainnya? Mungkin jawabannya adalah monyet merupakan primata yang memiliki kedekatan genetik paling besar dengan manusia.Orang tidak percaya akan ada tuhan bahkan mengatakan bahwa para makhluk pohon itu adalah nenek moyang kita. Kalau saya mah, membantah jelas2 kepercayaan yang tidak rasional itu (secara scientific juga kagak ada buktinya meen).
Ada yang bilang biarkata cinta monyet, tapi kalau itu yang pertama bisa jadi yang paling indah.
Biarkata Cinta monyet, tapi bisa jadi ketika bertemu kembali akan jadi kisah cinta yang nyata.
Haha, sounds silly....

Menurut saya, cinta monyet itu adalah murni kekonyolan dari anak-anak yang terpengaruh kondisi hormonnya dan gak ada hubungannya sekali dengan cintna sejati. Kalau memang cinta monyetnya adalah jodohnya, ya itu beda sebab. Jadi, memelihara jenis cinta yang satu ini jelas saja super konyol.

Lalu, pastinya pernah denger juga kan yang namanya Cinta Buta? Weits, kalau jenis cinta yang satu ini unrecommended deh. Ini jenis cinta yang dapat menjadikan seseorang berhati malaikat jadi berhati malapetaka. Merubah persahabatan menjadi permusuhan abadi. Akan banyak sekali kehilangan orang yang mengerti diri kita. Cinta Buta ini saya berani menyebutnya sebagai Cinta yang super Bodoh. Ih....
mau aja dikadalin sama Cinta model kayak gini. Istighfar boi...

Terus, terus, ada nih yang namanya Cinta Mati. Waduh. Kalau yang ini lebih unrecommended lagi dah. Dengernya aja udah serem, Jadi, kabar2nya, kalau cintanya gak didapat, dia milih mati. Ini benar2 hyperkonyol. Mati, cuma gara2 cinta? Oh, come on guuuys. Sejarah kekonyolan dunia roman dimulai dari jenis cinta ini. Sudah hampir dipastikan nyemplung ke neraka atuh. Tap ada loh, yang langsung nyemplung ke surga. Ya, kalau dia mati gara2 cintaNya pada Allah dalam keadaan syahid saat jihad fii sabilillah (haha, kalau ini beda konteks lah ya).

Ada lagi yang namanya First Love. Ini nih, katanya cinta yang paling indah loooh. Yah, saya tidak menampik itu. Tapi, menurut saya jenis ini hanya jenis cinta sebagai pembelajaran tentang fenomena cinta itu sendiri. Bagus kalau bisa mengatasinya, tapi kalau nggak. Jatuhnya balik ke cinta monyet loooh.

Love at the first Light. Cinta Pandangan Pertama. Haha, pandangan pertama itu anugrah, pandangan selanjutnya musibah looooh.

Nah, kalau yang ini nih...yang jadi andalannya para Novelis, Sutradara, Penyanyi yang ber genre Roman. Bahasa Inggrisnya TRUE LOVE, bahasa Indonesianya BENAR CINTA (haha..maksudnya CINTA SEJATI). Cerita klasiknya itu ada dua orang yang saling mencintai. cintanya terhalang oleh kondisi, terpisahkan oleh waktu dan ruang. Tapi cintanya tetap abadi, hingga mereka diketemukan dalam kondisi yang masih saling mencintai. Hmm, kedengarannya meskipun pasaran tapi terkesan menyenangkan. Cinta sejati adalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang menjadi takdirmu, cinta yang akan menemanimu melewati hidup dan bertahan hingga akhir zaman. kedengarannya hebat bukan? Tapi boi, gak ada seorang pun di dunia ini yang dapat membuktikannya dengan mudah. Bahkan perceraian adalah salah satu contoh bahwa cinta sejati bahkan tak bisa dibuktikan hanya karena pernikahan dari dua orang yang saling mencintai. (heheee, gaya eui). Jadi, berhentilah bermimpi untuk menemukan Cinta Sejati itu, melainkan biarkan Cinta Sejati itu yang menenmukanmu. Percaya sepenuhnya pada Takdir yang telah ditetapkan.

Cinta Haqiqi.
ini yang saya sangat suka. Cinta Haqiqi itu cuma ada satu...yaitu Cintanya ALLAH S.W.T
gak ada pembantahan tentang hal ini okey....

Oke, sekarang masuk ke pembicaraan yang sesungguhnya
inilah CINTA yang SEDERHANA versi saya...
yaitu ketika kamu mencintai...... dan kamu menghargai
yaitu ketika kamu mencintai...... tapi tak harus memiliki
yaitu ketika kamu mencintai.....  bertambah baik keimananmu
yaitu ketika kamu mencintai.....  tak pernah luput menyertakan ALLAH sebagai penuntun hatimu
yaitu ketika kamu mencintai.....  tak perlu harus mati karenanya, tak perlu tersiksa  karenanya
yaitu ketika kau mencintai.......  kamu begitu bahagia dan penuh dengan rasa syukur, tanpa memberitakan ke dunia bahwa kamu jatuh cinta
yaitu ketika kamu mencintai..... cukup ALLAH dan hatimu yang mengetahui

karena cinta itu bukan untuk diumbar
karena cinta itu bukan untuk diumumkan di status facebookmu
karena cinta itu begitu bersih tetapi amat mudah untuk ternoda
dan cinta yang sederhana itu mencegah semakin banyak noda yang menghampiri
karena cinta itu.....biarkan mengalir seperti air yang mengalir tenang
Jika terlalu banyak noda yang menumpuk, maka kotorlah ia
Jika terlalu deras mengalir dan meluap2, banjirlah di sekitarnya

jadi, sederhanakan cintamu....
sesederhana hatimu yang damai

Perjuangan

Aku sendirian.
Berkali-kali kata-kata itu terucap olehku yang miskin rasa syukur dan kesabaran itu.

Berat.
Berkali-kali perih dan sakit terasa ketika kurasakan besarnya beban yang tiba-tiba muncul bertubi-tubi. Menyita waktuku hingga aku lupa bagaimana caranya bermimpi.

Kuatkah aku?
Pertanyaan yang berkali-kali pula muncul setiap aku menatap amanah yang menari di depan mataku, menunggu untuk kusambut dan kujalankan dengan penuh kesanggupan.

Saudaraku,
Tahukah kamu arti kata perjuangan? Perjuangan itu adalah kesendirian. Perjuangan itu juga bukanlah sebuah kemudahan. Perjuangan itu juga akan diselimuti keraguan.
Itulah perjuangan. Terkadang menuntut airmata. Jatuh dan terluka adalah hal yang biasa.

Tapi tahukah kamu? Bahwa perjuangan itu juga adalah keikhlasan. Karena itu, meskipun sendiri, tetap bisa kau rasakan indahnya.
Perjuangan itu juga adalah kepercayaan. Seberapapun beratnya, tak akan membuatmu kalah dan menyerah selama percaya masih ada.
Perjuangan itu juga penegakkan cita-cita. Maka hanya orang-orang yang kuatlah yang dapat bertahan. Dan kekuatan itu asalnya dari hati.
  

Mengapa perjuangan amat PAHIT…..
Karena sesungguhnya surga itu,,,teramat INDAH

Sahabatku


Sahabatku...

Bukti apa yang harus kuberikan untuk membuatmu percaya bahwa aku benar2 mencintaimu karena 4wi?
Aku tidak mengerti caranya menggunakan persahabatan kita.
Yang ku tahu, melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku yang tak tergantikan. Melihatmu sedih dan kecewa, menyisakan keperihan dalam hatiku. Aku sungguh tak kuasa jika harus menyakitimu dgn kata2 dan perbuatanku.

Tapi sungguh, hatiku jauh lebih sakit, air mataku mengalir tanpa henti, kecemasanku tak pernah hilang tatkala mengetahui bahwa kau semakin jauh. Melihatmu berubah drastis. Prasangka tumbuh di hatimu dan aku tidak bisa mencegahnya, kau pun memutuskan tali ukhuwah yang dulu terjalin indah tanpa memberiku kesempatan untuk memperbaikinya. Sungguh, manusia adalah ladang khilaf dan dosa. Aku pun pernah menjadi seseorang yg sangat hina hingga ingin lenyap segera dari dunia. Tapi, kita tak bisa selamanya terpuruk dalam khilaf.

Sahabatku...
Tak bisakah kau percaya padaku? Bahwa sampai kapan pun, kau adalah kau yang kukenal. Meskipun dunia telah merubahmu besar-besaran. Tapi mengapa kau tak pernah menyambut lagi tanganku? Tangan yang ingin sekali membawamu untuk memperbaiki semua yang telah retak.
Kenapa sama sekali kau tak percaya, bahwa di balik mata yang kau pikir memendam prasangka,benci,dan kecewa sesungguhnya hanya tersisa rindu dan rasa sayang yang besar padamu. Aku sedih sekali, karena kau lebih percaya pada prasangka yang muncul dari masa lalu daripada aku, yang membawa kenyataan menyenangkan untuk masa depan. Kumohon, kembalilah tersenyum kepada kami, seperti dulu. Saat kita berjalan tertatih mencari jati diri, dan menemukannya dalam rajutan persaudaraan di rumah 4wi.

Sahabatku.... Apa kau tidak tahu? Bahwa aku akan selalu menunggumu untuk percaya lagi padamu. Karena sungguh, aku tidak pernah mengkhianatimu. Ingatkah? Saat semua menjauhimu, hanya aku yang bertahan untuk berada di sampingmu, karena kau begitu percaya padaku dan tak ada dalam kamusku untuk menyia2kan kepercayaan sahabatku. Walaupun aku tahu, kau menyembunyikan segalanya padaku dan memilih orang lain untuk memberikan kepercayaan it. Tapi aku tak apa, aku tetap di sini. Aku masih sama seperti yang dulu. Yang hanya menunggu dan menunggu. Menunggumu mengatakan semua hal itu meski pada akhirnya aku tahu dari orang lain. Tapi aku tetap menunggu seakan2 tidak tahu apa-apa. Karena aku percaya kau masih sahabatku.

Tapi penantianku ternyata tak berujung. Hingga hari ini, tak ada satu pun pengakuan darimu yang masih membuktikan bahwa kau masih sahabatku.

Kita terpisah oleh cita2. Tapi aku masih aku yang dulu. Masih aku yang menunggumu untuk percaya lagi padaku. Kepercayaan yang hilang karena prasangka.

Tapi. Apakah aku hanya bisa menunggu? Sementara aku melihatmu jatuh semakin dalam ke lubang prasangka.
Sudah kubilang, aku tak mengerti cara menggunakan persahabatan ini.

Satu... untuk sebuah Keragaman

Orang yang melihat perbedaan, ia akan menemui perselisihan
Orang yang dapat melihat kesamaan, maka ia akan menemukan sebuah PERSATUAN



Keanekaragaman hayati membuat kehidupan di bumi ini menjadi bervariasi. Rantai makanan berputar tanpa henti, selalu ada yang terlahir dan berpulang ke sisi Tuhan setiap detiknya. Ada kala di mana para predator begitu jaya dengan makanan yang melimpah di habitatnya. Tapi pun pasti ada saat di mana para mangsa bisa bernapas lega karena merka tak harus berurusan dengan para gigi tajam yang tiba-tiba menghilang satu per satu.


Keanekaragaman hati manusia pun menjadi sebuah roda kehidupan yang tak kalah menariknya dengan rantai makanan yang berputas semakin cepat dan tak beraturan kini. Dimensi kehidupan para pejuang hak asasi, ada kalanya begitu terasa kuat dan melekat di setiap belahan bumi ini. Akan tetapi, di waktu yang bersamaan, dimensi hidup para perusak peradaban yang berkedok pejuang kemerdekaan asasi, mulai melahap setiap semangat memperbaiki bumi secara perlahan. Pemanasan global hanyalah sedikit dari sekian banyak ulah yang dibuat oleh betapa beragamnya hati di setiap manusia ini. Sebuah keberagaman yang begitu kompleks. Jauh lebih kompleks dibandingkan keragaman agama, bangsa, suku, maupun status sosial. keragaman yang di satu sisi dapat membuat era global semakin maju, tetapi di sisi lain, kepedulian terhadap moral dan peradaban semakin purba.

Sungguh, bahwa kita benar-benar hidup di dalam sebuah dunia yang sama sekali jauh dari homogenitas. tidak ada satu pun studi ilmiah yang dapat menjelaskan secara detail berapa banyak ragam kehidupan di planet ketiga setelah Merkurius ini. Perkembangan ilmu dan teknologi setiap waktunya akan terus dan terus menambah jumlah keragaman baik secara biologi, teknik, genetik, sampai ke areal psikologis yang sampai saat ini masih terasa begitu abstrak.

Begitu sibuknya dunia ini akan sebuah keberagaman yang kompleks. Segala macam fenomena seperti perdebatan panjang akan sebuah nama spesies baru, kebijakan akan sebuah komunitas yang minoritas di sebuah negara, perselisihan atas perbedaan faham di tengah-tengah masyarakat, dan banyak hal lainnya membuat manusia disibukkan dengan banyak keberagaman.

Betapa menyenangkan bukan, memiliki keberagaman budaya di negara kita?
Betapa indah bukan, melihat begitu banyak panorama yang mempesona membentang di setiap sudut dunia?
Betapa enak bukan, ketika kita datang ke sebuah rumah makan dan menemukan bagitu banyak pilihan menu lezat yang menggiurkan?

Ya, keragaman yang seperti ini patut kita banggakan dan kita rayakan. Betapa setiap kita adalah manusia yang beruntung karena terlahir bukan dengan wajah yang serupa. Bahkan para kembar di dunia ini pun tidak berharap jumlah kembar identik mereka adalah lebih dari sepuluh. Keragaman ini patut kita syukuri. Betapa kita terlahir dengan bakat, kemampuan, dan impian yang berbeda-beda. Tidak bisa terbayangkan jika ada sebuah kehidupan di dunia ini yang dihuni oleh manusia-manusia yang semuanya berbakat dan ahli dalam bermain sepakbola. Lalu, siapa yang akan menjadi supporternya?

Akan tetapi,
Betapa sedih bukan? ketika banyak suku bertikai, karena perbedaan faham antara mereka
Betapa mengenaskan bukan? perang saudara dan intimidasi kemanusiaan merajalela karena sebuah perbedaan ambisi
Betapa kesal bukan? begitu banyak jelata berkeliaran di muka bumi, sementara para petinggi keliling Eropa dengan semua fasilitas yang didapat dari uang rakyat, karena sebuah perbedaan status sosial..?


haruskah dirayakan?

Begitu banyak konsep diversity yang muncul di setiap belahan bumi ini. Namun, banyak yang melupakan bahwa konsep persatuan adalah sebuah buffer bagi setiap keanekaragaman yang muncul agar tidak ada sebuah alasan untuk berkilah, bahwa manusia diciptakan benar-benar berbeda. The origin of species sudah lama sekali dilupakan oleh dunia keilmuan. Tapi masih saja banyak orang yang belum mengerti bahwa gen dalam tubuh kita adalah gen purba, yang sama sekali tidak berevolusi dan tidak berbeda dengan gen manusia 20.000 tahun yang lalu. Metabolisme dalam tubuh kita dalam mengenali dalam setiap benda asing yang masuk adalah sama dengan manusia pada masa Paleolitikum. Kesamaan yang amat signifikan antara manusia super modern saat ini dan manusia yang sangat purba dahulu.

Konsep sebuah negara tidak akan pernah meletakkan keberagaman sebagai tujuan utama bangsanya. Sebaliknya, seberagam apa pun sebuah negara, tetap akan mengedepankan sebuah persatuan sebagai hakikat keberlangsungan hidup bangsanya.  Konsep ini tergambar lewat motto beberapa negara di belahan dunia ini.

Malaysia: Bersekutu Bertambah Mutu : Bersatu Menjadi Kuat
Pakistan: Yaqeen-mukkam , ittihad , nizam : "Percaya diri, kesatuan, disiplin"
"Pantai Gading": Union, Discipline, Travail : "Kesatuan, Disiplin, "Kerja"
Papua Nugini: Unity in Diversity: "Kesatuan dalam Kepelbagaian"
Tanzania: Uhuru na Umoja : “Kemerdekaan dan Kesatuan”
Argentina: En Unión y Libertad : Dalam persatuan dan kemerdekaan
Belgia: Eendracht maakt macht/L'union fait la force/Einigkeit gibt Stärke : "Bersatu teguh"
Georgia : ძალა ერთობაშია! (Dzala ertobashia) : “Bersatu teguh”
Haiti: L'union fait la force : "Persatuan adlah kekuatan"
Jerman: Einigkeit und Recht und Freiheit (Unity and justice and freedom"), "Persatuan dan keadilan dan kemerdekaan"
Namibia: Unity, liberty, justice, "Kesatuan, kemderdekaan, keadilan"



dan tentu saja sebuah semboyan Bhineka Tunggal Ika, menjadi sebuah motto bangsa Indonesia yang juga mengedepankan Satu untuk keragaman yang kompleks. Dan makanya artinya adalah Berbeda-beda tapi Satu jua, bukan Satu tapi berbeda-beda.


Mari rayakan keragaman, lewat sebuah perasaan yang SATU. *mzf*

Pesona Karimun Jawa

Aku tidak akan pernah mengira akan berada di tempat ini. Setelah sekian lama hidup di tengah kebisingan kota, kemacetan warna-warni angkutan umum, kepenatan yang ditimbulkan oleh polusi yang merajalela, setidaknya menghirup udara segar di pulau sebrang membuat seluruh sel-sel dalam tubuhku menemukan semangatnya kembali. Meski harus menghitam karena efek sunburn yang begitu kuat, tapi semua pesona yang telah kudapatkan tak akan pernah menorehkan sedikit penyesalan.

Ini adalah kisahku di sebuah pulau yang baru setahun lamanya booming  sebagai salah satu tepat wisata yang paling diincar di Indonesia. Membutuhkan waktu enam jam dengan kapal ferry untuk mencapai darmaga tempat yang termasuk Kabupaten Jepara, Jawa Tengah jika berangkat dari pelabuhan tempat kelahiran R.A Kartini itu.

Saran keberangkatan dengan kapal ferry: Yakinkan bahwa Anda bisa mendapatkan tiket kelas VIP yang hanya berbeda sekian puluh ribu itu dengan tiket ekonomi jika Anda ingin merasa baik-baik saja selama enam jam perjalanan dengan cuaca yang sangat bagus. tapi jika tidak bisa mendapatkannya, datanglah lebih awal untuk mendapatkan posisi duduk yang menguntungkan. Anda juga bisa menikmati perjalanan cepat lewat jalur semarang atau bahkan dengan jalur yang super cepat yaitu lewat transportasi udara. Pada intinya tempat yang saya maksud dan telah membuat saya jatuh cinta karena keindahannya adalah terjangkau oleh apa pun status Anda.

Nama tempat itu adalah Karimunjawa yang merupakan kepulauan di Laut Jawa Dengan luas daratan ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar


Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. (mungkin ini asal-usul nama ferry yang membawa saya dan ke teman-teman ke tempat itu untuk yang pertama kalinya). Karena tampak "kremun-kremun" atau samar-samar maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun. Rasanya cocok dengan nama ini karena perjalanan yang cukup lama untuk tiba di sana.

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. dan sudah kira-kira setahun tempat ini menjadi incaran parawisata oleh wisatawan asing dan domestik. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Pesona bawah laut merupakan pesona utama yang ditawarkan oleh kepulauan ini. Kepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan. Bahkan, saat berada di salah satu pulau yang saya lupa namanya, terumbu karang yang sangat indah dapat  terlihat jelas di atas permukaan laut.

nb: foto ini saya ambil sendiri dari atas permukaan

 

Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus. Yah..mungkin ini salah satu bedanya wisata karimunjawa dengan wisata pulau dewata. Tempat  ini adalah surga buat para penyelam tapi bukan tempat yang cocok buat peselancar. Akan tetapi, Pasir putih yang membentang di semenanjung pantai bersih nan indah merupakan daya tarik yang luar biasa dan tak akan pernah terlupakan.

 


Scenery di gambar samping adalah salah satu sudut pulau cilik. konon di tempat ini cuma di huni satu orang nenek-nenek dengan sebuah gubuk. Bisa dilihat bahwa ada tiga gradasi warna yang dapat kita saksikan dari pulau ini, yaitu warna putih dari pasir pantai yang bersih, warna biru muda dari tepi pantai dan warna biru tua yang menggambarkan laut yang agak dalam. Menuju pulau-pulau di sekitar pulau utama hanya menggunakan perahu nelayan, dan percayalah, rasanya menyenangkan. Bahkan ada sebuah perjalanan saat lautan cukup beromba k. Saat itu, duduk di bagian terdepan kapal merupakan pilihan yang tepat karena kita dapat merasakan ayunan kapal yang naik turun seraya bermain di Kora-kora yang terdapat di dufan, dengan tambahan cipratan air. benar-benar memacu adrenalin."Dufan Gratiiiis" begitulah salah satu seruan teman-tean yang merasakan peristiwa berayun di atas ombak di tengah lautan yang saya maksud.

Beberapa penangkaran, seperti penangkaran hiu juga dijadikan obyek wisata yang ditawarkan kepulauan ini. salah satunya terdapat di pulau menjangan (saya lupa menjangan yang mana). di tempat itu, teman-teman saya sedikit mengusik kediaman para hiu kecil dengan berenang di tempat yang sama dengan mereka. Mereka pun sempat mengambilkan bintang laut yang besar untuk saya dan teman-teman yang lain.

Bicara tentang laut, bicara tentang pantai. Kurang rasanya jika tidak menyebut-nyebut tentang salah satu panorama alam yang identik tentang romantisme. Yup...sunset merupakan incaran para wisatawan yang cukup ditunggu. Untuk para penulis, sepertinya tepat ini sangat cocok sebagai pembangun inspirasi novel-novel roman yang segar.


nb : semua ini saya foto sendiri lho...menyenangkan ternyata mengambil pesona seperti ini dengan tangan sendiri

Di sisi yang bertolak  belakang dengan pelabuhan, adalah sudut pulau karimun yang dapat menyuguhkan pesona sunrise. Sayangnya, waktu kami ke sana, awan memenuhi garis cakrawala yang terbentang sehingga hanya dapat melihat kemilau sinar yang indah. Namun, sesuai dengan  namanya, Pantai Nirwana, tempat ini menyuguhkan panorama alam yang tak kalah indah di bandingkan sudut pulau lainnya.


Pernah merasakan sholat di atas pantai pasir putih yang bersih dengan angin yang menyejukkan hati. Itulah yang kami lakukan di tempat bernama Tanjung Gelam. Saya merasakan suasana yang syahdu karena kita di hadapkan dengan sebuah penciptaan yang luar biasa saat berhadapan dengan Sang Pencipta. Mohon maaf karena gabarnya belum bisa ditampilkan. Tapi Tanjung Gelam erupakan tempat denga panorama pantai yang juga luar biasa. terdapat banyak karang besar namun pantai tetap landai. dari tempat ini juga dapat disaksikan secara langsung peristiwa tenggelamnya sang raja siang di ufuk barat.


Gosong bukan merupakan sebuah pulau. Tapi krena 'bukan pulau' itulah yang menjadikan tempat ini menarik. rasanya dari jauh, Anda akan melihat sesorang berjalan di atas lau. Tapi sebenarnya orang ini berjalan di atas dataran Gosong yang terendam oleh laut. Tempat ini terlihat seperti tumpukan pasir di tengah lautan. Benar-benar unik dan saya tak akan pernah melupakan tempat yang indah itu. Satu lagi pesona wisata karimunjawa yang tidak dapat ditemukan di tempat lain (mungkin).

Tidak hanya menemukan pemandangan yang benar-benar baru. Silahkan secarhing di google atau di mana pun tentang hewan (benerean hewan lho) yang satu ini. Tapi saya pun sulit menemukannya. Namanya adalah batu bintang (yah..orang sana biasa menyebutnya seperti itu). Bagi yang tahu nama latinnya, pasti akan sangat menolong sekali. Tapi tidak berbeda dengan terumbu karang lainnya, hewan ini adalah hewan yang hidup yang saat ia mati akan mengeras seperti karang. Cuma ingat satu hal, hewan-hewan yang saya sebutkan kecuali cumi-cumi, semua masuk ke dalam Fylum Echinodermata. Dan bulu  babi yang saya lihat di sana bukan hanya yang berwarna hitam lho. Sewaktu lagi sholat, di atas sebuah rumah panggung, terlihat pesona hewan-hean tersebut saat saya sedang sujud. Subhanallah. Benar-benar indah.


Gambar pertama adalah batu bintang yang masih bernyawa. Gambar kedua adalah batu bintang yang sudah mati dan gambar keiga adalah batu bintang dewasa yang sudah mati. Batu bintang dan hewan seperti terumbu karang itu bernyawa, makanya tidak boleh disakiti. Selamatkan terumbu karang!!! Saat kami snorkling, guide kami pun dengan sangat mudah menunjukkan bulu babi yang besar dengan tangan kosong (hati-hati dengan hwan ini, meskipun bisa dimakan dan katanya enak, tapi racunnya cukup menyakitkan jika tertusuk), menunjukkan kepada kami sesuatu yang dinamakan bulu ayam (gambarnya tidak sempat diambil), dan menunjukkan pula cumi-cumi yang cukup besar. Rasanya menyenangkan. Satu hal yang kami ketahui adalah, Don't Take anything from Karimunjawa except Photos!! Jadi, semua hal yang ditangkap, harap dikembalikan ke tempatnya setelah puas berfoto dengannya. ^^

Begitulah perjalanan saya dan teman-teman Food Scientist and Technologist angkatan 44 akhir agustus lalu. Benar-benar tidak terlupakan. Ada satu lagi yang membuat saya terdecak kagum. Kepulangan kami dengan Kamp. Muria di antar sejenak oleh seekor lumba-lumba cantik berwarna kelabu. (Sebelumnya teman saya juga sudah meliht beberapa saat perjalanan menuju kepulauan, bukah hanya lumba-lumba. tapi juga hiu katanya!!). Saya sering sekali melihat lumba-lumba beraksi di Ancol, tapi melihat mamalia air lucu yang jinak terhadap manusia itu berenang dan melompat di atas laut biru indah dengan bebasnya, rasanya.......benar-benar menyenangkan. Sejak hari itu, saya jadi penggemar lumba-lumba yang bebas di lautan yang luas.

nb : karena untuk bisa memotret hewan ini sehingga seperti ini adalah pekerjaan seorang profesional, maka saya berbaik hati untuk tidak melakukannya dan ini adalah satu-satunya foto yang saya download dari internet (haha. memang saya yang tidak bisa melakukannya kok....). Tapi, ini benar-benar sudut pandang, posisi, dan jenis lumba-lumba yang benar-benar saya lihat saat itu. Indah dan cantik.....

Anda suka laut dan ingin melakukan perjalanan bahari yang tidak biasa?
Rindu bermain dengan pasir pantai yang putih?
Ingin menyaksikan langsung pesona bawah laut yang benar-benar menakjubkan?
Ingin menemukan sesuatu yang benar-benar baru, nyata, dan hidup?

Saya merekomendasikan tempat ini bagi Anda yang mengaku suka traveling...

Special Thanks : Panitia Fieldtrip ITP 44, teman-teman ITP 44, dan Duta Karimun

nb: mohon maaf jika ada salah kata dan kekurangan informasi maupun kesalahan. Salam dunia pangan!!!

Tempat ternyaman

Aku suka sekali tempat ini.
pemanasan global yg smakin terasa di Kabupaten Bogor tidak mengurangi sama sekali kesejukannya.

Lantai tiga al hurriyah.

Dari tempat ini, sering kali terdengar kicau burung, dan suara angin. Seakan2 tidak sedang hidup d kota seribu angkot yang sesak.
Penat dan lelah akibat padatnya aktifitas akademik dan kelembagaan luntur seketika tatkala merasakan sujud yg teduh di atas keramik coklat yg berkilau bagai kaca (good job buat yg rajin ngebersihin.hehe).

Di berbagai sudut langit2, porselen bertuliskan lafadz ALLAH seakan2 menyinari setiap doa2 yg terlantunkan. Kubah dari bangunan ini bukanlah tercipta dari emas,tapi aku bisa rasakan kemegahan cahaya islam di dalamnya. Permadani mewah juga tidak menghiasi lantai tempt ini,tapi aku tahu persis bahwa siapa pun bisa terlelap nyenyak krn kenyamanan tmpt ini.

Ha,ceritaku tidak selesai sampai sini. Kuperkenalkan tempat ini, lantai tiga al huriyah. Tempat yg paling kurindukan saat ramadhan tiba. Kalau saja tdak dibatasi jam malam, rasanya ingin sekali tenggelam dalam syahdu di setiap malam ramadhan.

Aku bukan aktivis masjid seperti SMA dulu. Tapi, aku bisa kapan pun datang ke tempat ini. Mengembalikan energi2 positif yang sering kali hilang oleh dinamika kampus yang semakin rumit.

Hal yang ingin kuberitahukan kepada kalian adalah.....
ketika Bogor tidak memberimu ruang untuk bernapas tanpa polusi dan sengatan panas,
ketika IPB tidak memberimu ruang untuk merefreshkan diri dari beban studi yang semakin berat,
ketika aktifitas kampus tidak lagi memberimu ruang untuk melemaskan otot2 yg semakin tegang oleh amanah yang bertubi-tubi,
ketika semua temanmu terlalu sibuk untuk memberimu ruang bercerita, datanglah ke tempat ini dan percayakan padanya untuk membantumu seperti terlahir kembali.

Kok bisa? Jelas saja, tempat ini sudah menjadi saksi nyata dan menjadi tabungan air mata taubat dan perasaan ikhlas dari ribuan doa dan sujud dari hamba ALLAH. Di tempat ini, tertampung semangat2 dakwah dan jihad yang tak pernah mati. Di tempat ini pula, kalimatullah tak pernah sepi untuk terlantunkan.
Dan dari tempat ini,kerinduan kita akan masjidil haram akan semakin bertambah. Sungguh, tidak ada yang lebih baik dari rumah ALLAH untuk menyelamatkan diri dari tumpukan energi negatif dari kita yang lemah ini.

Cintailah masjid, ramaikanlah ia. Niscaya dia pun akan selalu tersenyum padamu

aku tidak akan pernah kehilangan langkahku

Nick Santonastasso, anak yang berbakat,Ia dapat bermain drum dan piano, telah menguasai dua jenis skateboards dan sedang mempelajari bagaimana cara cara berenang. Nick bahkan memenangkan suatu kontes seni New Jersey untuk suatu gambar poster yang menarik.“Aku harus mampu seperti yang dilakukan oleh orang lain” kata Nick kepada ABCNEWS.COM. Ketika ditanyakan bagaimana dia bermain skateboard tanpa kaki, dengan sederhana Nick Santonastasso menjawab “Aku hanya melompat ke atas.”


Oscar Pistorius, pelari Afrika Selatan, penyandang medali perak dan perunggu Paralympics (Olimpiade Penyandang Cacat) 2004. Oscar Pistorius, seorang sosok yang optimistik. Dia membuat sendiri slogannya sebagai "Yang Tercepat, Tanpa Kaki". Dan bersemboyan "Anda tidak mampu bukan karena ketidakmampuan Anda, tapi Anda mampu karena kemampuan yang Anda miliki". Jika seorang Oscar Pistorius mampu melaju secepat kilat dan mengatasi keterbatasannya, tentu tidak ada alasan buat kita untuk mencari-cari alasan dan keterbatasan kita. Kita harus mampu melaju dengan kemampuan kita.


Ratih Kumala Dewi, seorang wanita sempurna secara fisik. ia bisa berlari, sejauh apa pun yang ia mau. ia dapat berjalan, menuju tempat mana pun yang ia inginkan. suatu saat, ia merasa dirinya stagnant, tetap pada pergerakan yang sama, jalan di tempat kalau kata orang. rasa sakit membuatnya terhenti dan terlalu lama berpikir. hanya berpikir. Terkadang menangis karena rasa sakit itu, meskipun selanjutnya ia menyesal kenapa harus ada air mata yang keluar. kalau bukan karena rasa sakit, iaa terhenti karena rasa tak mampu. Tak mampu berdiri menyambut hari dan sejuta amanah di setiap jamnya. Tak mampu berlari untuk menyambut semua mimpi yang sudah terlanjur terukir yang telah membuatnya jatuh berkali-kali hingga ia tak mau terjatuh lagi.

Ia bukan Nick, Ia bukan pula seorang Oscar. Ia masih bisa berlari, ia bisa pergi ke mana pun ia mau. Ia bukan Manusia Tanpa Kaki. lalu..tak malukah ia dengan mereka? di saat ada rastusan Nick dan ratusan Oscar di dunia ini meraih mimpi-mimpinya, ke mana Ia dengan nikmat ALLAH yang begitu luas yang melekat di seluruh kehidupannya. ke mana rasa syukur yang harusnya melebihi manusia-manusia inspiratif itu...?

Pertanyaan besarnya, Ke mana akan dilanjutkan Langkahnya??

setiap hembusan yang didapat adalah kesempatan
setiap berkas sinar yang terpantulkan menjadi warna-warna indah di balik retina mata adalah kekuatan

kesempatan dan kekuatan untuk melangkah lebih jauh.....

karena seberapa jauh langkah kita, tidak pernah diukur dari jauhnya berlari kita dengan kedua kaki kita
karena banyaknya tempat yang kita singgahi, tidak pernah diukur dari seberapa kuat kita berjalan

maka.....manusia itu, manusia yang masih bisa berjalan dengan kedua kaki itu bergerak kembali dalam kehentiannya.....
"Aku Tidak Akan Pernah Kehilangan Langkahku"......

saat kita terjatuh...dan hanya diam saja....kunamakan itu PUTUS ASA
saat kita terjatuh...lalu bangkit dengan segera, tak peduli meski pun harus terjatuh lagi...kukenal itu sebagai KEGIGIHAN.
maka...BERGERAKLAH...karena tanpa itu, kita tak akan pernah dapat BANGKIT dari RASA SAKIT

Terima Kasih Semut Merah

dari 19 Desember 2009 :


di sini kita pernah bertemu
mencari warna seindah pelangi
ketika kau mengulurkan tanganmu
membawaku ke daerah yang baru
dan hidupku kini ceria........
kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku
kepadamu teman, tanda ikatan ukhuwah
kan bersimpul padu...
kenangan bersamamu
tak kan kulupa walau badai datang melanda
walau bercerai jasad dan nyawa

mengapa kita ditemukan
dan akhirnya kita dipisahkan
mungkinkan menguji kesetiaan, kejujuran, dan kemanisan iman
Tuhan berikan aku kekuatan
.......


-Brother, untukmu teman-

ini adalah salah satu lagu yang selalu membuat ratih teringat dengan B15, kelas TPB tercinta yang gak akan terlupakan seumur hidup. bahkan, masa2 gak penting bersama mereka bisa mendadak menjadi jauh lebih terkenang dibandingkan pengalaman pertama menginjakkan kaki di GWW sebagai mahasiswa IPB.

lagu ini juga yang membuat ratih selalu teringat, akan keberadaan teman2 di SMA. tentang laskar Bahrul Ulum yang tak tergantikan oleh apa pun di dunia ini, tempat ratih pertama kali mengerti arti keberadaan ratih di dunia ini.

bersama mereka semua, ratih pernah mengalami hari-hari yang luar biasa. berlari bersama, tertawa bersama, menangis, terjatuh dan terbangun lagi. bersama mereka, ratih menemukan tangan2 yang selalu terulur, senyum yang selalu merekah hanya untuk menghapuskan segala penat pada setiap pagi yang hampir selalu ada. indah bukan...ketika dapat menemukan mereka yang menyatakan kesediaannya untuk tetap menjadi sahabat walaupun harus.......berpisah.

Perjalanan selama satu tahun di BEM Fateta ini bukan hal yang lurus lurus saja. Akan ada saat di mana kita merasa sendirian, tertinggalkan, kehilangan, tertekan, marah, kesal, bahkan sesekali ingin rasanya berteriak dan menghancurkan sesuatu. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa di satu sisi, banyak saat di mana kita merasakan perjuangan bersama yang indah, memiliki teman2 yang telah terseleksi dan terbukti secara nyata kesetiaannya pada kebersamaan ini, ada kalanya kita merasa semangat ini begitu tinggi, bahkan terlalu tinggi sehingga seluruh pagi terasa begitu indah. Atau, ada kalanya juga di mana kita merasa bahwa langkah ini begitu tepat meski pun harus terasa sakit, harus bercucur keringat, harus berkali-kalli terjatuh, tapi senyum di sekitar kita menghapuskan semuanya.

Well….buat BPH yang selalu semangat mengkondisikan kami semua…semut-semut nakal, Buat K Randi denga perjuangannya, buat K Ajias, K Oni, dan Dati dengan semangat yang tanpa lelah, buat reza dengan garingnya (ha ha..piss za), buat Kak Erlin dan Kak Henry dengan semua nasihatnya. Gut Danke…..ich liebe ihr (ha ha…kayakanya salah nih bahasa).

Buat pejuang keuangan, Biker, tuk Kak Tya dan Kak Ade,terinspirasi banget sama semangat dan senyum kalian(maju terus ya kak Red’s co nya….oke dah buat bang ojak, adi, dkk)

PSDM dengan segala aktivitasnya yang padat, salut deh pokoknya. Meski pun harus kehilangan kak Risma, tapi masih ada Ichank kan??pejuang banget dah si ichank di tengah anak2 kayak Imam, Herga, Ismet, ka Nurwan, dkk (he he piss…..)Haha.

Buat Sarah, Kak Arif dan anak2 advokasi lainnya(suhe,k azis, k widya, bener2 power ranger), beserta anak2 soskemas di bawah pimpinan ka Tika yang penuh semangat dan kak Winda yang total abis pergerakannya( he he), kepedulian kalian kepada anak2 fateta benar2 hebat. 4 jempol dah pokoknya…he he

Hubeks…dengan Kak Aria yang di akhir2 ini seperti single parent, dengan melihat semangat ichad dan rima dan anak2 lainnya tetap membuat ratih salut. You’r the best dah pokoknya. Red’s go ke UI tuh oke banget pokoknya, gak terlupakan. tanx buat websitenya juga yang oke!!

Dan untuk pemikiran yang hebat, buat Kak Pandu dan anak buahnya,sinta, ka gonggo, k ipul, k nana, dan kyo (mau disebut apa? Pejuang legislative atau penggemar eksekutif?he he)

juga untuk pejuang2 agroteknologi di Agritech dengan semangat tanpa henti dari Rahman dan Oki. Dan dari anak2 lainnya tentunya.Salut. Salut. Bersyukur banget bisa kenal kalian.

Dan secara khusus, rasa salut ini, rasa terima kasih ini, dan rasa syukur ini untuk anak2 gokil yang menemani hari2 di BEM penuh segala macam rasa nano nano. K Muthi, K Nyez, K Devina, K Yos, Ipunk, Atsenk, Banu, Pandu, Riza, Andri. Enta harus berkata apa….terlalu sulit untuk diucapkan (he he)
O iya…..lupa, buat anak2 BEM Muda juga. Hmm………dengarkan kata hatimu nak…..do the best, di mana pun berada, yang penting kontributif dan amanah. He he(so tua banget yee….)

Harus kukatakan bahwa perjalanan ini tidak semuanya menyenangkan, tapi dengan bangga kukatakan bahwa perjalanan di BEM Fateta benar2 tidak tergantikan, tidak akan terlupakan.

Kusimpulkan bahwa perjalanan ini begitu indah, dengan semua masalah yang dihadapi, dengan semua ujian dan tantangan yang ada. Karena kita tahu…..masalah itu ada untuk mendewasakan kita.
Dan inilah yang harus benar2 ratih katakan. Bahwa ratih sungguh berterimakasih atas segala yang telah BEM Fateta berikan : pengalaman yang hebat, teman2 yang luar biasa, masa-masa yang menyenangkan.

Dan ketika mendengar lagu Untukmu Teman, absolutely, nama Semut Merah akan ada dalam setiap lirik lagu itu (lebay mode on).



Yah...sekarang, aku akan menlanjutkan langkah ini bersama Merah Saga dan pasukannya, estafet perjuangan sudah dimulai....

MERAH SAGA…….sebuah nama untuk perjuangan kami……

ini adalah deskripsi panjang tentang nama kabinet BEM FATETA 2010 :

Untuk beberapa orang, mungkin ada yang baru saja mengenal istilah ini. Kalau dalam bahasa inggris, Merah Saga itu adalah Bright Red (jadi…bukan Saga Red ya….). warnanya….adalah benar2 merah Fateta (karena merahnya kita itu bukan Merah hati, merah maroon, apalagi merah muda kan….). So, dengan kata lain, nama MERAH SAGA adalah identitas kita yang kental dengan Fateta. tidak perlu berpikir dan mempertanyakan terlalu lama MERAH SAGA itu kabinetnya siapa, karena sekali dengar pasti tahu kalau itu miliknya Fateta…..

Filosofis biji Saga :

Biji saga adalah biji berwarna merah, yang kecil dan memiliki tekstur yang kuat, dan tidak untuk dimakan. Mengapa Saga? mengapa harus biji saga? Teman2, biji saga itu memiliki perjuangan yang sangat hebat untuk hidupnya. Meski harus tertiup anging yang kencang, jatuh dari pohonnya, bahkan tak jarang terinjak, tapi warna merahnya yang membara itu tak pernah pudar. Kulitnya sulit untuk diretakkan. Ini sangat filosofis sekali karena Fateta pun tak akan pernah mau memudarkan warnanya, melunakkan semangatnya, hanya karena ancaman, dan beribu-ribu kecaman yang datang bukan?

Biji Saga itu, ada di mana-mana. Berpencar…..tetapi, mereka tetap biji Saga. Warna merah mereka homogen. Dan apa pun habitatnya, orang-orang tetap mengenalnya sebagai biji Saga. Kita pun demikian. Mobilitas anak2 Fateta, anak2 BEM Fateta sangat tinggi. Tetapi, di mana pun kita berada, bagaimana pun aktivitas kita, sejauh apa pun kesuksesan kita, identitas sebagai mahasiswa Fateta tidak akan pernah lepas, karena sudah melekat begitu erat, seperti melekatnya warna merah pada biji Saga maka merah Fateta pun adalah identitas kita.

Akronim SAGA :

Tahun solidaritas. Begitulah katanya kekuatan Fateta tahun ini. Sinergisitas dengan HIMPRO dan LK lainnya adalah titik temu kita untuk tahun solidaritas tersebut. Maka nama SAGA bisa berarti SAtu GerAkan, SAtu GebrAkan, SAtu GrAtifitasi, SAtu GenggAman, sAtu GAgasan.

Salam MERAH SAGA…..

Tarbiyah itu sederhana

artikel ini saya dapatkan dari Group PKS ku yang kucinta..dan say sangat suka dengan artikel ini....

Kalau harus menjelaskan kesan dari fenomena tarbiyah dalam satu kata saja, saya akan menggunakan kata kunci : “sederhana”. Ya, tarbiyah memang sebuah proses yang sangat sederhana, bersahaja, apa adanya, dan begitu mudah untuk dipahami. Tidak ada rahasia macam-macam, tidak ada resep khusus, tidak ada tips dan trik beraneka ragam yang bisa diajukan. Tarbiyah memang semestinya tetap sederhana.



Kalau Anda membaca risalah-risalah dakwah Hasan al-Banna, niscaya tidak akan Anda temukan pembahasan yang berat-berat, meliputi pembicaraan semacam filsafat, pemikiran dan semacamnya. Segala yang disampaikannya sederhana dan mudah dipahami. Tapi mungkin memang itulah kunci suksesnya.



Rasulullah saw. sendiri menjalankan proyek dakwahnya dengan sangat sederhana. Apa yang tidak bisa dipahami? Tuhan itu hanya satu, karena itu lupakan segala ketergantungan pada yang lain. Kembali pada ajaran tauhid Nabi Ibrahim as. yang murni, lepaskan diri dari segala bid’ah yang dipicu oleh hawa nafsu. Tinggalkan segala keberingasan jahiliah, berhenti membunuhi anak-anak perempuan, dan mulailah menjadi manusia yang baik. Sisihkan sebagian rizki buat orang lain, peliharalah kejujuran dalam kondisi apa pun. Jangan banyak mengeluh, karena kesabaran di dunia akan dibayar mahal dan tunai di akhirat. Bagian mana dari ajaran Islam yang sulit dipahami?



Para sahabat pun merespon dakwah Rasulullah saw. dengan cara yang amat sederhana, bahkan boleh dibilang kekanak-kanakan. Ketika mereka mendengar perintah untuk menyisihkan sebagian rizki yang didapatnya, mereka langsung gelisah memikirkan rizki yang mana yang sebenarnya merupakan jatah orang lain. Saking gelisahnya sampai-sampai Abu Bakar ra. memutuskan untuk menyedekahkan saja semua hartanya di jalan Allah. Mereka menerima perintah apa adanya, dengan pengertian yang paling sederhana. Demikianlah generasi terbaik.



Mereka yang tidak berpunya mengadukan kegundahan hatinya pada Rasulullah saw. Jika memang begitu besar keutamaan sedekah, maka orang-orang miskin adalah pihak yang paling buruk nasibnya. Begitu sederhana cara mereka merespon perintah Allah, dan sederhana pula solusinya : setiap orang tidak dibebani melainkan menurut kemampuannya masing-masing. Banyak harta artinya banyak kewajiban. Kalau tidak punya harta, setidaknya masih ada tenaga dan jiwa untuk dibaktikan di jalan yang benar.



Datang pula para Muslimah kepada Rasulullah saw. dengan pikirannya yang amat sederhana. Kaum lelaki mendapatkan banyak keutamaan dengan mencari nafkah dan jihad di jalan Allah ; lalu bagaimana nasib para Muslimah yang memfokuskan hidupnya untuk keluarga? Rupa-rupanya Islam memang telah mengadakan pembagian tugas yang amat jelas bagi lelaki dan perempuan. Para Muslimah tidak dibebani kewajiban untuk mencari nafkah dan ber-jihad karena mereka memiliki tugas yang sangat besar, yaitu memastikan kontinuitas dakwah dengan melahirkan dan membesarkan kader-kader handal yang akan mengharumkan bumi dengan kebaikan. Dari merekalah lahir orang-orang besar, dan kepada mereka pulalah para pejuang Islam mencari ketentraman hati.



Betapa sederhananya cara para sahabat merespon dakwah Rasulullah saw. Mereka mulai segala sesuatunya dengan cara yang paling sederhana. Setiap ayat yang mereka simak dari lisan Rasulullah saw. dicerna sedapat mungkin, dihapalkan, dipelajari, kemudian diamalkan. Mereka tidak malu melakukan amal sekecil apa pun, karena yakin bahwa kebaikan secuil pun akan menggunung jika dilakukan secara konsisten. Ketika melihat Rasulullah saw. shalat, mereka pun shalat. Qiyamul lail biar dua rakaat pun tak mengapa ; hanya hapal surah Al-Ikhlash dan An-Naas pun tak masalah. Bahkan orang pedalaman yang mengira dirinya wajar untuk kencing di dalam Masjid pun menerima ajaran Rasulullah saw. secara bertahap.



Begitulah tarbiyah, segalanya serba sederhana. Tarbiyah bukan berarti harus langsung berjilbab panjang, harus langsung tilawah 1 juz per hari, harus langsung shalat Dhuha setiap hari, dan sebagainya. Satu-satunya ‘yang harus’ adalah memiliki aqidah yang benar, yaitu yang berdasarkan tauhidullah. Kalau syarat ini sudah dipenuhi, maka ia berhak menerima tarbiyah. Tidak perlu mencibir kekurangannya, karena justru kekurangan pribadi itulah yang menyebabkan tarbiyah itu urgen bagi setiap Muslim.



Akhir-akhir ini saya menjumpai kader tarbiyah yang tidak lagi sederhana pikirannya. Ketika bicara tarbiyah yang muncul dalam pikiran hanya partai. Ada akhwat yang tadinya tidak berjilbab kini mengenakan jilbab yang ‘mencekik leher’, tapi masih juga dipandang sinis. Padahal, untuk sebuah langkah itu saja, ia mesti menempuh banyak rintangan, termasuk orang tua yang pikirannya masih sekuler. Ia sudah mati-matian men-tarbiyah dirinya sendiri, tapi apa dinyana saudara-saudaranya sendiri tidak memberi dukungan yang wajar didapatnya. Ada kader dakwah yang memandang segala sesuatunya dengan serba apatis. Bagaimana mau dakwah kalau objek dakwahnya tidak mau mendengar? Bagaimana mau menebar kebaikan jika negara tidak mendukung? Bagaimana mau memperbaiki nasib jika intelektualitas umat begitu rendah? Bagaimana umat mau diterima doanya kalau rizkinya masih berasal dari yang haram dan syubhat? Bagaimana mau maju kalau ekonomi umat terpuruk terus? Padahal pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah : apa yang akan kita dakwahkan kalau segalanya sudah serba ideal?



Hasan al-Banna adalah seorang lelaki yang amat sederhana, menggunakan pola pikir yang amat sederhana, dan memandang segala sesuatunya dengan amat sederhana. Ia mendirikan organisasi berdasarkan konsep yang amat sederhana, dan dengan sangat bersahajanya dipilihkanlah nama : Ikhwanul Muslimin. Pesan dari nama ini begitu kuat namun mudah dipahami : setiap Muslim itu bersaudara. Inilah semangat yang menjadi karakter dalam dakwahnya. Sederhana, bukan? Memang, tapi justru yang seperti inilah yang dulu sempat membuat kekuatan zionis ketar-ketir.

http://akmal.multiply.com/journal/item/614/Tarbiyah_Itu_Sederhana_Saja